Jangan Pernah Memusuhi Kuning Telur

Penulis: Darmansyah

Rabu, 17 Mei 2017 | 15:18 WIB

Dibaca: 0 kali

Kuning telur di”buang.”

Nah itulah kesalahan yang  seringkali dilakukan oleh sebagian orang

Mereka membuang  bagian kuningnya yang disebut tinggi kolesterol.

Namun sebelum Anda membuangnya, ketahuilah bahwa kuning telur juga sumber berbagai nutrisi yang tidak ada dalam bagian putihnya.

Reputasi buruk kuning telur diperoleh dari kandungan kolesterolnya, ujar Catherine Shanahan, MD, penulis Deep Nutrition: Why Your Genes Need Traditional Food.

Betul, ada kandungan kolesterol di sana, namun berbeda dengan apa yang sering kita dengar, kolesterol dalam makanan tidaklah terlalu mempengaruhi kolesterol darah, yang bisanya menimbulkan sumbatan pada arteri.

Selain itu kuning telur juga kaya lemak tak jenuh termasuk omega 3 yang mencegah peradangan dan memberi perlindungan terhadap jantung.

Mereka juga mengandung vitamin D dan B12.

Tambahan lagi, kuning telur mengandung kolin yang berguna untuk pertumbuhan otak, selenium untuk kekebalan tubuh, serta potasium, magnesium dan besi, zat-zat yang sebaiknya tidak kita buang begitu saja.

Asosiasi Jantung Amerika memang menyarankan untuk membatasi kolesterol dari makanan hingga tiga ratus miligram saja tiap hari, namun bukan berarti Anda tidak bisa makan kuning telur.

Penelitian dari University o f Connecticut menunjukkan bahwa orang yang mengkonsumsi tiga hinggaempat butir telur per hari tidak mengalami perubahan tingkat kolesterol di tubuh mereka.

Hanya saja menurut penelitian, kuning telur sebaiknya tidak dimasak terlalu matang karena akan menyebabkan kolesterolnya teroksidasi dan bukannya menjadi nutrisi yang baik, malah bisa membahayakan.

Tidak sedikit orang yang sudah sadar pentingnya menjaga kadar kolesterol membatasi asupan kuning telur.

Telur rebus hanya dimakan putihnya saja. Omelet jadi pucat karena hanya memakai putih telur saja.

Para ahli sebelumnya memperingatkan asupan kolesterol dari makanan dapat membuat naiknya kadar kolesterol dalam darah yang kemudian akan menyumbat pembuluh arteri dan membuat jantung sakit.

Kolesterol terdapat dalam kuning, bukan putih telur. Alhasil, kuning telur tak dimakan. Hilang sudah campuran air, protein, vitamin dan zat gizi penting lainnya dalam kuning telur.

Sejatinya ada alasan pula untuk tak perlu takut dengan kelezatan kuning telur.

Sebenarnya riset ilmiah membuktikan bahwa makan kolesterol tak punya dampak nyata pada metabolisme kolesterol. Ini artinya, mengonsumsi makanan tinggi kolesterol tak serta merta membuat kolesterol naik.

Beberapa bukti penelitian menemukan telur justru mungkin bermanfaat untuk kolesterol dengan menaikkan kadar kolesterol baik HDL, yang berhubungan dengan risiko lebih rendah untuk terkena penyakit jantung.

Kuning telur mengandung campuran lemak jenuh dan tak jenuh, yang sebetulnya termasuk makanan sehat.

Kuning telur pun mengandung vitamin E, serta kaya akan karotenoid, zat yang membuat kuning telur berwarna kuning cerah.

Karotenoid yang sehat ini juga terdapat pada buah dan membuat buah menjadi kuning menggiurkan.

Kuning telur kaya akan karotenoid lutein dan zeaxanthin yang membantu kesehatan mata dan melindungi tubuh dari peradangan.

Selama beberapa dekade, kadar kolesterol darah yang tinggi telah dikaitkan dengan risiko penyakit jantung dan serangan jantung yang lebih tinggi.

Dalam upaya untuk memangkas kadar kolesterol darah, komunitas medis menyarankan masyarakat untuk melakukan diet kolesterol, seperti menghindari konsumsi telur utuh.

Tapi, ada satu hal yang perlu Anda pertimbangkan sebelum memutuskan untuk memusuhi kuning telur.

“Menghindari kuning telur hampir tidak relevan jika Anda mengharapkan kadar kolesterol darah yang sehat dan kesehatan jantung,” kata Donald K. Layman, Ph.D., profesor ilmu makanan dan nutrisi di University of Illinois.

“Bahkan, setelah melakukan studi, kurang dari setengah responden yang memiliki penyakit jantung yang dinyatakan memiliki kadar kolesterol tinggi. Sehingga, kolesterol tinggi bukan patokan yang bisa memprediksi penyakit jantung.”

Patricia Vassallo, M.D., ahli jantung di Rumah Sakit Northwestern Memorial mengatakan, “Untuk meningkatkan kadar kolesterol baik dalam darah secara alami, Anda harus berhenti mengonsumsi lemak trans.

Makan lebih banyak makanan dengan kandungan asam lemak omega-3 dan juga serat, seperti buah dan sayur. Sehingga, Anda tak perlu bermusuhan dengan kuning telur.”

Telur merupakan sumber protein nomor satu yang mudah diserap, yang berarti bahwa tubuh Anda dapat menyerap dan menggunakan protein telur lebih baik, ketimbang dari makanan lain.

Seluruh telur akan menyumbangkan sekitar enam sampai tujuh gram protein, tergantung pada ukuran.

Sementara itu, penelitian dari University of Surrey di Inggris menunjukkan bahwa kuning telur kaya akan fosfor, zinc, vitamin B, kolin, dan antioksidan.

Bila dikombinasikan dengan putih telur, maka nutrisi yang didapatkan tubuh menjadi lebih baik, mulai dari membantu mengurangi inflamasi, penurunan berat badan lebih mudah, lebih banyak otot, dan kecerdasan otak.

Bahkan, dalam sebuah studi dua tahun silam yang diterbitkan American Heart Journal, orang yang sudah memiliki penyakit arteri koroner, makan telur utuh dua buah sehari masih baik-baik saja.

Komentar