Benarkah Ngemil Malam Bisa Bikin Gendut?

Penulis: Darmansyah

Jumat, 8 September 2017 | 07:45 WIB

Dibaca: 0 kali

Ngemil larut malam?

Lantas!

Bikin gemuk?

Ya. Itulah pertanyaan mencuat yang kita dengan tentang makan pada larut malam  yang bisa membuat tubuh semakin tambun atau terkena insomnia.

Perilaku itu juga katanya akan membentuk kita pada kebiasaan makan yang buruk. Saat perut bunyi pada tengah malam, tentunya kita akan mengambil kudapan untuk disantap.

Apakah ngemil malam hari itu buruk?

Laman situs global terkenal “huffington post” belum lama ini  bekerja sama dengan “sleep number” mengundang  para ahli diet dan pakar tidur untuk mencari kebenaran tentang alasan mengapa kita sering lapar pada tengah malam.

Bagaimana ngemil malam hari mempengaruhi reaksi kimia tubuh.

Penelitian juga akan mencari tahu jenis-jenis snack apa saja yang dapat dimakan tengah malam namun tidak membuat gendut.

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Obesity menemukan bahwa para sukarelawan yang diteliti selama dua minggu mengaku merasa paling lapar pada malam hari.

Tidak masalah kapan mereka bangun, berapa banyak porsi makan mereka pada siang hari, dan kapan mereka makan untuk terakhir kalinya, mereka tetap merasa paling lapar pada malam hari.

Yang lebih menarik lagi, para sukarelawan itu menginginkan makanan-makanan berlemak, manis, asin, dan makanan tidak sehat lainnya.

Mereka justru tidak memiliki keinginan untuk makan buah, sayuran, atau biji-bijian.

“Banyak alasan rumit seseorang ngemil malam hari,” ujar seorang ahli nutrisi, pelatih kesehatan holisitik, dan penulis buku Nourish to Flourish, Suzanne Jezek-Arriaga.

“Terkadang seseorang ngemil karena bosan, atau tubuhnya tidak bisa mendapatkan nutrisi yang cukup. Biasanya kita terlalu banyak makan makanan manis, junk food, karbohidrat, dan tidak mengonsumsi cukup lemak sehat dan protein pada siang hari. Efeknya, tubuh akan kelebihan insulin sehingga merasa lapar,” tambahnya.

Selain itu, Jezek-Arriaga mengatakan bahwa hormon kortisol (yang mengendalikan pelepasan gula darah dari hati) juga bisa “disalahkan” untuk rasa lapar pada malam hari.

“Jika kita stres, tingkat kortisol juga bisa naik. Hal itu akan membuat kita lapar dan membuat kadar gula darah dan insulin meningkat,” katanya.

Kadar kortisol biasanya turun di malam hari, tapi saat Anda begadang bisa menyebabkannya kadar kortisol meningkat lagi.

Bisa dikatakan, ngemil pada malam hari bisa membawa banyak penyakit, bukan sekadar berat badan bertambah, ujar seorang ahli diet di Medifast Weight Control Centers of California, Cara Walsh.

Menurut sebuah studi di Denmark, makan pada larut malam juga bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti asam lambung.

Yang terburuk, yaitu bisa menyebabkan kanker esofagus.

Penelitian lain juga menunjukkan bahwa kalori yang masuk ke tubuh pada larut malam cenderung disimpan sebagai lemak.

Mungkin itu sebabnya ngemil tengah malam dapat menyebabkan kegemukan.

Jadi, bagaimana caranya agar kita tidak mengambil makanan saat seharusnya tidur?

Tehzeeb Lalani, sorang pemilik sebuah pusat konseling nutrisi bernama Scale Beyond Size mengatakan, kita harus menulis gaya hidup kita dan makan sesuai dengan itu.

“Kita sering mendengar bahwa kita seharusnya tidak makan setelah pukul 6 atau 7 malam. Tapi, maksud dari kalimat itu adalah penyesuaian gaya hidup,” kata Lalani.

“Makan malam pada pukul enam sore bukanlah masalah bagi orang-orang yang tidur pada pukul sepuluh malam.”

“ Tapi hal itu merupakan sebuah jebakan bagi orang-orang yang masih bangun pada pukul satu malam. Pada tengah malam, Anda akan merasa sangat lapar dan membuka kulkas untuk menambah kalori,” tambahnya.

“Lebih baik makan malam setidaknya dua jam sebelum tidur untuk pencernaan yang baik.”

Jika Anda tidak bisa tidur sebelum ngemil, hampir semua ahli diet punya solusinya.

Mereka merekomendasikan untuk memakan makanan yang mengandung  kalori dan tinggi protein. Sebisa mungkin Anda mencari cara untuk mengurangi asupan kalori pada siang hari.

Snack yang baik untuk dimakan pada tengah malam adalah snack dengan campuran karbohidrat kompleks dan protein seperti greek yogurt dengan tambahan buah beri atau sepotong roti whole grain dengan selai kacang.

Hindari makanan yang terlalu berlemak, pedas, manis, atau asam, dan juga yang mengandung kafein atau alkohol karena bisa menyebabkan gangguan pencernaan.

Komentar