Garam “Haram” untuk Hipertensi?

Penulis: Darmansyah

Senin, 15 Februari 2016 | 15:09 WIB

Dibaca: 0 kali

Garam “haram” untuk penderita hipertensi atau tekanan darah tinggi?
Jawabannya pasti akan diamini dengan “koor,” iya.

Betulkah garam secara keseluruhan “haram” untuk penderita darah tinggi?

Jawabannya ilmiahnya, boleh juga “nggak.”

Namun begitu, secara medis konsumsi garam dapat menahan cairan di dalam tubuh sehingga menyebabkan volume darah meningkat.

Namun, bukan berarti orang yang hipertensi tidak boleh mengonsumsi garam sama sekali.

Mengurangi konsumsi garam bukan berarti tidak makan garam sama sekali.

Tidak dianjurkan selalu makan yang tawar semua.

Tubuh bisa lemas hingga hilang kesadaran jika berpantang garam terlalu ketat.

Konsumsi garam per hari yang dianjurkan hanya dua ribu miligram natrium/sodium atau lima gram garam, yang setara dengan satu sendok teh.

Sayangnya, kebanyakan orang tak menyadari batasan konsumsi garam sehingga terjadi kelebihan dalam tubuh.

Kalau makanannya sudah terasa asin, berarti garamnya terlalu banyak. Stop kalau terasa asin.

Lantas apa dampak dari mengharamkan garam.

Jawabannya, menurunkan kualitas hidup.

Garam juga penting bagi tubuh, tapi jangan berlebihan. Kuncinya adalah keseimbangan dalam kehidupan ini.

Sebenarnya bukan hanya faktar garam sebagai pengingkit dari hipertensi.

Usia, stres, gaya hidup, dan genetika juga bisa mengambil peran

Memang, membatasi asupan garam adalah salah satu cara untuk menurunkan resiko tekanan darah.

Untuk Anda tahu, garam mengandung sodium yang diperlukan oleh tubuh kita untuk fungsi otot, saraf, serta untuk mengelola tekanan dan volume darah.

Akan tetapi kebanyakan dari kita pada umumnya terlalu tinggi mengkonsumsi garam daripada jumlah yang disarankan setiap hari.

Pada kebanyakan masakan, kurang garam tentu tak nilkmat.

Pada beberapa orang, tanpa menambahkan garam meja pada masakan seperti soto atau bakso dirasa kurang nikmat.

Dan kebanyakan makanan restoran dan makanan kaleng atau olahan seringkali mengandung garam yang sangat tinggi sodium atau natrium – yaitu sekitar delapan puluh persen dari garam yang kita makan berasal dari sumber-sumber ini.

Ketika tubuh kita mendapatkan asupan garam yang terus meningkat, maka volume darah akan meningkat dan dapat meningkatkan beban kerja pada jantung.

Arteriosclerosis, kerusakan pada ginjal, masalah pembuluh darah, serangan jantung, dan stroke adalah beberapa kondisi dari resiko hipertensi.

Asupan sodium yang berlebihan bukanlah merupakan satu-satunya penyebab dari tekanan darah tinggi.

Bagi kebanyakan orang, hipertensi disebabkan karena faktor genetik. Dan dampak asupan garam yang tinggi terhadap tekanan darah juga ditentukan secara ginetik pada kebanyakan orang.

Usia dan dan keturunan masing-masing berperan kepada bagaimana tekanan darah kita merespon terhadap asupan garam yang tinggi. Karena faktor-faktor genetik, pada beberapa orang lebih mungkin mengalami tekanan darah tinggi jika diet mereka tinggi garam .

Seiring dengan bertambahnya usia, garam juga lebih mungkin untuk menyebabkan peningkatan tekanan darah.

Fungsi ginjal akan menurun seiring dengan bertambahnya usia, sehingga tubuh akan lebih sulit dan membutuhkan waktu lebih banyak untuk mengeluarkan garam yang berlebihan.

