Gaya Hidup Itu Faktor Penentu Kesehatan

Penulis: Darmansyah

Jumat, 27 Oktober 2017 | 11:06 WIB

Dibaca: 0 kali

Gaya hidup itu penentu kesehatan.

Ya, jika gaya hidup ini diperhatikan alarm bahaya pasti akan datang

Sebut saja tentang  pola makan, nilai gizi makanan dan tingkat kesetresan

Selain itu untuk Anda tahu  diabetes tidak hanya menyerang usia lanjut.

Bahkan sekarang banyak kasus diabetes yang banyak terjadi pada usia produktif. Semua itu ditentukan pola makan, gaya hidup, dan mudah stres.

Kecenderungan manusia sekarang yang terlalu sering duduk manis dan asik dengan telepon genggam juga menjadi salah satu pemicu.

Padahal  sudah banyak ruang publik yang dibangun untuk ruang gerak, taman bungkul misalnya.

Tapi nyatanya orang-orang datang ke ruang publik tetap aktif dan asik dengan teleponnya masing-masing. Ini la yo percuma.

Cara pencegahan semuanya  kembali lagi pada mengatur pola dan gaya hidup.

Pasalnya, dengan mengatur pola hidup yang baik seperti memperhatikan aturan makan, nilai gizi, dan mengelola stres dengan baik bisa meminimalisir potensi terjangkit diabetes. Selanjutnya, dibaetes bisa dicegah dengan rajin melakukan olah raga.

Aktivitas olah raga dengan banyak gerak dapat menjadi salah satu solusi.

Jangan sedikit-sedikit menggunakan roda dua atau empat saat kemana-mana.

Selanjutnya,  cara untuk mendeteksi sejak dini gejala-gejala diabetes. Cara sederhana yang bisa dilakukan yakni dengan rutin untuk cek gula darah.

Kekhawatiran ini sebenarnya tidak akan muncul jika kita bisa membangun daya tahan tubuh yang baik. Tapi, seringkali masyarakat hanya mengenal daya tahan tubuh saja tanpa tahu apa makna penting dari hal penting ini.

Ilmuwan nutrisi Dr. Matthew Lantz Blaylock, PhD, menjelaskan bahwa daya tahan tubuh memiliki tiga fungsi utama. Pertama, melindungi tubuh dari patogen seperti bakteri, virus, dan lainnya.

“Kedua, berfungsi membersihkan sel rusak yang tidak sehat dari tubuh. Ketiga, menolong menjaga tubuh dari partikel asing seperti debu dan polusi yang banyak sekali di kota besar,” ujarnya

Kemudian, lanjut Matthew, sistem daya tahan tubuh ini terbangun dari dua aspek, yaitu genetik dan adaptif. Aspek genetik ini berkontribusi sebanyak 20-30 persen saja dalam membentuk sistem daya tahan tubuh.

Sementaratujuh puluh hingga delapan puluh persennya merupakan dari aspek adaptif.

Artinya, daya tahan tubuh kita sebagian besar tergantung pada pilihan gaya hidup kita, misalnya pola makan dan olahraga.

Karenanya, gaya hidup menjadi bagian yang penting dalam menjaga daya tahan tubuh agar tidak jatuh sakit.

“Pola makan yang sehat terdiri dari makanan yang segar dan alami. Selain itu, pikirkan juga aspek karbohidrat, protein, dan lemak yang termasuk makronutrien,” imbuh Matthew.

Selain itu, tubuh juga membutuhkan energi yang didapat dari vitamin dan mineral. Vitamin dan mineral ini juga berperan penting dalam menjaga daya tahan tubuh.

 

Komentar