Apel? Makanlah Dengan Kulitnya

Penulis: Darmansyah

Kamis, 12 September 2013 | 14:48 WIB

Dibaca: 7 kali

Apel? Ya!! Buah yang mengklaim banyak kandungan zat alami, dan menjadi sangat favourit di berbagai belahan Bumi. Apel adalah salah satu sumbu dari riset yang terus menerus dilakukan, dan setiap kali ditemukan manfaatnya bagi tubuh.

Riset terakhir ilmuwan University of Iowa mengklaim, tidak hanya daging buah apel yang mengandung segudang manfaat, tapi kulitnya juga mengandung zat alami yang dapat meningkatkan pembakaran kalori dan menurunkan risiko obesitas.

Temuan ini tentu menimbulkan harapan, mengingat obesitas dan penyakit terkait seperti diabetes dan pelemakan hati menjadi masalah kesehatan global.

Jurnal kesehatan PLoS ONE, merilis hasil temuan ilmuwan ini dengan mengungkapkan senyawa alami yang terkandung dalam kulit apel dikenal dengan nama asam ursolat.

Dalam kajiannya, tim yang dipimpin Christopher Adams dari Fraternal Order of Eagles Diabetes Research Center, University of Iowa, mempelajari dua kelompok tikus yang diberi diet tinggi lemak selama beberapa pekan. Setengah dari hewan ini menerima asupan asam ursolat, sementara sisanya tidak.

Yang menarik adalah, tikus yang diberi asam ursolat cenderung mengonsumsi lebih banyak makanan berlemak ketimbang tikus yang tidak mendapatkan suplemen dan tidak ada perbedaan aktivitas di antara kedua kelompok tersebut.

Hasilnya menunjukkan, tikus yang diberi asam ursolat cenderung sedikit mengalami penambahan berat badan, sementara tingkat kadar gula dalam darah mereka juga mendekati normal. Tikus yang diberi asam ursolat juga tidak mengalami masalah terkait obesitas dan perlemakan hati.

“Dalam studi ini, kami menguji kerja asam ursolat pada tikus yang memiliki diet tinggi lemak, menggunakan model tikus yang obesitas dan sindrom metabolik. Sekali lagi, kami melihat asam ursolat mampu meningkatkan rangka otot. Menariknya, senyawa ini juga dapat mengurangi obesitas, pra-diabetes, dan perlemakan hati.

Peneliti juga mengaku terkejut karena mengetahui bahwa asam ursolat mampu meningkatkan kadar lemak coklat (brown fat) dan pembakaran kalori. Seperti diketahui, peningkatan kadar lemak coklat dalam tubuh dapat membantu melindungi diri dari obesitas.

Peneliti percaya, lemak coklat hanya dimiliki oleh bayi, yang kemudian hilang selama masa kanak-kanak. Namun, hasil teknik pencitraan yang lebih baik menunjukkan bahwa orang dewasa sebetulnya juga memiliki sedikit kandungan lemak coklat yang terdapat di antara leher dan tulang belikat.

Beberapa penelitian telah menghubungkan peningkatan kadar lemak coklat dengan rendahnya tingkat obesitas dan tingkat sehat dari kadar gula darah dan lipid (lemak) darah. Hal ini memperlihatkan bahwa lemak coklat dapat membantu mencegah obesitas dan diabetes.

“Studi kami menunjukkan bahwa asam ursolat meningkatkan otot rangka dan lemak coklat untuk meningkatkan pembakaran kalori, yang pada gilirannya melindungi diri dari obesitas, pra-diabetes, dan perlemakan hati berlemak,” kata Adams.

“Lemak coklat sangat bermanfaat dan banyak orang telah berusaha mencari cara untuk meningkatkannya. Pada titik ini, kita tidak tahu bagaimana asam ursolat bisa meningkatkan lemak coklat.

Yang terpenting adalah kita tidak tahu apakah asam ursolat akan menguntungkan orang-orang. Langkah selanjutnya adalah kami akan menentukan apakah asam ursolat dapat membantu pasien,” tutupnya.

Untuk itu para ilmuwan mengingatkan kepada mereka yang makan apel untuk menghentikan kebiasaan mengupas kulit buah sebelum memakan apel. Anda hentikan kebiasaan tersebut. Karena cara untuk mendapatkan nutrisi yang paling optimal dari apel yaitu dengan memakannya bersama kulitnya.

Menurut Tanya Zucketbrot, pakar diet tersertifikasi dari New York, sangat disayangkan untuk membuang kulit apel sebelum memakannya. Alasannya, terkandung banyak nutrisi bermanfaat dalam lapisan terluar buah apel ini.

Ilmuwan itu menyebut Kulit apel mengandung vitamin A yang memperbaiki penglihatan dan pertumbuhan sel. Selain itu kulit apel juga mengandung vitamin C yang mendukung sistem imunitas yang kuat dan meningkatkan produksi kolagen untuk kulit yang sehat. Tak hanya itu, kandungan vitamin K yang tinggi padanya juga membantu pembekuan darah. Kandungan folatnya juga bermanfaat untuk pembentukan sel-sel baru.

Disamping itu terdapat kandungan mineral seperti yang dihasilkan oleh studi dari University of Illinois, yang mengungkapkan kulit apel merupakan sumber mineral-mineral penting bagi tubuh, seperti kalsium, potasium, dan fosfor.

Kalsium dan fosfor merupakan mineral penting untuk tulang dan gigi yang kuat. Sementara potasium dibutuhkan untuk kesehatan sel-sel tubuh, jantung, dan sistem pencernaan.

Masih ada lagi kandungan lainnya,. Kulit apel mengandung serat larut dan tidak larut sekaligus, dan sekitar dua pertiga kandungan serat pada apel berada di kulitnya. Serat memiliki fungsi yang sangat banyak bagi kesehatan, dari mulai menurunkan kadar kolesterol, meningkatkan kesehatan pencernaan, hingga membantu pengontrolan berat badan. Rata-rata apel berukuran sedang mengandung 4,4 gram serat, dan akan berkurang saat tidak dimakan bersama kulitnya.

Yang terakhir, jurnal itu menegaskan, kulit apel memiliki senyawa fitokimia seperti flavonoid dan asam fenolik yang membantu tubuh memerangi radikal bebas. Radikal bebas diketahui dapat merusak sel dan menyebabkan penyakit. Memakan apel bersama kulitnya juga memberikan Anda manfaat dari triterpenoid yang membantu melawan kanker, seperti kanker hati, usus besar, dan payudara.

Komentar