Berat badan dan kurangnya olahraga juga merupakan faktor penentu penting jika membicarakan masalah tekanan darah tinggi.

Cara untuk mencegah hipertensi dan membangun kembali keseimbangan ginjal adalah dengan mendapatkan cukup kalium dari makanan Anda.

Kalium bermanfaat membantu ginjal untuk membuang kelebihan cairan. Banyak jenis buah-buahan dan sayuran yang mengandung tinggi kalium, seperti pisang, kentang, atau produk susu rendah lemak .

Mengurangi asupan garam yang berlebihan tidak hanya bermanfaat untuk menurunkan darah tinggi, tetapi juga akan meningkatkan kesehatan Anda secara keseluruhan.

Hipertensi/tekanan darah tinggi adalah silent killer karena penyakit ini sering kali datang tanpa gejala apapun.

Garam adalah hal yang sering dipersalahkan ketika seseorang mengidap hipertensi.

Bahkan, setelah diagnosa pertama, si penderita pantang untuk mengonsumsi garam dalam jumlah yang berlebih.

Garam tidak hanya biang kerok untuk masalah hipertensi yang bisa mengganggu fungsi jantung tetapi juga organ lain seperti ginjal.

Nah, bagaimana sebenarnya cara garam meningkatkan tekanan darah?

Untuk mengetahui cara garam menstimulasi tekanan darah tinggi maka kita perlu mengenal apa itu tekanan darah tinggi/hipertensi.

Hipertensi adalah keadaan dimana darah yang mengalir dalam pembuluh darah lebih cepat dan keras dari yang seharusnya.

Tekanan keras pada pembuluh yang sebenarnya tidak diperlukan akan membuat pembuluh darah melemah.

Garam dalam jumlah yang normal memang diperlukan tubuh untuk menahan cairan agar ketika dalam cuaca panas atau selepas berolahraga, tubuh dapat mengeluarkan keringat.

Namun, dalam kasus lain jika garam yang dikonsumsi berlebihan, ginjal yang bertugas untuk mengolah garam akan menahan cairan lebih banyak daripada yang seharusnya di dalam tubuh.

Banyaknya cairan yang tertahan menyebabkan peningkatan pada volume darah seseorang atau dengan kata lain pembuluh darah membawa lebih banyak cairan.

Beban ekstra yang dibawa oleh pembuluh darah inilah yang menyebabkan pembuluh darah bekerja ekstra yakni adanya peningkatan tekanan darah di dalam dinding pembuluh darah.

Kelenjar Adrenal memproduksi suatu hormon yang dinamakan Ouobain.

Dan kelenjar ini akan lebih banyak memproduksi hormon tersebut ketika seseorang mengonsumsi terlalu banyak garam.

Faktanya, hormon ouobain ini berfungsi untuk menghadirkan protein yang menyeimbangkan kadar garam dan kalsium dalam pembuluh darah.

Namun, ketika konsumsi garam meningkat, produksi hormon ouobain rupanya mengganggu keseimbangan kalsium dan garam dalam pembuluh darah.

Untuk itu, kalsium dikirimkan ke pembuluh darah untuk menyeimbangkannya kembali.

Kalsium dan garam yang banyak inilah yang menyebabkan penyempitan pembuluh darah dan tekanan darah tinggi.

Konsumsi garam berlebih membuat pembuluh darah pada ginjal menyempit dan menahan aliran darah.

Untuk itulah, ginjal memproduksi hormon Renin dan Angiostenin agar pembuluh darah utama mengeluarkan tekanan darah yang besar sehingga pembuluh darah pada ginjal bisa mengalirkan darah seperti biasanya.

Perlu diingat bahwa sebagian orang sensitif terhadap garam sehingga mengonsumsi garam sedikit saja akan menaikkan tekanan darah.

Membatasi konsumsi garam sejak dini akan membebaskan Anda dari hipertensi

Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah penyebab utama penyakit jantung dan stroke. Untuk itu tekanan darah harus dikontrol.

Komentar