Bedanya Serangan Jantung Pria dan Wanita

Penulis: Darmansyah

Kamis, 24 Desember 2015 | 10:43 WIB

Dibaca: 0 kali

Anda ingin tahu beda serangan jantung antara pria dan wanita?

Kalau ia simaklah tulisan dari hasil penelitian yang dilaporkan oleh media terkenal dunia Independent.

Serangan jantung?

Kasus ini bisa terjadi ketika kelainan irama jantung dan tiba-tiba berhenti berdetak.

Meski demikian, hanya beberapa pasien dapat bertahan hidup dari gangguan tersebut.

Sehingga, sulit menentukan apakah orang-orang yang mengalaminya juga memiliki gejala yang sama.

Para peneliti di Institut Jantung Cedars-Sinai di Los Angeles percaya bahwa sebetulnya tanda tanda peringatan telah ada, tapi diabaikan oleh pasien.

Gejala-gejala serangan jantung yang berpotensi menyelamatkan jiwa, kerap diabaikan selama berjam-jam, berhari-hari, bahkan berminggu-minggu sebelum seseorang terkena serangan, berdasarkan sebuah studi.

Dilaporkan oleh Independent, serangan jantung terjadi ketika kelainan irama jantung dan tiba-tiba berhenti berdetak.

Meski demikian, hanya beberapa pasien dapat bertahan hidup dari gangguan tersebut. Sehingga, sulit menentukan apakah orang-orang yang mengalaminya juga memiliki gejala yang sama.

Mereka juga melakukan wawancara dengan orang-orang yang menyaksikan serangan jantung, termasuk teman-teman dan keluarga pasien.

Mereka menemukan, setengah dari pasien paruh baya melaporkan mengalami nyeri dada atau sesak napas di bulan yang sama sebelum serangan jantung terjadi.

Banyak di antara mereka mengalami gejala dalam kurun waktu 24 jam sebelum serangan.

Sementara, beberapa menyadari adanya perbedaan dalam kondisi mereka sekitar satu minggu, yang lainnya satu bulan sebelum serangan jantung.

Nyeri di dada adalah gejala serangan jantung yang umum terjadi pada pria. Pada perempuan, gejalanya adalah sesak napas. Gejala lainnya termasuk pingsan dan jantung berdebar.

“Saat panggilan gawat darurat dilakukan, sebanyak sembilan puluh persen orang sudah terlambat melakukannya,” kata Sumeet Chugh dari Institut Jantung Cedars-Sinai di Los Angeles, yang memimpin studi.

Clifton Callaway, spesialis dalam pengobatan darurat di Universitas Pittsburgh memuji temuan tersebut. Dia berharap, publik tidak melewatkan tanda-tanda serangan jantung yang hadir.

“Nyeri di dada, sesak napas, itu adalah gejala di mana Anda harus segera menuju ke unit gawat darurat dan diperiksa,” kata Callaway, yang memimpin Asosiasi Jantung Amerika

Serangan jantung bisa menimpa pria dan wanita meskipun rasionya lebih besar terjadi pada lelaki.

Sakit atau nyeri yang dirasakan saat serangan jantung muncul sangat berbeda antara pria dan wanita.

Ketahui nyeri bagian mana saja yang berbeda antara pria dan wanita saat kena serangan jantung.

Serangan jantung atau yang juga dikenal dengan myocardial infraction adalah kematian otot jantung mendadak akibat adanya pembekuan darah pada arteri koroner.

Pakar jantung C Noel Bairey Merz, M.D mengatakan sakit yang dirasakan saat serangan jantung terjadi berbeda antara pria dan wanita.

“Gejala yang timbul bisa secara signifikan berbeda antara wanita dan kaum laki-laki,” kata Merz yang juga ketua American College of Cardiology’s Prevention and Cardiovascular Diseases Committee, seperti dikutip dari Medicinenet

Perbedaan itu salah satunya karena wanita memiliki jantung dan arteri lebih kecil dari pria. Akibatnya selama serangan jantung, wanita dan pria menunjukkan gejala yang berbeda.

Banyak wanita tidak menyadari gejala penyakit jantung yang menghampirinya.

Selain merasakan hal yang berbeda dengan yang dirasakan pria, gejala serangan jantung pada wanita memiliki ciri yang berbeda dengan yang menyerang pria.

Parahnya, gejala ini jarang disadari oleh wanita sebagai gejala serangan jantung.

Salah satu gejala yang berbeda adalah gejala mirip dengan flu.

Bila rasa sakit di dada hampir dirasakan baik pria maupun wanita ketika mengalami serangan jantung, namun memiliki gejala seperti flu, hanya dialami wanita.

Gejala yang muncul pun hampir sama seperti terkena penyakit flu seperti kelelahan, nafas pendek, pusing, dan kesulitan tidur.

Gejala ini sering tidak disadari oleh perempuan karena mereka sering melakukan pengabaian.

Sebagian dari mereka mengira, gejala itu adalah gejala dari perubahan hormon dalam tubuh, ujar Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, Jenifer Ashton yang juga senior kontributor di situs abc news health.

Dalam tulisannya, Ashton menyebut para pasien wanita malah mengkonsultasikan gejala mirip flu ini ke dokter ginekologi dibandingkan kepada dokter jantung.

Bahkan banyak pasien saya yang mengira bahwa itu adalah gejala menopause dan tidak memberikan perhatian pada jantung mereka sama sekali, kata Ashton.

Menurut Ashton, perbedaan gejala serangan jantung antara pria dan wanita disebabkan oleh perbedaan hormon dan perbedaan ukuran pembuluh yang menyuplai darah ke jantung.

Meskipun penelitian tentang gejala serangan jantung antara pria dan wanita masih berjalan, namun Asosiasi Jantung Amerika sudah memberikan peringatan sejal awal, agar para wanita mewaspadai gejala serangan jantung ini.

Setiap perempuan diminta sadar akan keadaan dirinya, bila sudah merasakan nyeri di dada, mengalami gejala seperti flu, dan tidak bisa tidur, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.

Komentar