Diet Karnivor Ampuh Turunkan Berat Badan

Penulis: Darmansyah

Senin, 20 November 2017 | 14:44 WIB

Dibaca: 0 kali

Diet merupakan suatu hal yang sering dilakukan, untuk menurunkan berat badan dan memiliki bentuk tubuh yang ideal.

Ada banyak sekali jenis diet yang kita jumpai, salah satunya dengan menurunkan jumlah asupan karbohidrat dan makan makanan dengan tinggi protein.

Cara diet dengan menjadi karnivor ini sering kali disebut juga dengan sebutan tiger diet.

Namun, apakah diet dengan cara seperti ini sehat bagi tubuh?

Diet karnivor dilakukan dengan mengonsumsi makanan yang rendah karbohidrat dan tinggi protein.

Mereka yang melakukan diet jenis ini akan mengurangi asupan karbohidrat sebesar tiga puluh hingga sembilan puluh persen.

Padahal makanan yang mengandung karbohidrat, umumnya juga tinggi serat, vitamin dan mineral lain yang dibutuhkan oleh tubuh.

Sebaliknya, asupan protein akan ditingkatkan. Protein memang merupakan suatu nutrisi yang

Berdasarkan penelitian dalam The Journal of Nutrition, diet dengan mengonsumsi makanan rendah karbohidrat dan tinggi protein memang bisa memicu penurunan berat badan yang lebih cepat dibandingkan dengan mereka yang menggunakan metode diet tinggi serat.

Ini karena diet tinggi protein membuat Anda mengurangi karbohidrat, sehingga tubuh akhirnya menggunakan lemak sebagai sumber energi.

Karena cadangan lemaknya terpakai, berat badan Anda pun akan turun.

Selain itu, protein juga akan memberikan rasa kenyang lebih lama dibandingkan dengan karbohidrat, sehingga Anda dapat mengontrol nafsu makan dan bisa makan dalam jumlah yang lebih sedikit.

Diet karnivor memang bisa membantu Anda turun berat badan. Namun, turun berat badan belum tentu lebih sehat, lho.

Ternyata diet dengan makanan tinggi protein dapat menyebabkan terjadinya beberapa hal yang dapat mengganggu kesehatan. Berikut penjelasannya.

Dalam keadaan normal, tubuh menggunakan glukosa  dari karbohidrat untuk diubah jadi sumber energi.

Dalam diet tinggi protein, Anda tidak akan banyak makan karbohidrat seperti nasi atau kentang.

Karena itu, tubuh akhirnya memecah lemak untuk dijadikan energi.

Namun, ketika tubuh menggunakan cadangan lemak sebagai energi, tubuh juga akan menghasilkan zat bernama keton.

Kebanyakan keton dalam tubuh berisiko menyebabkan ketoasdosis. Kondisi ini ditandai dengan gejala mual, muntah, kulit kering, sering kencing, haus terus, hingga sulit bernapas.

Walau telah terbukti bahwa diet karnivor dapat menurunkan berat badan, diet seperti ini ternyata mungkin meningkatkan risiko terkena penyakit jantung.

Masalahnya, saat Anda memilih makanan tinggi protein, Anda akhirnya meningkatkan asupan kolestrol dan lemak yang tinggi pula karena salah pilih menu diet.

Misalnya kalau Anda mengonsumsi susu, daging berlemak, serta es krim sebagai pilihan menu diet.

Makanan-makanan tersebut dapat menurunkan fungsi pembuluh darah, meningkatkan kadar kolesterol, dan sebenarnya mengandung kalori yang tinggi.

Diet tinggi protein bisa menyebabkan tubuh kekurangan mineral bernama asam fosfat. Alhasil, kemampuan tulang menyerap kalsium pun berkurang.

Selain itu, adanya asupan protein yang tinggi dapat mendorong pembuangan kalsium melalui urine.

Akhirnya, tulang kekurangan kalsium dan menjadi rapuh. Tulang yang rapuh tentu bisa berkembang jadi osteoporosis.

Sebenarnya kunci paling penting untuk menurunkan berat badan bukanlah metode diet yang ekstrem, melainkan kedisiplinan untuk mulai hidup sehat.

Meskipun dilakukan secara pelan-pelan, ya.

Bila Anda memang ingin mencoba metode diet yang satu ini, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter atau ahli gizi.

Tenaga kesehatan akan membantu Anda merancang perubahan pola makan yang paling aman dan sesuai dengan tubuh setiap orang yang tentu berbeda-beda.

Komentar