Diet Nordik, Pola Makan Ala Euro Utara

Penulis: Darmansyah

Jumat, 25 Mei 2018 | 15:22 WIB

Dibaca: 1 kali

Selain terkenal dengan sistem pendidikannya yang ideal, penduduk di negara Skandinavia juga memiliki pola makan yang sehat.

Pola makan ala negara Skandinavia ini disebut juga dengan Diet Nordik.

Diet tersebut direkomendasikan karena sesuai dengan anjuran dari WHO untuk mengonsumsi lebih banyak sumber serat.

Diet Nordik didasarkan pada makanan tradisional orang Eropa Utara, yang menerapkan konsumsi bahan makanan lokal yang berbasis ikan, biji-bijian, sayuran, serta buah.

Berbeda dari diet Mediterania, diet nordik ini lebih bertahan jangka panjang, ramah lingkungan karena mendorong kita untuk makan makanan yang dimasak sendiri.

Pola dietnya lebih banyak protein tanpa lemak, karbohidrat kompleks dan lemak sehat.

Jika diet meditarania memakai minyak zaitun, diet nordik menggunakan minyak kanola dan minyak rapeseed, yang merupakan lemak tak jenuh tunggal.

“Pola diet ini lebih mengutamakan makanan utuh atau tidak banyak diproses, sehingga tidak mengalami penurunan nutrisi,” kata ahli gizi Nichola Ludlam-Raine.

Sejak lama Makanan yang biasa dikonsumsi dalam program diet Nordik kebanyakan bersumber dari bahan pangan di negara Denmark, Finlandia, Islandia, Norwegia dan Swedia.

Makanan seperti daging giling, daging unggas, kacang-kacangan, sayuran akar dan sereal gandum, juga masuk dalam daftar makanan pada pola diet ini.

Diet ini telah ada selama berabad-abad. Namun, kemunculannya baru diakui pada empt belas taun lalu berkat dua koki Nordik bernama René Redzepi dan Claus Meyer.

Mereka berdua merevolusi kosep tersebut untuk restoran Noma, tempat mereka bekerja.

Restoran tersebut menyediakan makanan yang berfokus pada diet makanan hijau. Makanan dalam diet ini juga mengadung gula dan garam yang rendah.

Oleh karena itu, WHO menyatakan jika diet ini dapat menurunkan risiko kanker, diabetes dan penyakit kardiovaskular. Manfaat diet ini dianggap setara dengan diet mediterania.

Mengenai manfaatnya untuk menurunkan berat badan, ahli gizi Rhiannon Lambert mengatakan belum ada penelitian besar mengenai hal ini. “Yang terpenting adalah menerapkan diet seimbang, tidak ada yang ajaib tetang diet nordik,” katanya.

Diet nordik adalah diet rendah gula dan lemak yang dirancang oleh sekelompok ahli gizi, ilmuwan dan koki internasional setelah terinspirasi pola makan penduduk Eropa Utara yang banyak makan ikan.

Maka selain mengurangi gula dan lemak, diet ini juga mengharuskan Anda untuk memperbanyak makan ikan dan makanan laut (seafood) lainnya hingga dua kali lipat.

Keunikan lainnya dari diet nordik adalah Anda juga harus makan lebih banyak buah-buahan beri (buah buni) — seperti anggur, blackcurrant, acai berry, kesemek, goji berry, raspberry, stroberi, blackberry, blueberry, cranberry, arbei, tomat, timun, terong, pisang, semangka, hingga labu.

Secara garis besar, panduan makan diet Nordik sebenarnya mirip dengan diet Mediterania. Keduanya sama-sama mengutamakan menu makanan protein nabati yang kaya akan karbohidrat kompleks, vitamin, mineral, serta antioksidan.

Keduanya juga sama-sama membatasi asupan gula dan lemak jenuh alias lemak trans.

Asupan lemak yang diutamakan dalam kedua diet ini adalah jenis lemak tidak jenuh yang justru baik untuk kesehatan jantung.

Bedanya, diet Mediterania mengutamakan minyak zaitun sebagai sumber utama lemak tak jenuh, sementara diet Nordik menggunakan minyak kanola (minyak rapia).

elain menurunkan berat badan, diet Nordik bermanfaat untuk menurunkan risiko berbagai macam penyakit kronis dan menjaga tekanan darah tetap stabil.

Sebuah penelitian menemukan bahwa menjalani diet Nordik selama 6 bulan secara teratur mampu menurunkan berat badan hingga 23 kilogram, sementara diet lainnya hanya mentok turun 7,2 kg dalam rentang waktu yang sama.

Temuan ini diamini oleh sebuah penelitian terbitan Journal Internal Medicine tahun 2011, yang melaporkan bahwa 6 minggu menjalani diet Nordik mampu menurunkan berat badan 4% lebih banyak daripada cara diet standar.

Dalam American Journal of Clinical Nutrition tahun 2013, sebuah penelitian menunjukan bahwa diet Nordik menurunkan tekanan darah cukup drastis pada orang-orang obesitas dalam kurun waktu 6 bulan.

Beberapa penelitian lainnya juga melaporkan bahwa diet ini mampu membantu menurunkan trigliserida. Tingginya trigliserida dalam darah sering menjadi pertanda obesitas dan sindrom metabolik. Trigliserida tinggi juga meningkatkan risiko stroke, serangan jantung, hingga pankreatitis akut.

Dilansir dari laman Harvard Medical School, memperbanyak konsumsi buah-buahan beri dapat membantu menjaga berat badan dan menurunkan risiko penyakit jantung dibandingkan jika Anda tidak memakannya sama sekali. Pasalnya, buah-buahan beri termasuk tinggi kandungan antosianin.

Antosianin bertindak sebagai antioksidan untuk melawan radikal bebas penyebab berbagai penyakit kronis. Antosianin juga bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah karena membuat pembuluh darah jadi lebih elastis.

Lebih lanjut, antosianin berperan dalam proses antiradang, antivirus, dan diduga berpotensi sebagai agen antikanker.

Komentar