Awas!! Lelaki Itu Gampang Pikun

Penulis: Darmansyah

Sabtu, 30 Mei 2015 | 20:42 WIB

Dibaca: 0 kali

Pikun? Ya, itu gejala umum yang dialami oleh orang-orang yang berumur di atas enam puluhan. Lantas siapa yang paling mudah terkena penyakit “pelupa” ini?

Penelitian terbaru menyatakan para pria lebih rentan mengalami pikun dibanding wanita.

Selama bertahun-tahun, penelitian terus menunjukkan bahwa memori kita, terutama memori jangka pendek dan memori menengah terus menurun walau usia belum begitu lanjut.

Hal ini juga dikaitkan dengan penyebab penyakit Alzheimer yang dapat menindas daya ingat kita habis-habisan.

Berdasarkan penelitian Ronald Petersen, Direktur Klinik Mayo, Pusat Penelitian Penyakit Alzheimer di Rochester, Amerika, yang diterbitkan dalam Jurnal Neurologi, ditemukan bahwa penurunan kognitif tahap ringan 1,5 kali lebih sering ditemukan pada pria dibanding wanita.

Penelitian ini sekaligus menunjukkan peranan gender dalam proses penurunan daya ingat.

Pria mungkin mengalami penurunan kognitif lebih awal dalam kehidupan, tapi prosesnya secara bertahap. Sedangkan wanita pada usia lanjut mungkin transisi dari memori normal ke demensia terjadi lebih cepat.

Untunglah proses penurunan daya ingat ini bisa dicegah. Penelitian lain mengungkapkan bahwa membaca dan latihan otak lainnya dapat menunda penurunan kognitif. Tetapi sekalinya ada tanda-tanda demensia, tampaknya tahap menuju demensia menjadi lebih cepat apabila tidak dicegah sebelumnya.

Penelitian yang dilakukan Petersen ini, . Mereka diwawancarai tentang memori dan riwayat kesehatan mereka. Para peneliti juga menguji memori dan kemampuan berpikir peserta.

Hasilnya, hampir empat belas persen dari peserta yang diuji mengalami melemahnya kemampuan kognitif tahap ringan. Sementara sepuluh persen telah mengalami demensia, kehilangan fungsi kognitif yang paling sering disebabkan oleh penyakit Alzheimer.

Dan ketika dipisahkan berdasarkan gender, sembilan belas persen laki-laki memiliki mengalami penurunan daya ingat tahap ringan dibandingkan dengan empat belas persen wanita.

Sementara peserta yang terdiri dari orang-orang dengan tingkat pendidikan rendah dan yang tidak pernah menikah memiliki tingkat melemahnya kemampuan kognitif tahap ringan lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang sudah menikah atau yang berpendidikan tinggi.

Selain mengungkap perbedaan gender dalam memori, Petersen menemukan bahwa hampir seperempat dari orang tua mengalami masalah memori atau demensia sehingga diperlukan pengobatan yang lebih baik dibanding teknik pengobatan saat ini

Robert Madigan, profesor psikologi di Universitas Alaska merupakan pakar di bidang memori.

Dalam karirnya yang telah lebih dari empat dekade, Madigan menemukan bahwa kemampuan mengingat manusia sebenarnya semakin baik, tapi masih banyak hal keliru yang dipercaya terkait dengan memori.

“Salah satu kesalahpahaman adalah kemampuan memori kita tidak berubah,” kata Madigan dalam buku terbarunya How Memory Works and How to Make It Work for You.

Sebagian orang memang sering kesulitan dalam mengingat dibanding yang lain. Namun menurut Madigan bukan berarti kita tidak bisa memperbaikinya. “Ini seperti olahraga. Jika Anda ingin daya ingat lebih kuat, Anda harus melatihnya,” katanya.

Lantas bagaimana cara cara melatih agar terhindar dari pelupa.

Materi apa pun yang sedang Anda pelajari, ambilah jeda setiap beberapa waktu. Sayangnya orang tak selalu melakukan ini karena kebanyakan orang merasa akan lebih mudah jika mereka langsung memasukkan semua informasi ke otak dalam satu sesi.

Mengingat nomer telepon yang tampaknya sangat tidak beraturan memang seperti hal yang mustahil. Triknya sebenarnya sederhana, buatlah asosiasi dengan sesuatu yang punya arti. Misalnya saja tanggal ulang tahun, hari jadi, atau hal-hal bermakna lain yang mirip dengan nomer telepon.

Untuk mengingat nama, lakukan hal yang sama. Misalnya, jika orang yang baru Anda kenal adalah Brad, bayangkan aktor Brad Pitt. Cara lain, saat pertama mendengar namanya, dengarkan dengan baik lalu ucapkan lagi namanya. Contohnya, “Hai Brad, senang berkenalan denganmu.”

Menuliskan dalam selembar kertas apa yang ingin Anda ingat, baik itu nomor telepon atau nama seseorang, ternyata akan lebih mudah melekat dalam ingatan. Sebaiknya tuliskan dengan pulpen, karena gerakan fisik seperti menulis lalu membacanya akan membantu mengumpulkan informasi.

Bila Anda perlu mengingat untuk mengambil laundry sepulang menjemput anak di sekolah, berikan informasi secara spesifik pada otak Anda.

Jangan hanya mengatakan pada diri sendiri Anda akan mengambil laundry, tapi sebutkan Anda harus belok dua kali setelah lampu merah lalu lokasi yang dituju ada di sebelah kanan.

Penelitian menunjukkan, bahkan saat kita tidak memikirkannya, memori yang spesifik seperti itu akan lebih kuat dalam ingatan bawah sadar dan muncul saat kita memerlukannya.

Meski Anda merasa memiliki daya ingat yang kuat, tak perlu ragu untuk mengalih dayakan beberapa hal pada teknologi.

“Kita tak perlu mengingat semua hal karena kita bisa mengalihkannya pada teknologi,” katanya.

Untuk mencegah lupa dimana menaruh kunci, kacamata, atau benda kecil lainnya, Anda bisa selalu meletakkan kunci di tempat yang sama. Dengan demikian Anda tak akan mencarinya lagi. Cara lain, ucapkan dengan keras dimana Anda menaruh kunci. Jadi saat Anda sedang mencarinya, memori Anda akan lebih kaya.

Komentar