Awas, Gangguan Tidur Bisa Parkinson

Penulis: Darmansyah

Rabu, 31 Mei 2017 | 09:31 WIB

Dibaca: 0 kali

Awas, gangguan tidur bisa membuat Anda menderita penyakit Parkinson dan demensia.

Selain itu Anda perlu juga tahu bergerak dalam mimpi termasuk kategori gangguan tidur

Orang yang bergerak saat mimpi kemungkinan berisiko besar mengalami penyakit parkinson atau kerusakan otak dan saraf dan demensia atau penurunan fungsi otak.

Kondisi ini berasal dari area batang otak yang mengendalikan mimpi saat tidur, sebuah sel bernama neuron aktif-REM.

Temuan ini diteliti oleh Dr. John Peever dari University of Toronto, Kanada.

“Kami mengamati bahwa lebih dari delapan puluh  persen orang yang menderita gangguan tidur ini berisiko mengalami parkinson dan demensia.”

“ Penelitian kami menunjukkan, gangguan tidur dapat menjadi tanda peringatan dini untuk berbagai penyakit yang mungkin muncul sekitar lima belas tahun kemudian dalam hidup Anda,” kata dr Peever, dikutip dari EurekAlert! .

Dari hasil temuan ini dr Peever menargetkan, diagnosis gangguan tidur dari sel neuron aktif REM dapat memberi tindakan pencegahan agar mereka tetap sehat.

“Target ini akan memakan waktu bertahun-tahun untuk dikembangkan lebih lanjut. Namun, jika berhasil, kelak bisa membantu ribuan orang menjalani kehidupan yang lebih sehat, sebelum mereka memerlukan perawatan medis serius,” jelasnya.

Hasil temuan dipresentasikan pada  Canadian Neuroscience Meeting, pertemuan tahunan Canadian Association for Neuroscience – Association Canadienne des Neurosciences

Penelitian ini juga didukung Canadian Institute of Health Research dan Natural Sciences and Engineering Research Council di Kanada.

Perlu juga Anda tahu ada beberapa tanda-tanda gangguan tidur kronis.

Mungkin Anda salah satu darinya.

Seperti ditulis  laman Health,  ada beberapa  yang menandakan Anda dilanda gangguan tidur kronis.

Jika Anda sudah tidur delapan jam, namun bangun dengan tubuh yang lelah dan tak segar ini menjadi tanda individu memiliki gangguan tidur.

Beberapa dengkuran mungkin tidak berbahaya namun terdapat juga masalah gangguan tidur yang ditandai dengan dengkuran. Tidur dengan dengkuran membuat saluran napas terhambat dan seketika Anda dapat berhenti bernapas saat tidur.

Tidur siang cukup penting untuk tubuh, selain memberikan suasana yang lebih fresh, tidur siang juga baik untuk melepaskan toksin jahat yang menghambat aktivitas di siang hari.

Masalahnya jika Anda selalu mengantuk di siang hari mungkin tubuh kurang mendapatkan tidur yang cukup atau dilanda gangguan tidur lainnya.

Kesulitan tidur atau mudah tertidur dalam kurun waktu satu bulan, kondisi ini memungkinkan bahwa proses kerja otak terganggu dan menyebabkan keinginan tidur terus menerus.

Individu dengan kondisi ini perlu mendapatkan obat atau terapi khusus untuk mengembalikan kualitas tidur normal kembali.

Kegelisahan yang terjadi pada kondisi depresi, stres,dan sakit kronis mempengaruhi kualitas tidur seseorang.

Lantas, normalnya butuh berapa lama seseorang sebelum bisa tidur?

Ada orang yang baru sebentar saja merebahkan diri ke atas kasur sudah langsung tidur.

Tidak sedikit pula yang membutuhkan waktu lebih lama dari itu.

Nah, normalnya berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk tidur?

Menurut National Sleep Foundation, normalnya ketika seseorang merebahkan diri maka dia akan tidur sekitar sepuluh hingga dua puluh menit kemudian. Jika lebih dari itu atau kurang dari waktu tersebut bisa jadi memiliki gangguan tidur.

Jika setiap kali tidur tubuh membutuhkan waktu lebih dari 20 menit atau bahkan satu jam, itu menandakan tubuh belum siap tidur.

“Bisa karena terlalu banyak mengonsumi kafein, jam biologis tubuh berubah, atau masalah lain seperti jet lag,” tulis pakar dalam website resmi NSF mengutip dari Huffington Post,.

Lalu, bila Anda langsung tertidur setelah mendaratkan kepala ke atas bantal bisa jadi kurang tidur.

Mungkin malam-malam sebelumnya tidur larut malam kemudian harus bangun pagi.

Tidur merupakan aspek penting dalam kehidupan kita.

Bila seseorang memiliki waktu tidur sedikit bisa menyebabkan suasana hati tidak baik, kelelahan, mudah marah, dan sulit berkonsentrasi seperti dikatakan ahli fisiologi klinis dari Bupa’s Cromwell Hospital, Inggris, Julius Patrick.

Patrick pun memiliki saran bagi Anda yang sering mengalami sulit segera tertidur diantaranya:

Hindari ponsel, tablet, atau menonton televisi saat sudah mulai merebahkan diri untuk tidur. Peralatan tersebut memancarkan cahaya biru yang membuat otak untuk terus aktif.

Hidup pasti tak bisa terlepas dari masalah, bukan berarti untuk bisa membuat stres berkepanjangan. Coba lakukan meditasi untuk mengatasi rasa tegang atau pikiran yang karut marut.

Terlalu banyak mengonsumsi kafein bisa membuat sistem saraf terstimulasi sehinggga jadi susah tidur. Asupan kafein biasanya terdapat pada kopi, teh hitam dan hijau, soft drink, cokelat.

Lalu, batasi juga minum alkohol. Meski memberi kesan tidur lebih baik, minum alkohol membuat sering terbangun dan tidur tidak berkualitas.

Jika melewati hari yang menegangkan, cobalah untuk memetakan masalah selama sepuluh menit sebelum tidur. Dengan begitu, Anda bisa tidur dengan tenang.

Ciptakan suasana tempat tidur yang mendukung seperti gelap dan suhu yang nyaman

Komentar