Efek Buruknya Jika Kelebihan Olahraga

Penulis: Darmansyah

Kamis, 18 Agustus 2016 | 10:23 WIB

Dibaca: 0 kali

Laman situs “fox news,” hari ini, Kamis, 18 Agustus 2016, menurunkan tulisan yang sedikit mengejutkan tentang efek buruk bagi setiap orang yang memiliki catatan kelebihan berolahraga.

“Setelah seminggu penuh berolahraga, untuk kemudian berhenti,  ternyata lebih banyak bahayanya ketimbang manfaat sehatnya,” tulis “fox news.”.

Mengutip penjelasan Michelle Opperman, seorang direktur kelompok kebugaran di lembaga Crunch, serta Jan Milano, ada efek buruk fisiologis dan psikologis yang dapat muncul ketika seseorang terlalu memforsir dirinya berolahraga setiap hari, tanpa ada jeda atau waktu pemulihan.

Efek tersebut disebut dengan “Sindrom Overtraining.”

Sindrom overtraining bisa mengakibatkan habisnya kadar glikogen

Opperman mencatat bahwa glikogen merupakan sumber energi bagi tubuh untuk melakukan aktivitas. Saat tubuh terlalu lelah akibat setiap hari berolahraga, kadar glikogen dapat berkurang.

Dan ia mengungkapkan, “penurunan glikogen dapat berkontribusi terhadap lemahnya otot, yang berarti otot-otot Anda kelelahan lebih cepat. Sehingga olahraga tak akan maksimal.”

Selain penurunan glikogen akan terjadi peningkatan kortikosteroid

Kortison dan kortisol merupakan hormon stres yang tidak bersahabat bagi penurunan berat badan, dan bahkan dapat menyulitkan pembakaran lemak perut.

Hormon tersebut dapat meningkat saat tubuh tidak diberi kesempatan untuk beristirahat secara total.

Dalam jumlah tinggi, hormon tersebut dapat menekan sistem kekebalan tubuh dengan menghambat reaksi sel-sel tempur untuk melawan penyakit.

Jadi, overtraining bisa menyebabkan seseorang lebih mudah sakit.
Olahraga setiap hari menyebabkan otot tidak dapat melakukan pemulihan, yang mengakibatkan peradangan, pembengkakan, dan nyeri.

Selain membuat tubuh mudah lelah dan gampang sakit, semangat Anda untuk berolahraga juga dapat berangsur menurun akibat kondisi tubuh yang tidak bugar.

Kelelahan otot bukan satu-satunya hal yang dapat ditimbulkan akibat olahraga setiap hari. Kelelahan dan rasa tidak enak badan juga dapat mempengaruhi kesehatan psikologis.

“Penurunan semangat, motivasi, dan keyakinan, ditambah ketegangan, depresi, dan kemarahan yang meningkat, selain mempersulit pemulihan tubuh, akan membuat olahraga terasa tidak menyenangkan,” kata Opperman.

Jadi, manfaatkan satu hingga dua hari selama sepekan untuk libur berolahraga, setelah Anda melakukannya setiap hari dalam seminggu.

Bagi Opperman jalan pagi atau menyusuri jalur sepeda bisa memberikan energi ekstra.

Namun, ia juga mengajurkan latihan tai chi.

“Tidak ada latihan yang lebih baik, menurut pendapat saya, untuk keseimbangan dan fleksibilitas, bahkan untuk menunda penuaan,” kata  rekan Oppenman, Joseph Feurerstein, MD, asisten profesor kedokteran klinis di Columbia University.

Tahun lalu, para peneliti melaporkan bahwa relawan yang terlibat dalam tai chi memiliki sejumlah sel CD 34+ yang lebih tinggi dalam jumlah cukup signifikan ketimbang kelompok yang tidak berolahraga sama sekali.

Itulah kunci awet muda karena CD 34+ merupakan sel yang bertanggung jawab untuk pertumbuhan sel baru dan pembaruan sel dalam tubuh.

Setelah usia tiga puluhan, kekuatan otot mulai menurun dan penurunan massa otot akan benar-benar cepat setelah usia enam puluh limatahun.

Kurangnya otot berisiko yang lebih besar untuk mudah jatuh dan patah tulang.

Tai chi menyediakan cara yang lembut untuk melestarikan otot.

Dalam penelitian yang melibatkan lebih dari lima puluh orang, tai chi dapat meningkatkan nilai para relawan pada tes daya tahan dan kekuatan.

Menurut CDC, hampir lima puluh  persen dari orang dewasa berusia enam puluh lima tahun dan lebih tua memiliki arthritis. Osteoarthritis pada lutut adalah salah satu jenis yang paling umum.

Sementara itu, terapi fisik dapat membantu.

Para peneliti telah menemukan bahwa menambahkan tai chi dalam rutinitas sehari-hari dapat meringankan nyeri lutut.

Sebuah penelitian di Tufts University mengungkapkan bahwa orang yang melakukan tai chi dua kali seminggu mendapatkan nyeri lebih sedikit ketimbang kelompok yang melakukan terapi fisik dua kali seminggu. Plus, kelompok tai chi melaporkan suasana hati yang lebih baik.

Peradangan merupakan upaya tubuh untuk menyembuhkan cedera.

Namun, ketika stres atau kurang tidur sampai ke peradangan, itu dapat meningkatkan risiko gangguan jantung, stroke, diabetes, penyakit autoimun, dan bahkan kanker.

Tai chi dapat menjinakkan respons itu, terutama jika Anda menjadikannya bagian dari kegiatan sehari-hari.

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Biological Psychiatry, peneliti menemukan bahwa gerakan meditasi dari tai chi dapat menghambat jalur sinyal inflamasi, mengurangi peradangan pada usia lima puluh lima tahun lebih.

Komentar