Gangguan Penglihatan Pertanda Diabetes?

Penulis: Darmansyah

Jumat, 8 Februari 2019 | 09:23 WIB

Dibaca: 1 kali

Diabetes termasuk dalam penyakit yang tidak memberikan gejala yang jelas.

Karena alasan inilah banyak penderita penyakit ini yang baru menyadari kondisinya saat sudah cukup parah. Hanya saja, ada anggapan yang menyebut diabetes sebenarnya bisa dideteksi dari kondisi mata.

Apakah anggapan ini sesuai dengan fakta medis?

Pakar kesehatan dr. Rahul Khurana dari Northern California Retina Vitreous menyebut kondisi mata memang bisa menandakan adanya masalah kesehatan tertentu di dalam tubuh.

Khusus untuk diabetes, penyakit ini juga bisa mempengaruhi kondisi mata mengingat kadar gula darah yang tinggi mampu mempengaruhi pembuluh darah menuju mata atau saraf yang ada pada organ penglihatan ini.

Berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan oleh United Healthcare pada lima tahun lalu disebutkan bahwa ada banyak orang yang tidak menyadari jika gangguan penglihatan yang dialaminya disebabkan oleh kondisi diabetes

Namun jika mereka dengan sigap segera memeriksakan kondisi matanya, bisa jadi mereka akan didiagnosis dengan lebih cepat sehingga akan lebih baik dalam mengubah gaya hidup demi mencegah datangnya komplikasi diabetes lain yang berbahaya.

Pakar kesehatan menyebut kadar gula darah tinggi, kondisi yang umum terjadi pada penderita diabetes, memang bisa membuat pembuluh darah yang ada di retina semakin melemah.

Kondisi ini juga akan lebih rentan membuat makula, bagian mata yang memiliki peran besar dalam fokus penglihatan kita, mengalami kebocoran protein.

Hal ini akan berimbas pada terhambatnya aliran oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan oleh mata. Penglihatan penderita diabetes pun akan cenderung semakin menurun dan terlihat buram.

Selain diabetes, dr. Rahul Khurana menyebut ada beberapa penyakit lain yang juga bisa ditandai dengan perubahan kondisi mata.

Jika kita mengalami kondisi mata lelah dan kemerahan meskipun sudah beristirahat dengan durasi waktu yang cukup setiap malam, tidak berlebihan memakai gadget, dan tidak mengonsumsi alkohol, bisa jadi hal ini adalah tanda dari kondisi peradangan yang terjadi pada mata atau dalam dunia medis disebut sebagai uveitis.

Kondisi ini juga bisa menandakan peradangan pada bagian tubuh lainnya. Jika mata sering mengalami gejala ini, sebaiknya segera memeriksakan kondisi kesehatan ke dokter.

Beberapa jenis gangguan saraf layaknya multiple sclerosis (MS) ternyata juga bisa memberikan dampak buruk bagi kondisi mata.

Sebagai contoh, mata bisa saja memberikan sinyal yang tidak tepat sehingga akan membuat kita kebingungan dengan penglihatan sendiri.

Sebagai informasi, saraf optik yang ada di belakang mata memiliki peran dalam mengirim sinyal tentang apa yang kita lihat menuju otak.

Sayangnya, karena terjadi gangguan saraf layaknya peradangan atau optic neuritis, maka kita akan mengalami gangguan penglihatan.

Penyakit yang sering memicu kondisi yang lebih serius seperti stroke atau penyakit jantung ini ternyata juga bisa menyebabkan gangguan penglihatan.

Hal ini disebabkan oleh rusaknya pembuluh darah berukuran kecil yang ada di bagian retina mata. Kondisi ini bisa saja menyebabkan pembengkakan yang akhirnya memicu masalah penglihatan seperti mata buram.

Bahkan dalam beberapa kasus, bisa jadi penderitanya kehilangan kemampuan melihat akibat sudah rusaknya pembuluh darah menuju mata.

