Antioksidan Delima Kalahkan Teh Hijau

Penulis: Darmansyah

Senin, 14 November 2016 | 15:29 WIB

Dibaca: 0 kali

Laman situs “nytimes.com,” hari ini, Senin, 14 November 2016, mengungkapkan khasiat hebat buah delima sebagai makanan antioksidan yang melebihi the hijau

“Buah delima tidak hanya  terkenal sebagai pelengkap rujak tapi juga merupakan salah satu sumber antioksidan dan antiperadangan yang manfaatnya sering disandingkan dengan red wine atau teh hijau.,” tulis “nytimes.”

Penelitian mengenai kandungan gizi delima memang tak sebanyak buah-buahan lain.

Tetapi salah zat aktif yang diketahui ada dalam delima adalah polifenol seperti elagitanin yang bermanfaat untuk menghambat aktivasi jalur peradangan.

Ada juga antosianin yang memberikan warna merah pada buah ini sekaligus menjadi antioksidan.

Bila kita sering mengonsumsi buah kaya antioksidan seperti ini risiko terkena penyakit jantung dan kanker bisa ditekan.

Penelitian delapan tahun lalu menyimpulkan, jus delima memiliki aktivitas antioksidan dan polifenol yang lebih tinggi dari pada red wine, jus anggur, blueberi, jus apel, dan jus jeruk.

Bahkan jika ekstrak biji delima dibuat jus kapasitas antioksidannya tiga kali lebih banyak dari teh hijau atau red wine.

Studi berskala kecil pada manusia juga menunjukkan, mereka yang rutin minum jus delima setiap hari risikonya terkena penyakit jantung lebih rendah.

Hal ini karena jus delima akan menurunkan tekanan darah dan meningkatkan kadar Kolesterol baik.

Saat ini zat aktif delima juga tengah diteliti untuk mengetahui apakah bermanfaat untuk memperlambat keganasan kanker

Sebuah studi terbaru menyebutkan, minum seperempat cangkir jus delima setiap hari akan meningkatkan kesehatan kardiovaskular karena kadar Kolesterol turun.

Antioksidan dalam delima, dua sampai tiga kali lebih kuat dibandingkan antioksidan pada teh hijau atau red wine. Rutin minum jus delima juga membantu memperbaiki aliran darah ke jantung.

Studi menemukan bahwa kandungan antioksidan yang tinggi pada delima juga bermanfaat menurunkan tekanan darah.

Menurut studi tim dari UCLA, jika kita mengonsumsi jus delima secara rutin maka peningkatkan kadar indikator kanker prostat bisa dihambat.

Mengonsumsi jus delima murni setiap hari juga bisa memperbaiki gangguan ereksi atau impoten.

Ada banyak penyakit yang disebabkan oleh inflamasi, misalnya saja kanker, penyakit jantung, dan diabetes.

Kondisi ini bisa dicegah antara lain dengan rutin minum jus delima. Satu buah delima menyediakan sekitar empat puluh persen vitamin C harian yang kita perlukan.

Salah satu khasiat delima yang paling terkenal adalah melindungi jantung.

Sebuah penelitian menunjukkan konsumsi jus delima sekitar delapan ons setiap hari selama tiga bulan akan membentu mengurangi kadar Kolesterol jahat, meningkatkan sirkulasi darah ke jantung pada pasien jantung koroner, mengurangi penyempitan arteri yang menyuplai darah ke otak, serta menurunkan tekanan darah.

Delima ternyata juga memiliki kandungan antikanker. Buah berwarna merah dan manis ini diketahui akan membuat sel-sel kanker merusak dirinya atau disebut juga dengan proses apoptosis.

Penelitian di laboratorium menunjukkan jus delima yang tidak diberi pemanis akan memicu apoptosis pada sel kanker payudara, prostat dan kolon dengan cara mengaktifkan gen dan enzim yang mengatur apoptosis.

Khasiat delima tersebut disebabkan karena jus delima memiliki antioksidan tiga kali lebih tinggi dibanding teh hijau atau anggur merah.

Seperti diketahui antioksidan akan melawan radikal bebas yang merusak DNA yang bisa memicu terjadinya kanker.

Menurut berbagai literatur, delima kaya antioksidan polyphenol seperti tanin dan anthocyanin.

“Faktanya, antioksidan dalam delima lebih banyak dibanding teh hijau atau jus cranberry,” kata Karen Collins, ahli nutrisi dari American Institut for Cancer Research, seperti dikutip dalam newsletter Nutrition Wise.

Khasiat delima untuk kesehatan di antaranya meningkatkan aliran darah ke jantung.

Dean Ornish MD, peneliti, percaya bahwa jus delima bahkan bisa mencegah penyakit jantung.

Selain itu, kandungan anti-oksidan dalam delima diketahui mampu mencegah timbulnya plak di pembuluh darah, juga mengurangi kadar Kolesterol jahat, LDL. Demikian menurut penelitian yang dilakukan para ahli dari Israel.

Banyak pakar yang mengatakan masih dibutuhkan penelitian lebih dalam sebelum menyimpulkan delima sebagai pencegah penyakit jantung.

Namun, tak sedikit pakar yang optimistis dengan buah ini. Apalagi penelitian tidak menemukan adanya efek samping negatif dari konsumsi jus delima.

Komentar