Ini Dia Cara Menjinakkan Karbohidrat

Penulis: Darmansyah

Selasa, 11 April 2017 | 08:06 WIB

Dibaca: 1 kali

Makanan kaya karbohidrat seperti nasi putih, kentang, bahkan pisang seringkali dihindari oleh para pelaku diet, khususnya mereka yang memiliki keinginan untuk menurunkan berat badan.

Karbohidrat memang terdapat pada jenis makanan itu

Asupan karbohidrat yang tinggi memiliki berpengaruh negatif pada kesehatan.

Karbohidrat memang kita perlukan, tetapi asupannya harus dibatasi.

Para pakar menetapkan konsumsi karbohidrat yang dianjurkan adalah empat puluh lima hingga enam puluh lima persen energi total perhari. Itu sudah termasuk nasi atau makanan pokok, roti, mi, kue, dan sebagainya.

Sebagian orang mulai melirik diet karbo untuk menurunkan berat badan.

Padahal, ada banyak manfaat positif yang bisa kita raih jika kita meghindari karbohidrat sederhana seperti nasi, kue tart, dan panganan manis lainnya.

Mengurangi asupan karbohidrat padat energi berarti kita menekan jumlah kalori yang dikonsumsi sehari-hari.

Hal ini akan membuat tubuh membakar lemak yang disimpan sebagai sumber energi.

Untuk mempercepat pembakaran lemak, berolahragalah sebelum sarapan. Tubuh akan membakar lemak cadangan energi dan bukan makanan yang kita asup.

Bukan kalori yang membuat kita merasa kenyang, tapi nutrisi seperti serat, protein, dan lemak sehat.

Bila kita mengonsumsi karbohidrat sederhana, sebanyak apa pun kita makan, tubuh akan tetap mencari makanan lain yang mengandung nutrisi. Akibatnya kita pun lebih cepat lapar.

Satu hal yang menonjol setelah kita mengganti karbohidrat sederhana dengan yang kaya serat adalah perut lebih cepat rata.

Penejelannya adalah, kekurangan serat membuat koloni bakteri tidak sehat di usus lebih banyak. Hal ini menyebabkan perut menjadi kembung dan lebih besar dari yang sebenarnya.

Karbohidrat sederhana terdiri dari gula.

Kelebihan konsumsi bahan pangan ini membuat hormon insulin yang dihasilkan pankreas lebih banyak. Lama kelamaan akan memicu resistensi insulin yang menyebabkan penyakit diabetes.

Konsumsi serat atau karbohidrat kompleks, seperti nasi merah, gandum utuh, oat, atau kue tradisional yang sulit dikunyah, dapat mencegah gula darah naik dengan cepat yang akan membuat tubuh mengeluarkan insulin.

Kadar gula darah yang normal dan stabil akan membuat produksi insulin yang dihasilkan juga konsisten sehingga resistensi insulin bisa dicegah.

Bila Anda ingin membangun otot, mengurangi makanan mengandung karbohidrat sederhana adalah keharusan.

Bahan pangan karbohidrat pada umumnya tidak mengandung protein yang merupakan pembentuk otot.

Memang tidak semua karbohidrat buruk, tetapi jika kita memilih karbohidrat kompleks, energi tubuh menjadi lebih stabil sehingga kita pun tak cepat merasa lelah dan mengantuk.

Sayangnya, tak mudah juga meninggalkan sumber karbohidrat. Tapi, tak usah khawatir, ada cara yang bisa Anda lakukan untuk membuat karbohidrat lebih sehat bagi tubuh.

Bila dimakan dalam porsi seimbang, kombinasi antara nasi putih dan lauk yang kaya protein serta lemak sehat, bisa menjadi awal penurunan berat badan yang sehat.

Lalu, bagaimana bila Anda terlanjur menghindari nasi putih, tapi juga tak menemukan kepuasan saat makan nasi merah?

Coba lakukan ini, masaklah nasi dengan minyak kelapa, kemudian dinginkan, untuk meningkatkan pati resisten hingga sepuluh kali lipat, sehingga mampu memotong setengah kalori, ketimbang memasak nasi putih hanya dengan air.

Hasil tersebut didapat oleh para peneliti dari Sri Lanka’s College of Chemical Sciences.

Peneliti merekomendasikan, tambahkan satu sendok teh minyak kelapa pada air mendidih, tambahkan setengah cangkir beras putih, dan didihkan selama empat puluh  menit, kemudian dinginkan selama dua belas jam.

Lantas, panaskan untuk Anda makan.

Pati resisten dianggap sebagai bentuk serat makanan, menolak untuk diserap sepenuhnya oleh tubuh Anda.

Ini berarti bahwa, makanan tinggi pati resisten dapat membantu dalam mengelola kadar gula darah dan mengurangi penyerapan kalori.

Mereka juga berpotensi meningkatkan pertumbuhan bakteri baik, karena pati dapat dianggap sebagai prebiotik.

Pisang yang tak terlalu matang mengandung pati resisten lebih kuat dibandingkan dengan pisang matang, mengonsumsi pisang yang masih sedikit hijau bisa menjadi sumber kesehatan yang lebih baik.

Ketika dimasak lalu didinginkan, sumber makanan bertepung dinilai lebih tinggi pati resisten ketimbang memakannya saat masih panas.

Berdasarkan studi pada pasien ileostomy yang diterbitkan dalam jurnal Advances in Nutrition, kentang yang baru dimasak memiliki jumlah pati resisten lebih sedikit, lebih rendah dari kentang yang sudah didinginkan.

Untuk mendapatkan manfaat terbaik kentang, masak bersama kulitnya untuk meningkatkan serat dan asupan antioksidan. Hal ini juga dapat memperlancar pencernaan.

Komentar