Bahayanya Tak Menghabiskan Obat Resep

Penulis: Darmansyah

Rabu, 3 Mei 2017 | 15:02 WIB

Dibaca: 1 kali

Pernahkan Anda berhenti meminum obat karena merasa bahwa tubuh sudah merasa sembuh dan tak sakit lagi?

Jika pernah, sebaiknya hilangkan kebiasaan tersebut.

Penggunaan obat yang tidak sesuai dosisnya akan semakin memberikan kekebalan pada kuman atau virus yang ada di dalam tubuh dan justru membuat kondisi tubuh Anda semakin lemah.

Penting untuk tanya ke dokter mana obat yang harus habis atau tidak

Jenis obat yang seharusnya dihabiskan meski seseorang telah merasa sembuh adalah antibiotik.

Bukan tanpa alasan seorang dokter memberikan antibiotik kepada pasiennya dengan kadar atau dosis yang berbeda-beda.

Antibiotik itu harus habis, kalau bukan antibiotik boleh berhenti lebih cepat.

Lantas mengapa orang saat ini lebih mudah sakit, karena kebanyakan orang masih salah dalam penggunaan antibiotik untuk kesehatannya.

Akibatnya, antibiotik yang dikonsumsi justru semakin memberi kekebalan pada virus yang ada di dalam tubuh, sementara tubuh itu sendiri semakin lemah.

Kita itu lebih mudah sakit, kenapa?

Karena kuman itu sekarang semakin kuat karena penggunaan antibiotik yang tidak rasional. Akibatnya kuman menjadi kebal dan penyakit akan susah disembuhkan.

Selain itu,  masyarakat modern juga cenderung sering sakit karena semakin dimanjakan dengan gadget yang membuat mereka tidak melakukan gerak tubuh sesering mungkin.

“Dengan gaya hidup kita sekarang, tidak sekuat orang-orang zaman dahulu, kita kebanyakan pakai gadget, jarang beraktifitas fisik, jenis makanan yang dimakan kurang sehat, hal-hal itu membuat kita menjadi lemah.”

“Kuman semakin kuat tetapi kitanya semakin lemah, itu sebetulnya yang menjadi masalah saat ini,” terang Ariani.

Penggunaan antibiotik haruslah dilakukan secara benar.

Hentikan kebiasaan membeli antibiotik sendiri ke apotik, kalaupun membeli di apotik harus disertai dengan resep dokter.

Kita harus berbuat benar dengan antibiotik, minum antibiotik itu harus sampai habis, antibiotik itu beda dengan obat lain. Antibiotik itu tidak boleh kelebihan dosis, apalagi kalau kurang itu jauh lebih berbahaya.

Antibiotik itu harus sesuai dengan dosisnya, jika kuman yang menyerang banyak sementara antibiotik sedikit maka kumannya tidak akan mati.

Antibiotik sendiri mempunyai fungsi untuk membunuh bakteri atau virus lain penyebab infeksi di tubuh.

Obat ini diminum dua sampai tiga kali dalam sehari untuk mempercepat proses penyembuhan. Tidak jarang diantara kita sudah sembuh sebelum obat antibiotik habis diminum.

Kondisi ini membuat seseorang malas menghabiskan obat antibiotik yang tersisa karena menganggap tubuhnya sudah sehat dan tidak perlu lagi minum obat. Tindakan ini sebenarnya berbahaya bagi tubuh.

Dalam resepnya, dokter sudah menyarankan Anda untuk selalu menghabiskan obat antibiotik yang diresepkan.

Tidak menghabiskan obat antibiotik berarti memberi kesempatan kepada bakteri untuk kembali berkembang.

Hal ini justru akan membuat penyakit bisa kambuh dan itu malah semakin berbahaya bagi kesehatan tubuh Anda.

Ternyata selain bakteri yang akan tumbuh lagi, akibat lain yang bisa ditimbulkan karena tidak menghabiskan obat antibiotik adalah infeksi yang bisa kambuh lagi.

