close
Nuga Sehat

Otak Berkembang

Anda perlu tahu  bahwa sepanjang hidup seorang anak manusia, otaknya terus berkembang. Dan perkembangan otak ini, seperti disepakati oleh para peneliti,  sangat cepat terjadi  pada masa anak-anak.

Lantas bagaimana dengan mereka yang berusia tua?

Masih menurut para peneliti, perkembangan otak di usia tua  mulai melambat hingga akhirnya mengaalami degenerasi di usia sangat  tua.

Walau pun terjadegenarasi, masih menurut peneliti, ada satu bagian otak yang dapat terus berkembang

Seperti ditulis jurnal jurnal Science, yanhg mengutip pernyataan  pemimpin studi  dari Stanford University, Jese Gomez,  bagian otak yang bisa terus berkembang tersebut adalah bagian yang bertanggung jawab untuk mengenali wajah.

Hal ini ia ketahui setelah melakukan eksperimen pada dua puluh lima5 orang dewasa dan dua puluh dua anak-anak.

Memakai metode dengan magnetic resonance imaging kualitatif Jesse melihat bahwa pada orang dewasa bagian otak yang bernama fusiform face area  bisa lebih padat.

Kepadatan ini berbanding lurus dengan usia para responden.

Mengapa bisa lebih padat dijelaskan oleh Jesse karena jaringan saraf otak bertumbuh. Makin banyak koneksi yang terjalin sehingga secara garis besar orang dewasa akan semakin lebih mudah mengingat wajah daripada anak-anak.

“Kalau Anda bisa membayangkannya seperti sebuah taman. Tamannya sendiri tidak bertambah luas semakin lebar tetapi tumbuhan yang ada di dalamnya menumbuhkan cabang baru dan daun-daunnya tumbuh lebat,” kata Jesse seperti ditulis di laman situs  Live Science,  hari ini, Senin, 09 Januari 2017.

Jesse menambahkan meski bagian otak yang mengenali wajah ini bisa terus tumbuh, pertumbuhan tetapi bersifat individual.

Artinya seorang individu mungkin memiliki kemampuan mengenali wajah yang berbeda dengan orang lain pada kelompok usia yang sama.

“Ada beberapa anak yang bisa memiliki jaringan otak seperti orang dewasa, anak-anak tersebut memiliki fungsi otak seperti orang dewasa juga,” ungkap Jesse.

Sebuah studi terbaru lainnya yang dipublikasikan dalam jurnal Neuron beberapa waktu lalu menyebutkan, secara fisik seseorang bisa saja berumur delapan belas tahun ke atas atau dianggap dewasa, tetapi otaknya belum tentu memiliki usia yang sama.

Hal ini karena otak selalu mengalami perubahan, tak peduli berapapun usia fisik seseorang.

“Isu ini saya kira penting karena kebijakan yang berkaitan dengan kedewasaan perkembangan otak membutuhkan perhatian lebih, semisal dihadapkan pada situasi ketika seorang anak melakukan tindak kriminal,” kata peneliti, Leah Sommerville, ahli psikologi dari Harvard University.

Sommerville melanjutkan, tak banyak yang tahu jika tiap-tiap bagian otak mengalami kematangan di waktu yang berbeda-beda atau tidak bersamaan.

“Otak berkembang dalam bentuk penambahan gelombang, dan tiap-tiap bagian mengalami perkembangan yang signifikan di waktu yang berbeda-beda.”

“ Jadi jika ditanya kapan otak mengalami kematangan, itu tergantung pada bagian mana yang kita bicarakan,” ungkapnya seperti dilaporkan CNN.

Meski tak terlibat dalam studi ini, Dr Jess Shatkin, psikiater anak dan remaja dari NYU Langone Medical Center membantu menjelaskan, otak terdiri atas dua jaringan: gray matter dan white matter.

Di awal-awal kehidupan, gray matter tumbuh dan berkembang lebih cepat, termasuk membentuk sinapsis atau koneksi antarsaraf otak. Hal ini dibutuhkan saat seorang anak mulai belajar tentang berbagai hal.

Kemudian tubuh bersiap memasuki masa puber, otak perlahan memangkas beberapa gray matter dan beralih menggenjot produksi white matter. Proses ini dikatakan Jane menjadikan otak mampu berbagi informasi lebih baik dan lebih cepat.

“Tetapi sebenarnya volume otak tidak berubah. Kita cuma kehilangan satu persen gray matter di kisaran usia tiga belas tahun dan ketambahan satu persen white matter di waktu yang bersamaan. Semenjak itu, ini berlangsung terus-menerus,” paparnya.

Perubahan ini akan tetap berjalan sampai usia dua puluhan bahkan tiga puluhan atau lebih.

Meski demikian, Shatkin menambahkan proses kematangan otak ini cenderung terjadi lebih dini pada otak wanita ketimbang pria.

Temuan ini menepis anggapan bahwa otak manusia berhenti berkembang di saat usia seseorang memasuki dewasa.

Tidak menutup kemungkinan inilah alasan mengapa ada orang-orang yang bertingkah kekanak-kanakan di usia dewasa dan begitu juga sebaliknya.