Apakah Keringat Berlebihan Berbahaya?

Penulis: Darmansyah

Senin, 14 Mei 2018 | 14:18 WIB

Dibaca: 0 kali

Apakah Anda berkeringat lebih banyak dari orang lain?

Apakah dengan beraktivitas ringan selama lima menit sudah membuat Anda berkucuran keringat?

Lalu, bagaimana jika keringat tiba-tiba keluar saat kita tidak melakukan aktivitas berat?

Sebenarnya, berkeringat merupakan mekanisme tubuh sebagai upaya melepaskan panas dari dalam tubuh.

Keringat berlebih tanpa pemicu yang jelas dapat membuat seseorang merasa terganggu, dan menurunkan kepercayaan diri.

Kondisi ini sebaiknya tidak diabaikan karena keringat berlebihan bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan.

Kondisi keringat berlebih disebut juga hiperhidrosis.

Hiperhidrosis adalah sekresi atau pengeluaran keringat dalam jumlah yang lebih banyak dari seharusnya untuk mendinginkan tubuh.

Biasanya penderita hiperhidrosis akan berkeringat empat sampai lima kali lebih banyak daripada orang normal.

Namun, sebagian masyarakat ada yang beranggapan keringat berlebih pertanda lemah jantung, benarkah?

Lalu, bagaimana menanganinya?

Selain sebagai penambah aroma dalam masakan, daun seledri oleh sebagian orang diyakini dapat membuat rambut bayi yang lurus menjadi keriting jika digunakan setiap hari pasca cukur ramb

Hiperhidrosis adalah kondisi yang terjadi ketika keringat keluar berlebihan padahal tidak dipicu oleh suhu lingkungan yang panas maupun aktivitas fisik yang berat.

Kebanyakan hiperhidrosis tidak membahayakan kesehatan, namun dapat berdampak psikologis dan sosial karena bisa menimbulkan perasaan malu dan canggung bagi penderitanya.

Hiperhidrosis terjadi pada satu persen penduduk dunia dan lebih sering ditemukan pada wanita dibandingkan pria. Jumlah ini bisa bertambah, karena banyaknya kasus hiperhidrosis yang tidak dilaporkan.

Pada kebanyakan kasus, penyebab hiperhidrosis tidak dapat diketahui dengan jelas, umumnya disebabkan karena peningkatan aktivitas saraf simpatis.

Hiperhidrosis yang dipicu secara emosional, seperti rasa takut dan kecemasan, umumnya menyerang ketiak, telapak tangan, dan telapak kaki.

Hiperhidrosis lokal, disebabkan oleh kerusakan saraf simpatis yang disebabkan oleh trauma atau bawaan lahir.

Hiperhidrosis general, disebabkan oleh gangguan saraf otonom atau adanya penyakit lain seperti diabetes insipidus, keganasan, menopause, serangan jantung, Parkinson, dan efek obat-obatan.

Berkeringat merupakan hal normal yang dialami oleh manusia, namun pada penderita hiperhidrosis, ciri utamanya yang bisa dilihat adalah keluarnya keringat berlebihan tanpa pemicu jelas seperti olahraga atau suhu panas di sekitar.

Gejala lain yang menandakan seseorang mengalami hiperhidrosis, menghindari kontak fisik seperti berjabat tangan, karena sadar bahwa tangannya berkeringat.

Jarang berpartisipasi dalam aktivitas fisik seperti olahraga atau menari, karena dapat memperburuk kondisi yang dialami

Keringat berlebihan dapat mengganggu pekerjaan Anda, seperti kesulitan memegang objek atau mengetik dengan keyboard komputer karena keringat di telapak tangan membuatnya licin.

Kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari seperti mengemudi

Banyak menghabiskan waktu untuk mengatasi kondisi ini, seperti sering mandi dan berganti pakaian.

Sadar akan kondisi yang dialami sehingga menarik diri dari lingkungan sosial.

Secara umum hiperhidrosis tidak berbahaya bagi kesehatan. Kebanyakan hiperhidrosis terjadi sejak anak-anak.

Pada hiperhidrosis yang baru terjadi saat seseorang dewasa, perlu digali lebih lanjut mengenai ada tidaknya penyakit yang mendasari hiperhidrosis tersebut, seperti diabetes atau kanker.

Keringat berlebihan di malam hari juga salah satu tanda dari adanya penyakit yang lebih serius. Jadi, segera konsultasikan dengan dokter Anda jika Anda mendadak berkeringat berlebihan tanpa penyebab jelas dan jika terdapat keringat berlebihan yang sampai mengganggu aktivitas harian.

Walaupun tidak berbahaya, hiperhidrosis yang tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan berbagai komplikasi

Penanganan awal untuk hiperhidrosis adalah dengan melakukan perubahan perilaku dan gaya hidup disertai pemberian antiperspirant.

Beberapa perubahan gaya hidup yang dapat dianjurkan adalah hindari konsumsi produk yang dapat membuat Anda berkeringat seperti makanan pedas dan alcohol, penggunaan rutin antiperspirant.

 

Komentar