Insomania Itu Penyakit

Penulis: Darmansyah

Selasa, 28 Mei 2013 | 16:01 WIB

Dibaca: 0 kali

Insomania. Gangguan  tidur di malam hari. Hampir setiap orang pernah mengalaminya. Dan tidak semua yang pernah mengidapnya sebagai penyakit. Insomania penyakit? Ya. Bila gangguan tidur  datang terus menerus ia adalah penyakit.

Mungkin Anda termasuk orang yang  mengalami gangguan tidur atau  orang yang  terkena penyakit insomania. Lupakan perdebatan ini  Yang pasti insomania akan berakibat buruk pada kesehatan.

Bahkan menurut penelitian yang dilakukan di University of Rochester, orang-orang yang menderita insomnia akan menurunkan produktivitas, tidak puas dengan pekerjaan, mudah terserang penyakit, bahkan meningkatkan berat badan.

Banyak hal yang menyebabkan orang eseorang mengalami kesulitan tidur malam hari:
Ada yang disebabkan oleh factor turunan., “social jet lag,” hormone perempuan atau pun terlalu banyak menggak minuman..

Masalah sulit tidur, menurut para ahli, bisa berasal dari garis keturunan. Untuk itu ceklah garis keturunan Anda dan coba telusuri apakah ada di antara mereka yang menagalmi insomania.

Anda sering bangun  di pagi Senin? Jika ada Anda  termasuk orang yang mengalami social jet lag. Social jet lag yang menjurus ke gejala insomnia ini terjadi akibat kebiasaan tidur yang berubah dari hari libur ke hari kerja. Pola tidur berbeda saat weekday dan weekend akan berisiko mengalami masalah ini, dan bisa menyebabkan insomnia. Orang dengan social jet lag ternyata tiga kali lebih berisiko mengalami kelebihan berat badan.

“Sekalipun perbedaan waktunya hanya satu jam saja, akan sangat memengaruhi pola tidur Anda di hari selanjutnya. Kita juga seperti balita yang membutuhkan jadwal tidur yang konsisten,” ungkap Colleen Carney, seorang psikolog di Ryerson University di Canada.

National Sleep Foundations merilis dalam “medical healthy”  bahwa perempuan dua kali lebih mungkin menderita insomnia daripada pria. Para ahli berspekulasi hal ini dipengaruhi oleh hormon progesteron yang tinggi pada perempuan. Perubahan hormonal pada perempuan termasuk kehamilan, menopause, dan siklus menstruasi memungkinkan perempuan merasa ngantuk di siang hari, dan tidak merasa ngantuk saat malam hari.

Jangan sentuh  alkohol untuk membantu  lebih mudah tertidur. Sebab, cara itu akan mengantarkan Anda  menjadi pemabuk dan tidak pernah menyembuhkan insomanis. Jack Edinger, seorang pakar kesehatan dari National Jewish Health Hospital di Colorado, memastikan alkohol  akan menyebab datang dua penyakit sekaligus. Insomania dan pemabuk.

Jadi, pada awalnya alkohol dikonsumsi untuk mengatasi gangguan sulit tidur ini. Namun pada akhirnya alkohol justru akan memperburuk kondisi insomnia karena orang akan membutuhkan alkohol dalam jumlah yang semakin banyak. Akibatnya, orang yang mengalami insomnia dua kali lebih berisiko menjadi pecandu alkohol.

Selain menyebabkan kita sulit berkonsentrasi sepanjang hari, insomnia juga diketahui akan meningkatkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah. Bahkan menurut studi terbaru pria yang menderita insomnia beresiko dua kali lipat terkena kanker prosat.

Menurut Lara G.Sigurdardottir, peneliti bidang tidur, salah satu penyebab insomnia adalah kebiasaan menonton TV di jam tidur.

Saat Anda susah tidur dan menonton TV, sinar dari televisi akan memengaruhi kelenjar pineal, yang mengatur siklus tidur, untuk memerintahkan otak mengurangi produksi melatonin, si hormon tidur. Sinar dari layar TV juga menurunkan ekspresi Period2, gen yang berkaitan dengan rendahnya risiko kanker.

Tetapi para ahli juga mengingatkan bahwa pria yang menderita kanker prostat umumnya juga sulit tidur. Sehingga ada kemungkinan bahwa insomnia bukanlah penyebab kanker prostat tetapi efek dari penyakitnya.

Meski penelitian yang dilakukan Sigurdardottir ini masih dalam tahap awal, namun sebaiknya jangan menjadikan tidur larut malam sebagai kebiasaan. Matikan televisi dan peralatan elektronik lain di kamar tidur.

Penelitian lain menunjukkan, paparan cahaya dari layar gadget dua jam setiap hari akan mengurangi produksi melatonin dalam tubuh sampai 22 persen.

Komentar