Coklat dan Teh Pahit Turunkan Kolesterol

Penulis: Darmansyah

Jumat, 16 November 2018 | 15:10 WIB

Dibaca: 1 kali

Makan coklat  dan minum teh pahit bisa turunkan kolesterol?

Ya, kita tentu pernah melihat informasi yang menyebutkan bahwa cokelat bisa menurunkan kadar kolesterol tubuh. Hanya saja, menurut pakar kesehatan, dampak ini ternyata tidak bisa dirasakan oleh semua orang.

Bahkan, bisa jadi efeknya tidak begitu kentara.

Fakta ini terungkap dari sebuah penelitian yang dilakukan oleh dr. Rutai Hui yang berasal dari Chinese Academy of Medical Sciences, Peking Union Medical College, Beijing, Tiongkok.

Bersama dengan rekan-rekan penelitinya, pada sepuluh tahun lalu dr. Hui menemukan fakta bahwa konsumsi cokelat hanya akan memberikan dampak positif bagi kondisi kolesterol bagi orang-orang yang memiliki faktor risiko terkena penyakit jantung.

Selain itu, manfaat ini juga baru bisa didapatkan jika cokelat tidak dikonsumsi dengan berlebihan.

Mengonsumsi cokelat dengan porsi yang sedang dan disertai dengan pola makan yang sehat mampu mencegah masalah kolesterol tinggi bagi sebagian orang.

Fakta ini diperkuat dengan hasil penelitian yang dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutrition.

Dalam penelitian ini, setidaknya sembilan belas ribu  orang dilibatkan.

Mereka diminta untuk mengonsumsi cokelat dengan porsi dan jangka waktu tertentu. Hasil dari penelitian ini adalah, mereka yang rutin mengonsumsi cokelat cenderung memiliki tekanan darah lebih rendah.

Bahkan, risiko untuk terkena stroke atau serangan jantung hingga sepuluh tahun ke depan cenderung bisa ditekan dengan signifikan.

Dr. Hui menyebut konsumsi cokelat mampu menurunkan kolesterol jahat atau LDL hingga lima miligran dL.

Jumlah kolesterol total juga menurun dengan angka yang sama. Hanya saja, tidak semua orang mendapatkan dampak ini. Ada orang yang mengonsumsi cokelat dalam jumlah banyak justru tidak mendapatkan manfaatnya.

Sebaliknya, mereka yang mengonsumsi cokelat dalam jumlah yang sedikit, yakni yang hanya memiliki dua ratus enam puluh miligram polifenol atau kurang, justru mendapatkan manfaat kesehatan ini.

Sebagai informasi, cokelat susu dengan berat satu koma dua puluh lima ons memiliki kadar polifenol sekitar tiga ratus miligram

Menurut dr. Hui, orang sehat cenderung tidak akan mendapatkan manfaat penurunan kolesterol yang berarti dengan rajin makan cokelat.

Meskipun begitu, mereka yang memiliki risiko penyakit jantung seperti para penderita diabetes justru mendapatkan efek penurunan kolesterol ini.

Selain itu, teh pahit juga bisa menurunkan kolesterol jahat

Teh pahit  sendiri masih belum begitu populer di Indonesia.

Hal ini disebabkan oleh kecenderungan masyarakat  yang menyukai teh manis. Bahkan, jika kita memesan minuman teh baik itu teh hangat ataupun es teh di tempat makan, kita biasanya akan otomatis diberi teh manis.

Padahal, teh pahit atau teh tanpa gula tak kalah nikmatnya dibandingkan dengan teh manis dan memiliki manfaat kesehatan yang jauh lebih besar.

Teh pahit masih memiliki rasa teh yang alami, tidak tertutupi oleh manisnya gula. Menurut pakar kesehatan  rajin minum teh pahit bahkan bisa memberikan manfaat kesehatan yang luar biasa, tepatnya dalam menurunkan kadar kolesterol jahat di dalam tubuh.

Di dalam teh pahit ada kandungan zat aktif yang bisa menurunkan kadar kolesterol jahat di dalam tubuh,

Selain minum teh pahit, juga  disarankan untuk menurunkan kadar kolesterol jahat dengan rajin-rajin melakukan olahraga atau melakukan aktivitas fisik lainnya seperti rajin berjalan kaki dan bersepeda ke berbagai tempat. Dengan tubuh yang lebih aktif, maka kolesterol bisa dibersihkan dari peredaran darah.

Selain memperhatikan apa yang kita makan dan minum, kita juga bisa menurunkan kadar kolesterol di dalam tubuh dengan cara menurunkan asupan makanan berlemak dan kaya kolesterol seperti gorengan, daging berlemak, dan makanan cepat saji.

Selain itu, pastikan untuk memperbanyak asupan sayuran dan buah-buahan karena bahan makanan ini kaya akan kandungan serat dan fitosterol yang mampu mencegah penyerapan kolesterol di dalam usus. Hal ini tentu akan berimbas positif bagi kadar kolesterol di dalam tubuh.

Sudah menjadi rahasia umum jika kolesterol tinggi terkait dengan penyakit jantung koroner dan stroke.

Jika sebelumnya penyakit ini identik dengan asalah kesehatan di usia tua, kini semakin banyak anak muda yang juga mengalaminya. Hal ini disebabkan oleh gaya hidup tidak sehat yang diterapkan oleh anak muda dan remaja.

Komentar