Gemuk Itu Dikategorikan Penyakit Menular?

Penulis: Darmansyah

Kamis, 25 Januari 2018 | 15:11 WIB

Dibaca: 0 kali

Laman “science alert,” hari ini, Kamis, 25 Januari menulis, tentang adanya usulan  peneliti untuk mengkategorikan  obesitas sebagai penyakit menular.

Sebabnya, walaupun tidak menular secara biologis, secara sosial bisa ditularkan.

Mungkin Anda perlu merenungkan hasil studi terbaru ini. Peneliti menyatakan, obesitas seharusnya dikategorikan sebagai penyakit menular.

Peneliti menyatakan hal tersebut sebab secara statistik, epidemi obesitas mirip dengan penyebaran penyakit menular.

Menurut peneliti, saat berada di sekeliling orang obesitas, kita berisiko meningkatkan indeks massa tubuh kita atu BMI.

Bukti tersebut didapatkan dari sebuah studi di pangkalan militer Amerika Serikat di mana obesitas “menular” pada orangtua maupun anak-anak.

Ashlesha Datar dari Universitas Southern California dan Nancy Nicosia dari RAND Corporation meneliti data milik Military Teenagers’ Environments, Exercise, and Nutrition Study .

Data berasal dari seribu seratus sebelas remaja dan seribu tiga ratus  orang tua yang pernah tinggal di salah satu dari dua belas pangkalan militer di Amerika Serikat.

Angka kejadian obesitas bervariasi dan merata di seluruh pangkalan, antara dua puluh satu persen di El Paso County, Colorado sampai tiga puluh delapan persen di Vernon County, Louisiana.

Pengukuran BMI pada orang tua dan remaja menunjukan sekitar seperempat remaja dan tiga perempat orang dewasa dikategorikan mengalami kelebihan berat badan.

Peneliti menemukan, anggota keluarga militer akan memiliki BMI lebih tinggi saat ditugaskan ke pangkalan militer dengan tingkat obesitas yang lebih tinggi.

Lingkungan budaya tempat pangkalan berada atau ikatan sosial dengan keluarga di luar pangkalan militer juga mempengaruhi.

Remaja yang tinggal di sekitar pangkalan selama lebih dari dua tahun juga cenderung memiliki BMI lebih tinggi.

Makalah yang terbit di JAMA Pediatrics, mengungkapkan bahwa penelitian di pangkalan militer ini menjadi cara cerdas untuk mengatasi masalah seleksi subyek penelitian tentang penularan obesitas yang sering ditemui peneliti.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa lingkaran sosial kita berperan kuat dalam menentukan kebiasaan hidup sehat atau tidak sehat, serta menunjukkan cara meningkatkan kesehatan masyarakat kita.

Sementara itu, orang dewasa yang sudah terbiasa hidup dengan obesitas, cenderung enggan mencoba diet untuk menurunkan berat badan.

Tubuh yang menjadi gemuk, kini sudah bisa lebih diterima oleh masyarakat. sehingga semakin sedikit orang yang berniat kuat untuk melakukan diet, ungkap sebuah Studi.

Studi tersebut melibatkan dua puluhan ribu orang dewasa berusia antara dua puluh  hingga lima puluh sembilan tahun yang diklasifikasikan sebagai kelebihan berat badan atau BMI dua puluh lima hingga tiga puluh.

Selama studi dua puluh tahun terakhir, jumlah peserta yang mencoba untuk menurunkan berat badan turun dari lima puluh enam persen menjadi empat puluh sembilan persen.

Selama periode itu pula, jumlah orang yang diklasifikasikan sebagai kelebihan berat badan atau obesitas meningkat 13 persen menjadi 66 persen.

Penurunan terbesar terjadi di kalangan perempuan kulit hitam, dari 66 persen pada 1988-1994 menjadi 55 persen pada 2009-2014. Namun, perempuan kulit hitam juga memiliki kemungkinan besar untuk menjadi gemuk.

Studi ini menunjukkan, bahwa tren diet menurun secara signifikan. Dr Jian Zhang, dari Georgia Southern University, AS, mengatakan, “Semakin sedikit orang dewasa yang mencoba untuk menurunkan berat badan, mungkin dikarenakan persepsi tentang bentuk tubuh yang telah berubah sehingga mengurangi motivasi penurunan berat badan.”

“Padahal, dokter dan tenaga kesehatan masih jarang membahas tentang masalah berat badan dan efek negatifnya dengan pasien,” imbuhnya.

Tak hanya memengaruhi rasa percaya diri, obesitas pun telah dikaitkan dengan masalah kesehatan ringan hingga kronis, seperti gangguan tidur, gangguan pernapasan, migrain, kelahiran prematur pada ibu obesitas, diabetes tipe 2, hingga kanker.

Komentar