Gangguan Tidur Lumpuh Kekebalan Tubuh

Penulis: Darmansyah

Selasa, 31 Januari 2017 | 08:52 WIB

Dibaca: 0 kali

Peneliti di UW Medicine Sleep Center mengingatkan seseorang yang kekurangan tidur bisa menyebabkan lumpuhnya kekebalan tubuh

Studi tidak main-main.

Mereka  menemukan fakta ilmiah bahwa akibat kurang tidur dapat melumpuhkan sistem kekebalan tubuh seseorang yang memungkinkan banyak penyakit datang menyerang.

Temuan itu diperoleh dari analisa mendalam terhadap pasangan kembar  yang kurang tidur dengan saudaranya  yang lain.

Temuan ini jadi pertama kalinya yang membuktikan bahwa kondisi tidur dapat berpengaruh pada jumlah sel darah putih yang berperan penting dalam kekebalan tubuh.

“Apa yang kami lihat adalah sistem imun berfungsi paling baik ketika mendapatkan tidur yang cukup. Sekitar tujuh jam atau lebih direkomendasikan untuk mendapatkan kesehatan yang optimal,” kata ketua peneliti, Nathaniel Watson.

Para peneliti menggunakan responden kembar lantaran berdasarkan hasil kajian sebelumnya menemukan bahwa pola genetik mempengaruhi perilaku tidur hingga 55 persen.

Penelitian ini juga memilih lebih fokus pada respon kekebalan tubuh dibanding faktor lain seperti perdangan.

Asumsi tersebut berdasarkan penelitian sebelumnya bahwa vaksin yang diberikan kepada orang kekurangan tidur akan memiliki daya tahan tubuh lebih rendah.

Para peneliti mengingatkan bahwa berdasarkan data Centers for Disease Control, masyarakat modern mengalami jumlah tidur lebih sedikit satu setengah hingga dua jam dibanding penduduk seratus tahun lalu.

“Masyarakat modern, dengan punya kendali akan cahaya, teknologi di mana pun, dan semua yang tidak mengenal waktu menyebabkan penurunan jumlah tidur,” tulis penulis.

“Studi ini memberikan bukti lebih lanjut manfaat tidur bagi kesehatan secara keseluruhan dan kesejahteraan, terutama bagi daya tahan tubuh,” kata Watson.

Sebuah studi lainnya  yang dilakukan Divisi Sleep Medicine dari Universitas Harvard, juga menyatakan kekurangan tidur bisa memperburuk suasana hati dan kemampuan  untuk fokus.

Studi tersebut juga dibenarkan oleh studi yang dilakukan oleh seorang psikolog bernama Herbert Freudenberger

Selain memperburuk suasana hati dan fokus, Freudenberger menemukan fakta bahwa kekurangan tidur dapat menyebabkan kehilangan motivasi dan tumbuhnya depresi.

Tidak hanya itu, kurang tidur juga membuat kreatifitas seseorang terhambat.

Pentingnya tidur juga dinyatakan oleh studi dari Universitas Rochester, yang menjelaskan kalau selama proses tidur, otak akan membuang protein beracun yang terbentuk selama terjaga.

Racun tersebut hanya bisa dihapus saat tidur. Itu berarti jika seseorang tidak memiliki jam tidur yang cukup, protein tersebut akan tertinggal dan terus menumpuk.

Setiap orang membutuhkan tujuh sampai delapan jam waktu tidur setiap harinya.

Memaksa diri untuk tidak tidur, walau satu hari, dapat menimbulkan efek pada otak setara dengan membenturkan kepala ke tembok.

Penyakit kronis pun dapat timbul karena kurang tidur, seperti liver, diabetes, dan jantung.

Hal tersebut disebabkan karena orang akan cenderung mengkonsumsi minuman berkafein dan manis untuk membuat tetap terjaga semalaman.

Agar tidak berubah lebih buruk, sebaiknya segera menghentikan kebiasaan mengurangi waktu tidur di malam hari.

Jangan kira gangguan tidur hanya sebagai  sirkadian biasa

Gangguan tidur  dapat mengubah lingkungan eksternal tubuh.

Orang dengan ritme gangguan tidur  memiliki jam tidur lewat tengah malam dan baru bangun sesuai dengan kebutuhan tubuh masing-masing.

Bila mengira ini hanya masalah jam tidur, maka sesungguhnya memiliki gangguan sirkadian berdampak cukup kompleks mulai dari masalah fisiologis hingga sosial.

Tidur itu sebenarnya proses biologis aktif, karena ada komponen terutama hormon yang dikeluarkan saat tubuh tertidur misalnya adalah melatonin.

Melatonin merupakan hormon saraf yang diproduksi oleh otak dan berperan dalam berbagai proses fisiologi seperti tekanan darah, kerja retina mata, kerja ovarium pada wanita, juga daya tahan tubuh.

Beberapa gejala menyertai munculnya pola tidur ‘tidak normal’ ini, mulai dari sensasi jet lag, kelelahan, disorientasi, insomnia, hingga muncul gangguan bipolar dan kardiovaskular.

Efek ke sosial juga ada dari gangguan ini

Orang yang mengalami gangguan sirkadian harus membenahi pola tidur, lantaran belum ada obat yang mampu menanganinya.

Beberapa hal dapat dilakukan untuk mengatasi gangguan sirkadian, seperti mengatur jam tidur sesuai rekomendasi yaitu mulai pukul sembilan malam hingga pukul empat atau lima pagi.

Kemudian menjauhi benda atau hal yang dapat mengganggu tidur seperti gawai, televisi atau pekerjaan.

Komentar