Pergeseran Sesar Terus Memicu Gempa Di Bener Meriah

Penulis: Darmansyah

Rabu, 3 Juli 2013 | 19:48 WIB

Dibaca: 0 kali

Sumber gempa di Aceh berasal dari sesar aktif di daratan pada segmen Aceh dari Sesar Sumatera atau Sesar Semangko. Sesar ini memiliki 19 segmen dengan panjang 1.900 kilometer dari ujung Aceh hingga Lampung.

Sesar Sumatera ini, dengan tiga sub sesar atau patahannya di Aceh, Sesar Tripa, Sesar Seilumeum dan Sesar Aceh, terkenal sangat aktif dan terdiri dari “strike-slip” atau sesar geser. Sesar ini melintasi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bengkulu dan berujung di Lampung.

Gempa 6,2 skala richter yang terjadi di Aceh, Selasa pukul 15.38 WIB, bisa memberikan pengaruh pada sesar terdekat. Namun, masih dalam tataran normal. Artinya, dia bisa memicu pergerakan sesar lainnya, seperti Sesar Seulimeum dan Sesar Tripa yang sudah lama “tidur.”

Untuk mengintip pengaruhnya ini BMKG dan Geologi terus melakukan pantauan. Sebab gempa sendiri bisa dikaji tetapi tidak bisa diprediksi. Dan para ahli hanya bisa menganalisa potensi di sesar-sesar itu. Seperti kemungkinan terjadinya potensi gempa dekat titik-titik itu. Tapi, para ahli menegaskan tidak perlu khawatir, karena pergerakannya masih normal.

Penduduk di Aceh, termasuk daerah yang berada dipatahan sesar Sumatera ini, harus bisa hidup dan “bersahabat” dengan alam. Persahabatan ini, sebenarnya, harus direalisasikan dengan membangun rumah tahan gempa atau tidak bermukim di lereng-lereng terjal yang bisa mendatangkan longsor.

Persahabatan para “penghuni” dengan “lindu” ini juga harus diwujudkan melalui kepedulian dengan peringatan dini untuk gempa. BMKG juga siap melaporkan adanya gempa dan dampaknya setelah lima menit terjadinya gempa.

Monitoring, siesmograf semua ada di BMKG, kemampuan itu lima menit kita tahu dimana koordinat, kedalaman dan besarnya. Kemudian diputuskan apakah punya potesni tsunami atau tidak.

Gempa sesar yang terjadi di Bener Meriah, kalau menurut ukuran gempa darat, sudah termasuk besar, kekuatan 6,2 skala richter. Akibatnya terjadi kerusakan para infrastruktur dan banyaknya korab yang meninggal, yang menurut data terakhir 28 dan dua orang hilang serta 249 orang luka-luka. Ribuan rumah rusak.

Kini di Aceh Tengah dan Bener Meriah, menurut laporan kontributor “nuga.co” Zaini Ruslan, sudah ada 15 titik pengungsian untuk masyarakat yang menjadi korban. Lima titik di Bener Meriah dan 10 titik di Aceh Tengah

BNPB telah berkordinasi dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, Kementerian PU, TNI, Polri, PMI untuk menyelamatkan warga. Namun, dalam penangananya tetap dilakukan oleh Pemda selaku pusat kordinasinya.

Kepolisian Republik Indonesia juga ikut membantu proses evakuasi korban gempa di Aceh. Sebanyak 616 personel diturunkan.

“Polisi mengirim 616 personel dari Polda Aceh, terdiri dari Brimob, Tenaga Medis serta personel Polres dan Polsek,” ungkap Kepala Bagian Penerangan Satuan Divisi Humas Polri Kombes Pol Rana S Permana..

Selain itu, Polri pun akan menurunkan personel dari polda-polda sekitar, untuk membantu korban gempa dan berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam peristiwa ini.

Sebelumnya, Aceh diguncang gempa bumi berkekuatan 6,2 SR. Setelah itu, kembali terjadi gempa susulan yang masing-masing berkekuatan 5,5 dan 5,3 SR.

Komentar