Awas!! Serangan Jantung Bisa Kapan Saja

Penulis: Darmansyah

Senin, 25 September 2017 | 10:08 WIB

Dibaca: 0 kali

Serangan jantung?

Ya, menurut laman situs “hello sehat,” hari ini, Senin, 25 September, ia bisa datang kapan saja. Bisa di waktu santai, serius atau sedang tidur.

“Serangan jantung bisa datang kapan saja dan di mana saja,” tulis “hello sehat” mengingatkan.

Sedang tidur?

Ya, bahkan ketika Anda tertidur pulas di malam hari.

Karena seringnya datang “tak diundang”, tingkat kematian akibat serangan jantung saat tidur pun cukup tinggi.

Oleh sebab  itu, Anda harus mewaspadai gejala awal dari serangan jantung yang mungkin terjadi saat Anda tidur.

Apa saja gejala dan tanda dari serangan jantung saat tidur?

Serangan jantung adalah kondisi yang terjadi ketika aliran darah yang kaya akan oksigen tiba-tiba terhambat ke otot jantung, sehingga jantung tidak mendapat oksigen.

Serangan jantung dapat disebabkan oleh penyakit jantung koroner.

Penyebab lain terjadinya serangan jantung namun kurang umum adalah penyempitan pada arteri jantung yang memotong aliran darah.

Di samping itu, serangan jantung dapat juga terjadi karena adanya robekan di arteri jantung.

Serangan jantung seringkali mendadak tanpa menimbulkan gejala atau tanda apapun. Jika ada, biasanya sangat sedikit dan Anda harus peka dengan apa yang terjadi pada tubuh.

Pasalnya jika aliran darah tidak dipulihkan dengan cepat, bagian dari otot jantung akan mulai mati.

Serangan jantung, juga disebut dengan infark miokard adalah kejadian gawat darurat yang dapat berakibat fatal jika tidak ditangani secepatnya.

Lalu, apa saja tanda awal dari serangan jantung saat tidur yang harus Anda waspadai?

Jika waktu tidur Anda di malam hari dalam beberapa hari belakangan ini terganggu, mungkin bisa jadi tanda awal akan munculnya serangan jantung di kemudian hari.

Biasanya hal ini disertai dengan rasa lelah yang berlebihan selama seharian. Namun, justru ketika malam hari tubuh sulit untuk tertidur.

Apabila Anda mengalami hal ini, sebaiknya periksakan diri ke dokter karena bisa saja kondisi tersebut berkaitan dengan kesehatan jantung Anda.

Selain itu banyak berkeringat di malam hari padahal cuaca sedang tidak gerah adalah pertanda awal serangan jantung, terutama pada wanita.

Namun, gejala serangan jantung saat tidur ini sering disalahpahami sebagai gejala menopause.

Jika Anda terbangun dari tidur dan seprai Anda basah kuyup, atau Anda tidak bisa tidur nyenyak karena Anda terus berkeringat, ini bisa menjadi pertanda serangan jantung.

Kalau Anda bangun di pagi hari kemudian merasa detak jantung Anda tidak normal, tak seperti biasanya, maka sebaiknya jangan menunda untuk memeriksakan diri ke dokter.

Pasalnya, detak jantung yang tak normal bisa jadi tanda awal dari serangan jantung.

Bila detak jantung tak normal berlangsung selama setidaknya 5 menit, segerakan untuk pergi ke bagian gawat darurat, karena kondisi ini dapat membahayakan nyawa Anda.

Sakit di bagian dada adalah tanda yang paling umum  dari serangan jantung. Gejala ini hadir dari tingkatan yang ringan hingga parah.

Namun, lebih sering muncul dengan rasa sakit yang ringan, sehingga banyak orang yang tak menghiraukannya.

Padahal, gejala ini dapat diartikan sebagai gejala awal dari gangguan jantung yang mungkin Anda miliki.

Pasien yang mengalami gangguan jantung, biasanya juga merasakan rasa tidak nyaman dan nyeri pada seluruh tubuhnya, terutama bagian tangan, leher, punggung, dan perut.

Selain itu, diiringi juga dengan napas yang pendek.

Bila memang Anda mengalami hal ini, apalagi dalam frekuensi yang sering, maka segerakan untuk berkonsultasi dengan dokter Anda.

Lantas apa yang harus kita lakukan untuk mengantisipasinya?

Kunci jantung sehat adalah dengan tetap bergerak dan menghindari berdiam diri seperti duduk terus menerus. Idealnya, untuk mendapatkan detak jantung yang sehat kita bisa  latihan aerobik 30 menit selama lima hari dalam satu pekan. Kendati demikian, setiap gerakan akan bagus untuk jantung Anda, jadi tetaplah bergerak.

Banyak makanan yang bisa Anda makan sebagai ganti makanan yang menyebabkan obesitas, naiknya tekanan darah, atau meningkatnya risiko penyumbatan pembuluh karena kolesterol.

Anda bisa menambahkan sayuran dan buah-buahan ke dalam menu untuk menaikkan konsumsi serat.

Tidak dapat membayangkan makanan kesukaan Anda tanpa tambahan garam di dalamnya?

Seiring berjalannya waktu, Anda dapat melatih selera dengan menyesuaikan makanan rendah sodium, sehingga risiko tekanan darah tinggi yang memicu serangan jantung juga berkurang.

Merokok bukan hanya merusak paru-paru, tapi juga berdampak negatif pada kesehatan jantung Anda.

Sekali Anda berhenti merokok, peluang terkena penyakit jantung akan menurun secara drastis.

Memutuskan kebiasaan merokok memiliki dampak positif bagi kesehatan Anda secara menyeluruh.

Tanyakan dokter, apakah Anda kelebihan berat badan. Obesitas sejatinya meningkatkan resiko serangan jantung, gagal jantung dan diabetes.

Menu sehat dengan porsi yang diperhatikan serta olahraga rutin adalah cara terbaik untuk menjaga kesehatan Anda.

Kolesterol tinggi salah satu faktor utama terkena serangan jantung.

Jika Anda belum memeriksa tingkat kolesterol selama dua tahun, mulai sekarang periksa untuk mengetahui apakah Anda beresiko terkena penyakit jantung.

Selain itu peningkatan gula darah yang mengarah pada diabetes merupakan faktor kuat serangan jantung. Tanya pada dokter, apakah Anda beresiko.

Jika Anda prediabetes (kondisi di mana kadar gula darah Anda lebih tinggi dari biasanya) atau memiliki tanda-tanda diabetes, mengubah gaya hidup adalah langkah yang penting.

Stres  juga merupakan salah satu resiko kuat serangan jantung, terutama bagi perempuan. Cobalah untuk meditasi, yoga atau berdiam diri selama sepuluh menit setiap hari.

Berhati-hatilah dengan stres dalam hidup Anda dan berikan perhatian lebih pada jantung Anda.

Komentar