Diet Karbohidrat Bisa Bikin Umur Panjang

Penulis: Darmansyah

Kamis, 7 September 2017 | 09:18 WIB

Dibaca: 0 kali

Ingin umur panjang?

Nah, mulailah dengan diet rendah karbohidrat.

Itulah saran yang ditulis di laman “Indian express” hari ini, Kmais, 07 September.

“Mengonsumsi makanan yang mengandung tinggi lemak, rendah protein, dan rendah karbohidrat tidak hanya membantu penurunan berat badan tetapi juga ditengarai meningkatkan umur panjang dan meningkatkan kekuatan fisik,” tulis media itu..

Mengutip penelitian yang dilakukan baru-baru ini “Indian express,” mengungkapkan studi itu  menggunakan tikus sebagai modelnya.

Dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa rata-rata tikus dengan diet rendah karbohidrat dan tinggi lemak mengalami peningkatan  tiga belas persen dalam rentang hidup.

“Pada manusia, itu akan menjadi tujuh sampai sepuluh tahun. Tapi yang sama pentingnya, tikus tersebut mempertahankan kualitas kesehatan di kemudian hari,” kata ahli gizi Jon Ramsey dari University of California-Davis.

Selain itu Ramsey mengatakan, diet rendah karbohidrat juga meningkatkan daya ingat dan fungsi motorik  atau kekuatan dan koordinasi serta mencegah peningkatan penanda peradangan terkait usia.

Untuk keperluan penelitian ini, si model alias tikus dibagi menjadi tiga kelompok yaitu diet hewan pengerat tinggi, diet rendah karbohidrat dan tinggi lemak, kemudian diet ketogenik

Tujuannya adalah untuk menemukan jalan bagi manusia untuk mendapatkan keuntungan dari asam beta-hidroksibutirat keton  tanpa harus menjalani diet ketat.

Penelitian yang dirinci dalam jurnal Cell Metabolism menyebut memakan makanan diet karbohidrat dan tinggi lemak dapat meningkatkan produksi asam beta-hidroksibutirat keton  yang membantu meningkatkan daya ingat dan meningkatkan umur.

“Studi ini menunjukkan bahwa diet karbohidrat dan tinggi lemak dapat memiliki dampak besar pada rentang hidup dan kesehatan tanpa penurunan berat badan atau pembatasan asupan. Ini juga membuka jalan baru untuk kemungkinan intervensi diet yang berdampak pada penuaan,” kata Ramsey.

Selain itu, lemak yang berlebih tidak bagus untuk kesehatan karena bisa menjadi sumber penyakit seperti sudah dibuktikan oleh beragam studi.

Nah oleh sebab itu ketika kalori sebagai sumber lemak dibatasi, peneliti bisa melihat dampak jangka panjangnya adalah peningkatan usia hidup.

Dalam eksperimen yang dilakukan oleh beragam spesies, pembatasan kalori dalam batas wajar terbukti dapat meningkatkan harapan hidup pada ragi, cacing, lalat, dan tikus.

Terakhir studi yang dilakukan bersama oleh peneliti di University of Wisconsin dan National Institute on Aging juga telah membuktikannya pada empat monyet rhesus .

Monyet rhesus sendiri adalah primata yang rata-rata diketahui memiliki harapan hidup maksimal tiga puluh tahun.

Namun pada studi yang dipublikasi di jurnal Nature Communications empat monyet rhesus yang mendapat perlakuan kontrol kalori mampu hidup sampai berusia empat puluh tahun.

Julie Mattison dari National Institute on Aging mengatakan diet kalori yang dilakukan pada monyet di dalam studi termasuk ketat sehingga kemungkinan sulit dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Studi dilakukan hanya untuk memahami bagaimana pembatasan kalori dapat berdampak pada penuaan sel-sel tubuh.

“Pada akhirnya tujuan utama kita adalah untuk meningkatkan kesehatan manusia,” kata Julie seperti dikutip dari New Scientist

Peneliti mengatakan pembatasan kalori tersebut mulai dilakukan ketika para monyet menginjak usia dewasa.

Kalori penting untuk pertumbuhan sehingga bila makan para monyet sudah dibatasi sejak muda efek yang muncul malah sebaliknya.

Dari masa ke masa, umur harapan hidup manusia tercatat makin panjang. Makin banyak dilaporkan lansia hidup hingga usia seratus tahun ke atas.

Sebuah penelitian di jurnal Nature tahun lalu menyebut bahwa batas umur manusia memuncak pada sekitar seratus lima belas tahun.

Namun penelitian terbaru di McGill University menemukan kesimpulan lain, yakni tidak ada batas umur manusia bisa hidup.

Dengan mengamati harapan hidup dari manusia-manusia paling tua di sejumlah negara, para ilmuwan tidak menemukan ada batasan tersebut. Dan kalaupun ada batasnya, maka saat ini batas tersebut sudah terlampaui.

“Kita tidak tahu seperti apa batas umur manusia. Faktanya dengan memperpanjang tren, kita bisa lihat bahwa harapan hidup maksimal dan rata-rata, terus meningkat jauh di masa mendatang,” kata sang peneliti, Siegfried Hekimi.

Hekimi mencontohkan, orang Kanada yang  rata-rata bisa hidup sampai enam puluh tahun..

“Mustahil untuk memprediksi harapan hidup di masa depan akan seperti apa,” kata Hemiki, dikutip dari Sciencedaily.

Komentar