“Jangan Pernah Takut untuk Jadi Tua”

Penulis: Darmansyah

Jumat, 7 Oktober 2016 | 09:53 WIB

Dibaca: 4 kali

“Jangan pernah takut tua,” tulis majalah prestise “Time,” di edisi “special”nya pada  pekan pertamanya di Oktober 2016,  di  edisi khususnya tentang usia tua.

“Kondisi fisik boleh  “menua” tapi kebahagiaan akan datang berlipat-lipat,” lanjut “time” lagi memberi tip pada pasangan usia tua.

Orang yang berusia lebih tua dinilai lebih bahagia ketimbang dewasa muda.

Mengutip studi yang diterbitkan Journal of Clinical Psychiatry, para peneliti menganalisa data yang dikumpulkan melalui sampel acak dari mereka  yang bermukim di San Diego.

Setelah melakukan wawancara telepon, responden juga diminta mengisi survei panjang dengan pertanyaan seputar kesehatan fisik, kemampuan kognitif, dan mental mereka.

Selain itu juga termasuk bagaimana responden merasakan bahagia dan puas dengan kehidupan mereka, bagaimana mereka merasakan dan menghadapi depresi, cemas maupun stres sehari-hari.

Ada anggapan bahwa kebahagiaan di usia tua akan memburuk.

Hidup menjadi penuh kesuraman dan malapetaka, dan orang yang lebih tua biasanya tertekan, gampang marah-marah, dan sering merasa tidak senang.

“Tapi tidak demikian menurut hasil survei, ” kata penulis studi Dr Dilip Jeste, seorang psikiater dan direktur Pusat tentang Healthy Aging di University of California, San Diego.

Nyatanya, kebahagiaan dan kesejahteraan berbentuk kurva U sepanjang hidup, saat kecil orang merasa bahagian, semakin turun di usia pertengahan, sebelum berangsur naik lagi di usia tua.

Walau secara fisik orang tua kerap mengalami keterbatasan dan memiliki kerusakan kognitif lebih banyak ketimbang orang yang lebih muda, tetapi perkara kesehatan mental, kondisinya membalik.

Orang-orang di usia dua puluhan dan tiga puluhan melaporkan memiliki tingkat depresi tertinggi, kecemasan dan stres yang mudah datang, ditambah tingkat terendah kebahagiaan, kepuasan maupun kesejahteraan.

Sebaliknya, orang yang tua, secara mengejutkan, adalah yang paling bahagia.

Jadi, apa yang salah dengan kehidupan dewasa muda?

Setelah melewati usia remaja, kehidupan yang sesungguhnya baru dimulai, dengan banyak tuntutan pendidikan, tuntutan dalam hubungan, hingga karier dan keuangan, kata Jeste kata.

“Tekanan teman sebaya juga mulai muncul secara konstan. Saat Anda melihat orang seumur yang lebih sukses, Anda bisa merasa buruk bila berpikir mengapa Anda tidak berhasil seperti mereka?”

“Atau Anda merasa memiliki banyak pilihan, tapi Anda tidak benar-benar memanfaatkannya dan menyesal,” lanjutnya.

Sedangkan, orang tua jauh lebih mampu untuk menghilangkan stres kecil dengan menanggapinya lebih bijaksana, sehingga mampu membuat keputusan sosial yang cerdas, Jeste berkata.

Beberapa bukti menunjukkan, bahwa kehidupan di hari tua juga benar-benar lebih mudah untuk orang tua ketimbang saat mereka muda dulu.

“Meskipun belum ada alasan spesifik mengapa kondisi ini terjadi, namun perubahan dalam fungsi sosial akibat globalisasi yang cepat, pengembangan teknologi, meningkatnya persaingan dalam pendidikan tinggi, serta persaingan kerja juga memberi dampak pada kesejahteraan mental kaum dewasa muda ketimbang orang tua, “kata Jeste.

“Setiap perubahan yang relatif cepat cenderung membawa stres bagi orang-orang yang paling terpengaruh.”

Saat usia bertambah, biasanya diiringi dengan sejumlah penurunan dari fungsi tubuh. Misalnya saja, penurunan daya penglihatan, daya ingat, atau fungsi anggota tubuh lainnya. Ya tidak semuanya seperti itu, namun mereka yang berusia lanjut tak sedikit mengeluhkan kondisi tersebut.

Memang pertambahan usia akan mengalami sejumlah penurunan fungsi tubuh.

Tapi ingat, faktanya, ada kelebihan yang dimiliki oleh mereka yang berusia lanjut.

Mereka lebih bahagia!

Tidak hanya lebih bahagia, mereka yang menua juga lebih puas dengan kehidupannya.

Hasil penelitian lainnya yang dilakukan oleh Buffalo University dan Northwestern University menunjukkan hal tersebut.

Satu alasan yang dapat terjadi adalah saat menua, orang lebih memiliki kepercayaan yang pada akhirnya akan memberikan sejumlah manfaat bagi kesejahteraan mereka.

Menurut Claudia Haase, profesor untuk kebijakan sosial di Northwestern dan satu dari penulis utama penelitian, “Ketika kita memikirkan usia tua, kita kerap memikirkan penurunan dan kehilangan.” Namun bertambahnya penelitian menunjukkan bahwa ada sesuatu yang nyatanya menjadi lebih baik ketika usia bertambah.

“Kepercayaan atau keyakinan bisa memberi kesejahteraan. Karena rasa percaya pada orang lain memungkinkan kita mendapat dukungan, kenyamanan, serta kegembiraan dari hubungan sosial kita. Orang yang lebih yakin juga lebih bahagia,” imbuh Haase.

Lebih lanjut, dari studi tersebut juga ditunjukkan bahwa orang yang lebih percaya atau yakin tidak hanya lebih bahagia saat ini tetapi juga mengalami peningkatan kebahagiaan sejalan waktu.

Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Social Psychological and Personality Science juga menegaskan bahwa peningkatan kadar kepercayaan pada akhirnya akan menuju pada perbaikan kesejahteraan dan kebahagiaan.

Komentar