Ini Dia Diet Terbaik untuk Jantung

Penulis: Darmansyah

Selasa, 14 Maret 2017 | 09:06 WIB

Dibaca: 0 kali

Diet?

Untuk kesehatan jantung?

Ya. Tren diet sepanjang tahun sepertinya tak pernah sepi dari tumbuhnya informasi dari hasil penelitian terbaru

Ada saja ada tren diet baru, mulai dari diet bebas gluten hingga diet ketogenik dan diet jus sayur dan buah.

Banyaknya jenis diet, mendorong beberapa ilmuwan untuk menilai, bagaimana pengaruh diet-diet tersebut terhadap salah satu organ tubuh yang paling penting, yakni jantung kita.

Para peneliti memeriksa lebih dari dua puluh lima studi peer-Review dan menerbitkan temuan mereka dalam sebuah laporan dalam Journal of American College of Cardiology.

“Ada semacam kebingungan tentang apa saja makanan yag termasuk sehat dan tidak sehat,” kata pemimpin studi Dr. Andrew Freeman, Direktur Cardiovascular Prevention and Wellness di National Jewish Health di Denver, Colorado.

Para peneliti dari dua belas lembaga, termasuk George Washington University School of Medicine dan National Jewish Health, menganalisis studi-studi yang telah dilakukan para peneliti lain, yang melibatkan puluhan ribu peserta.

Mereka ingin tahu jenis makanan apa yang dianjurkan oleh beragam jenis diet itu, yang terbaik bagi jantung.

Setelah kajian yang mendalam, para peneliti menemukan bahwa diet yang paling baik untuk jantung adalah diet yang memasukkan minyak zaitun murni, buah kaya antioksidan, sayuran berdaun hijau, protein nabati, kacang-kacangan dalam jumlah sedang dan daging tanpa lemak.

Untuk mengurangi Kolesterol, peneliti menyarankan agar Anda membatasi atau menghilangkan kelapa dan kelapa minyak. Pasalnya, baik kelapa maupun minyak kelapa tinggi asam lemak jenuh.

Peneliti juga menyarankan agar Anda tidak mengonsumsi telur secara berlebihan, karena bisa meningkatkan kadar Kolesterol dalam darah.

Namun, Dr Keith Ayoob, profesor pediatrik di Albert Einstein College of Medicine, yang tidak terlibat dalam studi, mengatakan bahwa kita tidak bisa memandang diet secara hitam dan putih.

Menurutnya, dokter perlu memandang dengan cara yang lebih holistik .

“Ketika Anda berbicara tentang diet rendah Kolesterol, kadang-kadang justru saya lebih peduli pada makanan pendamping atau cara makanan itu diolah,” kata Ayoob.

“Anda makan telur bersama makanan apa? Bagaimana cara telur itu diolah? Direbus polos, digoreng dalam mentega atau dimasak dengan minyak zaitun?”

Hanya mengandalkan saran “makanlah dalam jumlah moderat”, adalah saran yang terlalu samar, tambah Ayoob.

Dia mengatakan, pasien harus diberikan bimbingan lebih lanjut tentang bagaimana cara makan yang sehat.

Selain melihat manfaat dari makanan tertentu, peneliti juga mencari bukti apakah diet bebas gluten dan diet yang menganjurkan konsumsi sayur dan buah-buahan dengan cara dijus, sehat untuk jantung atau tidak.

Para peneliti menemukan bahwa sayur dan buah yang dijus, ternyata lebih banyak mengandung gula.

Akibatnya, dengan mengikuti diet ini, mungkin Anda jadi mengasup lebih banyak kalori dari yang Anda butuhkan. Menambahkan pemanis juga meningkatkan kandungan kalori jus tersebut.

Diet lain yang dievaluasi adalah diet bebas gluten, yang telah terbukti dapat membantu orang-orang dengan alergi gluten seperti penyakit celiac, alergi gandum, dan sensitif gluten nonceliac.

Para peneliti mengatakan, tidak ada bukti bahwa diet bebas gluten membantu penurunan berat badan.

Beberapa studi bahkan menunjukkan terjadinya kenaikan berat badan saat seseorang melakukan diet bebas gluten.

Kenaikan berat badan yang mengarah ke obesitas, secara signifikan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

Bagi mereka yang sedang mencari model diet untuk jantung yang sehat, Freeman memiliki saran sederhana.

“Jika orang ingin makan produk hewani, batasi jumlahnya, terutama jika Anda memiliki faktor risiko penyakit jantung. Misalnya, ayah atau ibu atau nenek Anda memiliki penyakit jantung” katanya.

Baik Ayoob maupun Freeman menekankan pentingnya meningkatkan asupan buah dan sayur seraya mengingatkan Anda untuk disiplin dalam menjalankan jenis diet yang sehat.

“Tak peduli seberapa baiknya sebuah diet, itu hanya akan berguna jika Anda konsisten menjalankannya,” kata Ayoob.

Untuk Anda juga tahu, memangkas kalori terlalu banyak bukanlah kunci sukses penurunan berat badan.

American College of Sports Medicine merekomendasikan bahwa perempuan harus makan setidaknya seribu dua ratus  kalori per hari, dan laki-laki harus makan setidaknya seribu delapan ratus  kalori per hari.

Pada awalnya tubuh akan menyesuaikan asupan kalori rendah tersebut dengan mengaktifkan respon stres.

Respon stres akan merangsang pemecahan otot untuk memasok tubuh dengan bahan bakar yang cukup (glukosa) untuk mempertahankan kadar gula darah.

Meski Anda akan melihat penurunan berat badan yang cukup banyak  hanya dalam waktu satu minggu, sayangnya respon stres dapat menjadi aus, sehingga kemudian tubuh akan memperlambat tingkat metabolisme untuk mengatasi “kelaparan”.

Metabolisme yang lambat ini kemudian akan membuat berat badan sulit turun kembali, walau Anda telah memotong banyak kalori. Sebaliknya, akan mudah membuat Anda gemuk saat kembali ke porsi awal.

“Singkatnya, ada tiga pedoman untuk penurunan berat badan aman dan efektif,” kata dr. Nicole, dokter bersertifikat di Southern California.

Aktivitas fisik, perubahan bertahap dalam kebiasaan makan dan penurunan berat badan lambat namun stabil.

Komentar