Kambuhnya penyakit dalam rentan waktu yang singkat justru malah berbahaya bagi kesehatan.

Menurut pakar kesehatan, obat antibiotik tidak akan bekerja secara maksimal jika tidak dikonsumsi sesuai standar yang sudah ditetapkan.

Sebenarnya dosis dokter yang sesuai resep itulah yang bisa bekerja maksimal.

Sehingga jika Anda menghentikan konsumsi antibiotik tersebut, maka efeknya tidak akan Anda dapat secara maksimal. Karena dosis tersebut sudah disesuaikan dengan kebutuhan tubuh manusia.

Selain dapat membuat bakteri bisa tumbuh kembali, konsumsi antibiotik yang kurang juga tidak mampu mendukung kekuatan sistem kekebalan tubuh.

Sehingga sistem kekebalan tubuh Anda masih lemah dan penyakit dapat dengan mudah lahir kembali di tubuh Anda.

Memulihkan diri dari penyakit adalah hal yang penting. Dan itu adalah salah satu tugas dari obat antibiotik.

Sehingga jika Anda tidak menghabiskannya, maka proses pemulihan akan berlangsung lebih lama.

Dengan menghabiskan obat antibiotik Anda, maka Anda akan menghindarkan tubuh Anda dari penyakit yang sama. Namun jika obat ini masih ada di lemari anda, maka dikemudian hari akan mudah terkena virus yang sama.

Inilah mengapa anda diharuskan menghabiskan obat antibiotik yang diresepkan dokter. Jadi, Anda masih punya obat antibiotik? Maka segera habiskan menurut petunjuk yang sudah diresepkan dokter.

Namun terkadang orang-orang tidak menghabiskan antibiotik yang telah diberikan oleh dokter karena telah merasa sehat ketika baru meminum beberapa butir obat.

Apakah Anda termasuk salah satu orang yang tidak menghabiskan antibiotik yang diberikan oleh dokter ketika sedang berobat ?

Itu merupakan salah satu perilaku buruk yang dapat membahayakan kesehatan Anda. Ketahuilah bahaya dari kebiasaan tersebut agar Anda dapat menghindari melakukan perilaku buruk tersebut.

Ada beberapa alasan yang menyebabkan orang tidak mau menghabiskan antibiotik yang diberikan dokter :

Tidak suka minum obat menjadi salah satu alasan sebagian orang. Banyak yang tidak menyukai minum obat-obat karena rasanya yang pahit. Namun ketahuilah bahwa obat tersebut membantu tubuh untuk melawan infeksi.

Tidak sedikit orang yang tidak mau menghabiskan obatnya karena berfikiran bahwa kebanyakan minum obat karena akan menyebabkan kelebihan dosis. Padahal obat tersebut harus dihabiskan.

Pemikiran seperti ini sangat keliru karena obat yang diberikan oleh dokter telah sesuai dosis yang mampu untuk membunuh bakteri yang menyebabkan terjadinya infeksi.

Sudah merasa sehat menjadi alasan yang paling sering digunakan oleh sebagian besar orang.

Umumnya orang akan meminum semua obat yang diberikan oleh dokter sesuai dosis ketika sedang merasa sakit, namun ketika sudah merasa sehat orang tersebut akan berhenti mengkonsumsi obat yang diberikan dokter tersebut.

Padahal obat yang diberikan dokter merupakan obat-obat yang harus dihabiskan seperti obat golongan antibiotik.

Ketika orang tersebut telah merasa sehat, sebenarnya bakteri yang menyebabkan terjadinya infeksi tidak semuanya terbunuh melainkan hanya sebagian saja yang terbunuh serta yang lainnya pingsan sehingga suatu saat akan menyebabkan infeksi ulang.

Setelah mengetahui berbagai alasan yang menyebabkan orang tidak mau menghabiskan antibiotik yang diberikan oleh dokter, apa alasan Anda untuk tidak menghabiskan antibiotik ?

Komentar