Diet Sehat, Cepat Kurus dan Tahan Lama

Penulis: Darmansyah

Selasa, 3 Juli 2018 | 09:58 WIB

Dibaca: 1 kali

Diet cepat kurus? Secara alami dan juga tahan lama?

Nah laman “alo dokter” menyajikan tulisan menarik tentang ini.

Menurut tulisan terbarunya, “alo dokter” mengingatkan agar Anda tidak mengonsumsi obat-obatan untuk meraih “kurus.”

“Ketimbang mengonsumsi obat-obatan, diet cepat kurus lebih aman dilakukan secara alami, yaitu dengan mengubah gaya hidup yang dijalani,” tulis laman itu.

Meski terdengar menarik, tapi menjalani diet cepat kurus bukanlah hal yang mudah.

Diet cepat kurus sebenarnya kurang direkomendasikan karena selain kurang menyehatkan, diet cepat kurus juga sulit untuk dilakukan secara konsisten.

Seiring berjalannya waktu, Anda mungkin akan mengalami kesulitan dalam mempertahankan perubahan cara makan yang dianjurkan selama diet.

nggu. Jadi meskipun ingin cepat kurus, sebenarnya Anda perlu bersabar dan tekun menjalani diet hingga mencapai berat badan ideal yang diidamkan, namun tetap sehat.

Bagi Anda yang ingin mencoba diet cepat kurus, berikut perubahan gaya hidup yang harus dijalani:

Mulailah hari Anda dengan mengonsumsi menu sarapan yang tinggi akan kandungan protein.

Sebab, makanan berprotein cenderung dapat mengurangi nafsu makan, sehingga keinginan untuk mengonsumsi makanan berkalori dapat berkurang.

Minuman manis mengandung banyak gula dengan kalori yang cukup tinggi, sehingga cenderung dapat menaikkan berat badan.

Dalam menjalankan diet cepat kurus, disarankan untuk menghindari minum minuman yang manis, seperti soda, bir, smoothies, es teh manis, kopi, yoghurt manis, minuman berenergi dan jus buah.

Agar penurunan berat badan mampu berjalan cepat, biasakan konsumsi air putih sekitar 30 menit sebelum makan.

Penelitian menyebutkan, jika cara ini diterapkan selama tiga bulan  bulan secara konsisten, maka penurunan berat badan yang diperoleh akan lebih tinggi hingga empat puluh persen

Kebiasaan ini juga dapat membuat Anda lebih mudah kenyang, tanpa harus makan terlalu banyak.

Makanan yang mengandung serat larut bisa membuat Anda merasa lebih kenyang. Sebuah penelitian menunjukkan, mengonsumsi serat larut dapat mengurangi lemak di area sekitar perut.

Serat larut ini dapat Anda peroleh dari  gandum utuh, kacang-kacangan, biji-bijian, apel, jeruk, dan wortel.

Minuman berkafein, seperti kopi dan teh, memiliki peran dalam menurunkan berat badan.

Sebab, konsumsi minuman berkafein mampu meningkatkan kadar hormon epinefrin dalam tubuh.

Saat kadar hormon epinefrin meningkat,  maka lemak di tubuh akan mudah untuk dipecah, sehingga berat badan akan turun.

Hanya saja perlu dicatat, kinerja dari hormon epinefrin dalam menurunkan berat badan tidak dapat berjalan maksimal tanpa diet yang sehat dan olahraga yang cukup.

Selain itu, pastikan mengonsumsi kopi dan teh tanpa bahan tambahan lain, seperti gula atau krim.

Hindari konsumsi makanan olahan  seperti buah kering, makanan yang telah dibekukan, sereal sarapan, makanan cepat saji, roti, kue, biskuit, sayuran kaleng, dan daging olahan.

Konsumsi  buah, sayuran, ikan dan kacang-kacangan segar lebih disarankan karena lebih sehat dan mengenyangkan.

Orang yang makan cepat cenderung gampang untuk mengalami kenaikan berat badan.

Karena itu, makanlah secara perlahan karena dengan begitu kinerja hormon pencernaan dapat bekerja dengan baik dan merasa lebih kenyang.

Studi menunjukkan, orang yang rutin menimbang berat badan secara berkala cenderung lebih mungkin untuk menurunkan berat badan dan mempertahankannya dalam waktu yang lama.

Kualitas tidur yang buruk rupanya turut andil terhadap kenaikan berat badan. Sehingga penting untuk memastikan tidur cukup setiap hari.

Meski ada berbagai cara diet cepat kurus yang dapat menurunkan berat badan dalam waktu lebih singkat, namun disarankan agar Anda menjalani diet sehat yang menurunkan berat badan secara bertahap.

Diet semacam ini juga lebih dapat bertahan dalam jangka panjang.

Yang tidak kalah penting, diet cepat kurus tidak bisa dilakukan secara sembarangan dan sebaiknya dilakukan di bawah pengawasan dokter gizi.

Jika dilakukan secara tidak benar, ada risiko menderita sakit kepala, sembelit, rambut rontok, dehidrasi, dan malnutrisi.

Komentar