Stres ternyata juga bisa menyebabkan gangguan penglihatan. Jika kita bekerja keras atau menatap layar komputer terlalu lama, maka tubuh dan mata juga akan mengalami stres.

Jika sampai mata mengalami kondisi ini, maka di bagian bawah retina akan mengalami penumpukan cairan yang akhirnya berimbas pada pandangan yang buram atau berkabut.

Pakar kesehatan menyebut ada beberapa jenis komplikasi yang paling banyak menyerang penderita diabetes seperti gagal ginjal, amputasi pada beberapa bagian tubuh yang mengalami infeksi, kebutaan, gangguan saraf, hingga penyakit jantung dan disfungsi seksual.

Hanya saja, sekitar delapan puluh persen kematian yang terkait dengan komplikasi diabetes disebabkan oleh penyakit kardiovaskular layaknya penyakit jantung atau stroke.

Berdasarkan sebuah penelitian, ditemukan fakta bahwa penderita diabetes memiliki risiko terkena stroke dan serangan jantung dua kali lebih besar dibandingkan dengan orang yang tidak menderita penyakit ini.

Bahkan, risiko kematian akibat penyakit jantung pada penderita diabetes bisa saja naik hingga empat kali lipat dibandingkan dengan orang sehat.

Bagaimana bisa diabetes terkait dengan penyakit kardiovaskular? Hal ini ternyata disebabkan oleh tingginya kadar gula darah di dalam tubuh.

Gula darah yang ada di aliran darah ternyata mampu merusak bagian dalam pembuluh darah. Hal inilah yang akhirnya mempengaruhi risiko terkena penyakit kardiovaskular.

Selain itu, diabetes juga akan mempengaruhi kondisi lemak darah dengan signifikan, khususnya dalam hal membuat kolesterol jahat lebih mudah memicu penumpukan plak di dinding bagian dalam pembuluh darah sekaligus menurunkan kadar kolesterol baik.

Jika sampai hal ini terjadi, maka pembuluh darah akan mengalami kondisi yang disebut sebagai aterosklerosis atau hilangnya kelenturan pembuluh darah.

Hal ini akan berpengaruh besar bagi risiko hipertensi dan kolesterol tinggi yang akhirnya bisa merusak aliran darah menuju beberapa organ penting layaknya otak atau jantung.

Mengingat komplikasi diabetes bisa menyebabkan kematian atau memicu datangnya masalah kesehatan yang bisa menurunkan kualitas hidup, pakar kesehatan menyarankan penderita diabetes untuk mengubah gaya hidup demi mencegah kedatangannya.

Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegahnya.

Ada banyak sekali cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kadar gula darah tetap normal. Selain dengan melakukan pengukuran kadar gula darah secara teratur dan mandiri di rumah, penderita diabetes juga disarankan untuk lebih berhati-hati dalam mengonsumsi makanan atau minuman.

Jangan sembarangan makan makanan atau minuman dengan kadar kalori atau gula yang tinggi. Selalu pastikan bahwa kadar gizi makanan yang dikonsumsi seimbang. Jika perlu, mereka juga bisa berkonsultasi ke dokter demi mengetahui pola makan yang tepat.

Selain itu, mereka juga sebaiknya menjaga berat badan tetap ideal, rutin berolahraga, dan tidur cukup setiap malam.

Jika dokter meminta penderita diabetes untuk menggunakan suntik insulin, sebaiknya mematuhinya demi membantu pengendalian kadar gula darah dengan baik.

Merokok bisa membuat risiko komplikasi diabetes meningkat mengingat kemampuannya dalam merusak sirkulasi darah dan meningkatkan risiko kerusakan pada saraf, jantung, ginjal, dan pembuluh darah.

Sebagaimana disebutkan sebelumnya, penyakit kardiovaskular adalah komplikasi yang paling sering terjadi pada penderita diabetes.

Karena alasan inilah penderita penyakit ini harus menerapkan gaya hidup sehat demi menjaga tekanan darah dan kolesterolnya berada dalam kondisi normal.

Komentar