Ancaman Tulang dari Sepatu Hak Tinggi

Penulis: Darmansyah

Jumat, 14 November 2014 | 10:34 WIB

Dibaca: 0 kali

Hati-hati dengan sepatu hak tinggi dan tas berat. Apalagi di usia “mature” bagi perempuan. Kedua “kerjaan” ini akan menjadi beban bagi kesehatan tulang, dan banyak orang tidak menyadarinya.

Kedua kegiatan ini juga berhubungan dengan gaya hidup. Padahal, bila dilakukan dalam jangka waktu panjang, kebiasan-kebiasaan tersebut bisa berakibat fatal. Apalagi bila berhubungan dengan tulang.

Terdapat banyak kebiasaan yang kita lakukan sehari-hari, yang sebenarnya bisa mengancam kesehatan tulang.

Wanita yang menyukai tipe sepatu ini, selain membuat kaki terlihat lebih jenjang, juga diasosiasikan dengan gaya seksi. Padahal dampaknya terhadap kesehatan tulang amat fatal.

Sepatu hak tinggi menambah beban kaki dalam menopang tubuh. Teorinya, semakin tinggi sepatu, beban kaki semakin bertambah. Imbasnya, tulang lutut semakin cepat keropos.

Oleh karena itu, kurangi pemakaian hak tinggi atau kurangi tinggi hak sepatu Anda. Hak setinggi 4 sentimeter dengan diameter lebar dianggap sebagai yang paling ideal.

Selain sepatu hak tinggi tas berat juga menjadi faktor penyakit tulang.Memiliki tas besar yang bisa memuat berbagai macam keperluan memang praktis.

Tapi, akibatnya, beban yang disangga pundak juga semakin berat. Hal itu, tentu saja berimbas pada tingkat kepadatan tulang pundak dan punggung. Terlebih jika Anda punya kebiasaan menyandang tas di satu sisi pundak saja.

Sebaiknya, kurangi beban tas Anda atau seimbangkan beban berat tas Anda dengan menggunakan ransel yang disangga di kedua sisi pundak.

Ini lagi, kebiasaan menyilangkan kaki sewaktu duduk. Memang nyaman, tapi menyilangkan kaki, terutama jika dilakukan dalam jangka waktu lama, akan menambah beban lutut di salah satu kaki.

Hal ini menyebabkan percepatan pengeroposan tulang yang tidak merata pada salah satu kaki.

Lsinnya lagi merokok dan minuman keras. Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa rokok dan minuman beralkohol berbahaya bagi kesehatan, termasuk juga bagi tulang. Kedua kebiasaan tersebut bisa mempercepat pengeroposan tulang, terutama bagi wanita.

Lalu bagaimana cara mengatasi kebiasaan buruk tersebut agar tulang tetap sehat? Mudah saja, beralihlah ke gaya hidup sehat dan rajin-rajin “menabung” kalsium yang merupakan makanan utama agar tulang tetap sehat dan padat.

Kalsium banyak terkandung dalam produk susu, termasuk diantaranya yoghurt dan keju, begitu juga dengan sayuran seperti brokoli, sawi, dan wortel. Lainnya adalah kacang-kacangan, sereal, serta produk olahan kacang, termasuk tahu dan tempe.

Usahakan untuk mengonsumsi makanan tinggi kalsium dan yang mengandung vitamin D setiap hari.

Tapi, santap makanan-makanan ini secara berdampingan, karena meskipun kalsium merupakan agen penguat tulang, dia tetap membutuhkan vitamin D untuk melakukan tugasnya. So, mungkin bisa mencoba mengombinasikan susu dengan salmon, tuna atau kuning telur di menu sarapan pagi Anda.

Jika selama ini Anda selalu menghindar dari sinar matahari, sepertinya mulai sekarang saatnya untuk lebih bersahabat. Karena ternyata hanya dengan merelakan kulit terkena sengatan matahar setidaknya dua kali seminggu, berarti Anda sudah membantu merangsang produksi vitamin D pada kulit.

Tapi, tetap jangan berlebihan ya, dear, karena sinar ultraviolet juga bisa membuat Anda terkena risiko kanker kulit.

Sama seperti otot, tulang juga butuh latihan untuk tetap sehat. So, daripada akhir pekan hanya diisi dengan bermalas-malasan di kamar, lebih baik isi dengan jogging santai keliling komplek. It’s important, karena olahraga bisa meningkatkan tarikan otot pada tulang. Selain itu, latihan beban ternyata juga bisa meningkatkan kekuatan tulang, lho.

Jika Anda lactose-intolerant atau tak mau menjadikan matahari sebagai “BFF” baru, maka solusi lain bisa dengan mengonsumsi suplemen harian yang mencakup 1.000 miligram kalsium dan 400 IU vitamin D. Tapi jangan sekaligus! Karena tubuh sebenarnya hanya bisa menyerap 500 miligram kalsium pada satu waktu.

Komentar