Ini Dia Studi Baru Masa Subur Wanita

Penulis: Darmansyah

Kamis, 27 Oktober 2016 | 09:23 WIB

Dibaca: 0 kali

Sebuah studi baru dari Rumah Sakit New York-Presbyterian menemukan penghitungan  kesuburan yang akurat  untuk memungkinkan seorang wanita untuk hamil.

Studi itu mengabaikan aplikasi-aplikasi menghitung masa subur berdasarkan lamanya periode haid Anda.

Pengabaian aplikasi periode haid ini dilakukan karena akurasinya bisa sangat lemah karena  kebanyakan wanita tidak memiliki siklus haid yang bisa diprediksi

Lauren Streicher, M.D., seorang profesor kebidanan dan kandungan di Northwestern University Feinberg School of Medicine mengatakan, “Jika siklus Anda tepat dua puluh delapan hari dan itu tepat seperti jam, maka mungkin aplikasi-aplikasi itu cukup akurat untuk memrediksi masa subur Anda.”

Selain itu, kata Streicher hanya karena Anda memiliki periode haid, bukan berarti Anda berovulasi karena ada beberapa wanita yang tidak berovulasi rutin setiap bulan.

Lantas, bagaimana cara untuk tahu dengan pasti kapan masa subur Anda?

Anda bisa memeriksa cairan serviks Anda.

Jika terlihat seperti putih telur mentah dan bisa membentang sekitar dua setengah  inci di antara jari-jari tangan tanpa putus, Anda mungkin sedang ada dalam masa subur.

Tapi, ada metode yang lebih ilmiah untuk menentukan masa subur.

Streicher merekomendasikan Anda membeli alat tes kesuburan di apotik. Cara pakainya sama dengan alat tes kehamilan, yaitu Anda harus meneteskan air seni Anda ke dalam alat itu.

Anda juga bisa melakukan pemeriksaan ke dokter. Dokter akan melakukan tes darah untuk memeriksa kadar progesteron  atau melakukan USG di pertengahan siklus untuk mencari bukti ovulasi .

Setelah Anda tahu Anda sedang berovulasi, Anda bisa melakukan tindakan yang diperlukan. Jika Anda ingin hamil, inilah saatnya Anda mengajak pasangan Anda untuk bercinta tanpa alat kontrasepsi tentunya.

Perlu diingat, kesempatan hamil juga ditentukan oleh motilitas dan kualitas sperma pria Anda. Streicher menyarankan, Anda berhubungan seks dalam waktu 24 jam setelah mendapatkan hasil ovulasi yang positif.

Kemudian, rencanakan untuk bercinta lagi, dua atau tiga hari berturut-turut untuk meningkatkan kemungkinan hamil.

Namun, terlalu fokus pada perhitungan masa subur yang tepat, dapat membuat Anda stres.

Mary E. Sabatini, MD, Ph.D., seorang ahli kesuburan di Rumah Sakit Umum Massachusetts, mengatakan bahwa, adalah ide yang baik jika Anda mulai berhubungan seks dua sampai tiga kali seminggu dimulai pada hari ke sembilan siklus Anda.

Jika Anda melakukannya, Anda akan memiliki kesempatan yang baik untuk mengandung.

Tapi, jika Anda sudah berhubungan seks selama setahun tepat di saat masa subur dan usia Anda di bawah tiga puluh lima tahun, namun tak kunjung hamil, periksakan diri ke dokter.

“Jika Anda berhubungan seks dua sampai tiga kali atau lebih dalam seminggu dan tak kunjung hamil, mungkin ada sesuatu yang lain yang terjadi,” katanya.

Sebenarnya, Anda tak selalu membutuhkan sistem kalender saat ingin mengetahui masa subur.

Pasalnya, ada kondisi khusus yang dirasakan tubuh saat masa subur. Tanda ini akan lebih efektif untuk mengenali masa subur ketimbang mempercayakan pada sistem kalender.

Saat sel telur matang dan dilepaskan dari ovarium ke rahim, itu disebut masa ovulasi.

Ovulasi adalah momen penting bagi perempuan untuk hamil, karena di masa inilah telur akan bertemu sperma untuk membentuk embrio.

Nah, jika Anda berhubungan seksual pada masa ini, maka potensi terjadinya pembuahan menjadi lebih besar ketimbang di waktu lainnya, karena di masa inilah sel telur di rahim siap untuk dibuahi.

Untuk itu, ada baiknya Anda  mengenali kondisi tubuh dan mengetahui perubahan apa saja yang terjadi pada masa subur, terlebih bila Anda memiliki siklus haid yang tidak teratur.

Pertama munculnya gairah seks yang meningkat

Jika Anda sadari, tanda tubuh sedang dalam masa subur adalah dorongan seks yang kuat selama beberapa hari.

Jika dalam suatu hari tiba-tiba Anda merasa gairah seks meningkat dan terus menginginkan pasangan “di ranjang” selama beberapa malam, maka kemungkinan besar Anda sedang berovulasi.

Meningkatnya gairah seks ini merupakan sinyal alami tubuh saat ia sedang siap untuk bereproduksi.

Dan pada masa ovulasi, akan ada sedikit cairan transparan yang lengket dari vagina Anda. Teksturnya sangat mirip putih telur.

Dan cairan ini bukanlah keputihan, melainkan cairan yang membantu memudahkan sperma bergerak di dalam rahim.

Selain itu, cairan transparan yang bukan keputihan ini juga merupakan cara alami untuk memberitahu kondisi tubuh sedang dalam masa subur. Saatnya lebih dekat dengan pasangan jika Anda sedang mengharapkan kehadiran buah hati!

Ketika Anda dalam masa ovulasi, rahim akan lebih terbuka dan menjadi “lunak”.

Saat berhubungan seks, mungkin akan terasa sedikit sakit, karena vagina mengeluarkan lebih banyak pelumas akibat sekresi lendir lebih di masa ini.

Suami Anda mungkin akan mengatakan bahwa leher rahim Anda lebih cepat basah dan lembut.

Kebanyakan perempuan mengalami sakit dada di periode ini. Namun, tanda ini bisa jadi kurang menonjol mengingat sakit di dada bisa disebabkan oleh banyak hal.

Namun, perempuan yang merasa payudaranya sakit beberapa saat setelah siklus haid usai, maka itu adalah sinyal bahwa tubuh Anda sedang dalam masa subur.

Beberapa perempuan juga mungkin mengalami nyeri ringan di perut bagian bawah baik di kanan atau kiri, saat memasuki masa subur. Rasa nyeri ini bisa berlangsung selama beberapa menit atau jam.

Secara medis, sakit di perut bawah kiri atau kanan ini dikenal sebagai sensasi Mittelschmerz. Anda mungkin mengalami rasa mual atau keluarnya cairan vagina bersamaan dengan rasa sakit tersebut.

Kebanyakan perempuan mendapatkan bercak cokelat di hari-hari ovulasi. Hal ini karena folikel telur hadir untuk melepaskan telur dan menyebabkan bercak.

Jika Anda menemukan bercak cokelat pada pakaian Anda, tandanya Anda telah memasuki masa ovulasi dan siap berhubungan seks bila sedang mengharapkan kehamilan

Komentar