close
Nuga Sehat

Cegah Diabetes dan Hindari Makanan Ini

Anda tentu tak ingin menjadi penderita diabetes.

Ya, siapa pula yang menginginkan penyakit diabetes.

Nah, untuk menghindari penyakit akut ini makan perlu Anda tahu tentang makanan yang memicunya.

Semua tahu bahwa manusia memperoleh berbagai nutrisi dari makanan dan minuman untuk bertahan hidup.

Namun, tidak semua makanan atau minuman yang dikonsumsi selalu menyehatkan tubuh. Salah satu penyakit yang disebabkan oleh pola hidup yang buruk adalah diabetes.

Menurut Healthline, Dr. Isaac Eliaz, kepala Amitabha Medical Clinic di California, Amerika Serikat mengatakan,

“Jika Anda ingin mengurangi risiko terkena diabetes tipe 2, perubahan pola makan harus menjadi bagian dari strategi, bersamaan dengan olahraga dan mengatur stres.”

Jenis makanan dan minuman yang harus dihindari adalah minuman yang menaikkan kadar gula darah dan memengaruhi asupan kebutuhan kalori harian.

Ini berarti Anda tetap boleh mengonsuminya, tetapi asupannya harus dikurangi dan disesuaikan dengan kebutuhan harian

Diabetes selalu jadi momok yang menakutkan. Komplikasi yang disebabkan bisa mengancam nyawa.

Di dunia, diperkirakan ada sekitar dua ratus empat puluh limajuta orang berjuang melawan diabetes. .

Diabetes terjadi ketika tubuh tak dapat menggunakan insulin–salah satu bagian penting dari sistem metabolisme tubuh–dengan baik.

Gaya hidup tak sehat menjadi ‘terdakwa’ dari tak berfungsinya insulin dalam tubuh ini. Khususnya gaya hidup dalam memilih makanan. Dalam European Journal of Nutrition, disebutkan bahwa terlalu banyak mengonsumsi makanan cepat saji dapat meningkatkan risiko diabetes tipe-2.

Jika seseorang ingin menurunkan risiko diabetes, maka ada baiknya untuk mulai getol melakoni diet sehat yang diisi oleh makanan-makanan bergizi. Dengan catatan, usaha itu harus dilakukan berbarengan dengan aktivitas olahraga dan manajemen stres.

Berikut jenis makanan yang bisa meningkatkan risiko diabetes diambil dari berbagai sumber.

Ketika sumber karbohidrat diolah, vitamin dan mineral yang ada di dalamnya tentu akan hilang.

Kalori tanpa nutrisi ditambah dengan kandungan gula tinggi merupakan pelaku utama penyebab diabetes. Sebiasa mungkin, Anda perlu menghindari makanan jenis ini.

Sifat karbohidrat olahan yang mudah dicerna membuat makanan ini dapat menyebabkan lonjakan gula darah dan kadar insulin. Seiring berjalannya waktu, kondisi itu bakal berujung pada diabetes tipe-2.

Dalam Archives of Internal Medicine yang dipublikasikan di JAMA Network, disebutkan bahwa pola makan tinggi karbohidrat olahan meningkatkan risiko diabetes tipe-2 sebesar 21 persen.

Untuk mengurangi risiko itu, artinya Anda perlu membatasi asupan makanan karbohidrat olahan seperti roti, biskuit, dan pasta.

Sudah jadi rahasia umum bahwa minuman manis dengan kandungan gula tinggi menjadi penyebab utama diabetes tipe-2. Gula, sebagaimana diketahui, dapat menyebabkan resistensi insulin.

Mengutip Healthline, meminum satu hingga dua gelas minuman manis per hari dapat meningkatkan risiko diabetes tipe-2 sehingga dua puluh enam  persen.

Untuk tetap terhidrasi, Anda bisa mengurangi konsumsi minuman manis dan memperbanyak air mineral untuk tubuh.

Kolesterol tinggi merupakan salah satu faktor risiko diabetes tipe-2. Sementara lemak jenuh diketahui mampu meningkatkan kadar kolesterol dalam darah.

Lemak jenuh dapat ditemukan di sejumlah sumber makanan seperti daging, mentega, susu, dan keju.

Berbeda dengan lemak jenuh, lemak trans merupakan salah satu bentuk dari lemak tak jenuh yang bisa membawa Anda pada risiko diabetes. Umumnya, lemak trans ditemukan dalam makanan kemasan dan makanan yang digoreng atau dipanggang dengan minyak.

Untuk menghindari lemak trans, Anda bisa menggunakan minyak zaitun saat menggorang.

Daging merah, baik yang olahan atau tidak, sama-sama terkait dengan diabetes tipe-2.

Sebuah penelitian dalam The American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa 3 ons daging merah per hari dapat meningkatkan risiko diabetes tipe-2 hingga sembilan  persen. Sementara konsumsi daging olahan bisa meningkatkan risiko hingga lima puluhsatu persen.

Untuk itu, ada baiknya jika Anda beralih pada sumber protein yang mampu meningkatkan kesehatan seperti ikan. Atau, jika Anda ingin merasakan nikmatnya daging merah, Anda bisa mengombinasikannya dengan semangkuk sayur.