Bayam Kalah Sehat Dibanding Kangkung?

Penulis: Darmansyah

Minggu, 24 Mei 2015 | 18:47 WIB

Dibaca: 0 kali

Bayam kalah sehat dibanding kangkung? Ya, begitulah yang diungkapkan ahli gizi Fiona Hunter.

Menurutnya, meskipun bayam mengandung zat besi, tapi sayuran hijau ini ternyata sulit dicerna tubuh dan bisa menyebabkan masalah penyakit serius.

Lantas sayuran apa yang mengandung zat besi dan aman dikonsumsi?

Menurut Ahli gizi Fiona Hunter, bayam mengandung asam oksalat yang bersama-sama dengan kalsium membentuk senyawa yang tak larut dan tak dapat diserap tubuh.

Lebih dari itu, asam oksalat dan garamnya yang larut air dapat membahayakan tubuh.

“Asam oksalat tak hanya mencegah penyerapan kalsium tapi juga dapat membahayakan, karena senyawa tersebut bersifat toksis. Pada dosis tertentu, asam oksalat dapat menyebabkan masalah pada pencernaan hingga kematian,” kata Hunter, seperti dikutip the Telegraph.

Hunter mengatakan, tidak semua sayuran hijau mengandung asam oksalat. Sayur kangkung misalnya, merupakan sumber zat gizi yang lebih baik dibandingkan bayam.

Apakah bayam harus dingkirkan dari menu sehat.

Tentu tidak. Walau pun bayam dikenal menyehatkan karena kandungan zat besi yang berperan penting terhadap kinerja sel darah merah baik mengangkut oksigen ke seluruh tubuh dan produksi energi tubuh, namun, disarankan untuk secukupnya saja mengonsumsi bayam.

Kandungan oksalat yang tinggi pada bayam, seperti dilansir BBC Good Food, membuat ancaman terhadap kesehatan seperti batu ginjal dan berbagai nyeri.

Sekitar delapan puluh persen penderita batu ginjal pada orang dewasa, oksalat jadi penyebab utamanya. Oleh karena itu batas normal adalah minimal lima puluh miligram oksalat.

Selain itu, oksalat yang berlebih bisa menghambat penyerapan nutrisi penting seperti kalsium.
Padahal kalsium merupakan mineral penting untuk tubuh mulai dari kesehatan tulang dan menyehatkan jantung.

Menurut peneliti dari Rush University di Chicago, sayuran berdaun hijau ini bisa menurunkan risiko fungsi kognitif seperti pikun saat usia senja.

Seperti dikutip Times Of India, bayam ternyata membantu mencegah penurunan fungsi kognitif, terlepas dari faktor-faktor lain seperti pendidikan, latihan dan sejarah medis keluarga.

Peneliti mengungkapkan manfaat sayuran hijau pada otak kemungkinan berasal dari vitamin.

Peneliti utama dalam studi ini, Martha Clare Morris mengatakan, selama ini belum ada studi lain yang pernah mengamati kaitan vitamin K dengan kemampuan kognitif.

“Hanya sedikit penelitian yang menemukan kaitan fungsi kognitif dengan lutein,”kata Morris.

Penelitian lain bahkan menyebutkan, justru asam folat dan beta karotenlah yang bisa memperlambat penurunan fungsi kognitif. “Namun untuk mencegah Alzheimer dan demensia, konsumsi sayuran berdaun hijau bisa menjadi kunci untuk melindungi otak,” ungkapnya.

Seorang Profesor dari Lund University, Swedia, Charlotte Erlanson – Albertsson menemukan ekstrak bayam yang disebut tilakoid dapat mengurangi nafsu makan dan bisa membantu mencegah obesitas.

Melansir laman News, Charlotte mengatakan bahwa tilakoid merupakan bagian dari kloroplas,organ tumbuhan yang berfungsi menyerap cahaya matahari dalam proses fotosintesis.

Tilkoid dalam daun hijau inilah yang diyakini dapat memperlambat peroses penyerapan lemak.

Dalam penelitiannya, Charlotte melibatkan lima belas orang yang setiap pagi makan bayam dan semuanya melaporkan bahwa mereka menjadi lebih mudah menahan godaan saat ingin mengemil.

Meski bayam bisa membantu diet Anda, tapi Charlotte mengatakan bahwa makan bayam saja tidak cukup untuk menurunkan berat badan.

dari berbagai sumber media kesehatan

Komentar