Benarkah Telat Makan Bisa Masuk Angin?

Penulis: Darmansyah

Senin, 10 September 2018 | 09:13 WIB

Dibaca: 2 kali

Banyak orang sengaja melewatkan jam makan supaya bisa menurunkan berat badan atau karena terlalu sibuk.

Padahal, hal ini tidak baik untuk kesehatan. Telat makan bikin lemas dan muncul sensasi tidak enak badan.

Kondisi inilah yang sering disebut masuk angin. Telat makan dikatakan menjadi salah satu penyebab masuk angin.

Namun, apa benar begitu?

Yuk, simak penjelasan ini.

Sebenarnya dalam dunia medis, tidak ada istilah masuk angin.

Masuk angin diartikan sebagai kumpulan gejala dari kombinasi dua jenis gangguan kesehatan, yaitu maag dan flu.

Gejala ini termasuk badan terasa pegal-pegal, perut kembung, begah, atau sakit perut, buang angin terus-menerus, mual, batuk, merasa kedinginan, dan demam.

Masuk angin adalah kombinasi gejala dari maag dan flu.

Gejala maag yang paling umum adalah perut begah, sakit perut, dada terasa perih, dan sering sendawa. Sementara itu, gejala flu termasuk sakit tenggorokan, pilek, batuk, hidung tersumbat, dan demam.

Terkadang, flu juga dapat membuat Anda nyeri otot atau pegal-pegal.

Nah, telat makan atau melewatkan jam makan bisa menganggu kesehatan Anda.

Tubuh Anda memiliki jam biologis tubuh yang disebut ritme sikardian.

Ritme sirkadian adalah jadwal kerja atau shift kerja bagi setiap organ tubuh manusia, termasuk organ-organ pada sistem pencernaan Anda.

Jadi bila Anda makan tidak teratur, ritme sikardian akan terganggu sehingga Anda mengalami berbagai gejala.

Saat Anda telat makan, Anda akan mengalami kram perut.

Biasanya kram perut terjadi akibat penyakit lambung, refluks asam lambung, atau tukak lambung.

Bahkan saat Anda melewatkan jam makan dan membiarkan perut Anda kosong, lalu baru makan lagi setelah perut kosong dalam waktu yang lama, perut menjadi kembung dan kelebihan gas yang disertai dengan sakit perut.

Keluhan-keluhan seputar pencernaan dan badan lemas inilah yang sering dianggap masuk angin.

Jadi memang bisa dikatakan bahwa telat makan menjadi penyebab beberapa gejala masuk angin.

Namun, telat makan sendiri tidak akan menyebabkan flu. Penyakit flu disebabkan oleh infeksi virus influenza dalam tubuh, bukan karena Anda makan tidak teratur.

Selain memicu penyakit lambung, telat makan juga bisa memengaruhi sistem pencernaan Anda.

Telat makan atau makan tidak teratur dapat menurunkan energi yang digunakan untuk mencerna dan menyerap makanan. Telat makan dapat menganggu pencernaan Anda.

Sistem pencernaan melakukan pengolahan makanan terus-menerus selama delapan hingga sepuluh jam, sehingga saat Anda makan tidak teratur, tubuh juga tidak dapat menyuplai nutrisi secara teratur ke seluruh organ dan sel.

Metabolisme tubuh juga ikut melambat untuk menyimpan kalori dalam tubuh agar bisa dibakar dalam waktu yang lama.

Hal ini akan membuat Anda lebih mudah lelah, lemas, lesu, bahkan mood Anda jadi tidak baik. Aktivitas Anda pun jadi ikut terganggu.

Selain itu, makan tidak teratur justru dapat meningkatkan berat badan Anda. Ritme sikardian mengatur sinyal lapar dan kenyang yang dapat menjaga berat badan Anda tetap ideal.

Saat Anda makan tidak teratur, tubuh Anda jadi bingung sebenarnya Anda sudah kenyang atau masih lapar.

Bisa-bisa Anda pun akan tetap makan banyak meskipun sudah kenyang.

Apalagi kalau Anda melewatkan sarapan atau makan siang, kemungkinan besar ketika Anda akhirnya makan, Anda jadi kalap dan makan kebanyakan. Inilah yang lantas membuat angka timbangan Anda naik.

Kebiasaan telat makan memang terlihat sepele, tapi tahukah Anda jika kebiasaan buruk ini akan berdampak pada kesehatan tubuh?

Ada  beberapa hal yang terjadi jika Anda sering telat makan.

Menurut Evelyn Tribole, penulis buku Eating on the Run, pasokan glukosa pada otak menjadi terganggu dalam waktu empat hingga enam jam sejak jam makan terakhir.

Saat pasokan level glukosa rendah, berarti tubuh jadi kurang efisien untuk menjalankan fungsi normalnya.

Nah, jika ini terjadi, Anda akan lebih rentan mengalami kelelahan, lemah, lesu, dan bahkan jadi sering murung. Hal ini dikarenakan gula darah yang rendah akan mempengaruhi memori, konsentrasi dan juga kinerja mental atau fisik Anda.

Metabolisme tubuh akan terus berjalan meskipun jila Anda sedang dalam kondisi beristirahat.

Fungsinya untuk membakar kalori dan mengubahnya menjadi energi. Tingkat metabolisme tubuh ini ditunjang oleh asupan kalori.

Itu sebabkan Anda mengonsumsi kalori dengan jumlah cukup untuk menunjang proses pembakaran energi.

Nah, jika Anda telat makan, maka secara otomatis metabolisme tubuh jadi ikut melambat untuk menyimpan kalori dalam tubuh agar bisa dibakar dalam waktu yang lama.

Dampaknya, Anda akan merasakan lemas dan tak bertenaga, sehingga aktivitas lainpun jadi ikut terganggu.

Makan teratur memiliki banyak manfaat untuk fisik dan juga pencernaan.

Tapi, Banyak orang kerap menunda bahkan melewatkan waktu makan karena berpikiran hal tersebut bisa jadi jalan menurunkan berat badan. Padahal, hal ini justru berbahaya.

Pasalnya, telat makan bisa menyebabkan gangguan sistem pencernaan seperti irritable bowel syndrome yang mengacu pada kumpulan gejala kronis distress lambung, termasuk kram perut dan nyeri, sembelit atau diare, serta kembung.

Penyakit ini bisa disebabkan akibat adanya iritasi pada usus yang disebabkan karena pola makan yang salah.

Selain perut kram, penyakit berbahaya lain yang bisa muncul jika Anda sering telat makan adalah tukak lambung atau peradangan pada lambung.

Dalam kasus ini, lambung terluka atau mengalami iritasi yang ditimbulkan oleh cairan lambung pada mukosa lambung.

Gejala yang terjadi, umumnya Anda akan mengalami nyeri hebat yang menjalar hingga ke ulu hati setelah makan.

Seperti diungkapkan dalam Journal of the American Medical Association, stress akibat melewatkan waktu makan dan jam tidur yang salah berkontribusi meningkatkan beban asam duodenum atau usus dua belas jari, yang menjadi penyebab berkembangnya atau memperburuk gejala penyakit tukak lambung.

Sering mengalami nyeri pada perut dan melewatkan waktu makan bisa jadi sebagai tanda-tanda bahwa Anda mengalami stress.

Hal ini dikarenakan, saat berhadapan dengan faktor stress secara fisik maupun mental, tubuh akan merespon dengan reaksi perlawanan alami.

Seperti diungkapkan oleh Georgetown University Helath Education Services, bahwa bentuk-bentuknya bisa seperti lupa makan, sakit kepala, cemas dan mengalami kram perut

Komentar