PDIP “Ge-Er” Rano Karno Gantikan Atut

Penulis: Darmansyah

Minggu, 6 Oktober 2013 | 10:35 WIB

Dibaca: 0 kali

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ke”ge-er”an dengan kasus pencekalan Ratu Atut Choisyah, dan berharap, kadernya, Rano Karno alias “Si Doel,” kini menduduki posisi Wagub bisa mengambil alih jabatan Gubernur Banten.

Para politisi PDIP, partainya “klan” Megawati, secara serampangan dan saling berebutan memosisikan komentarnya dengan menjatuhkan citra Atut sebagai orang yang terlibat kasus korupsi dan akan dijadikan tersangka oleh KPK.

Ratu Atut sendiri kini dicekal oleh KPK untuk bepergian ke luar negeri dalam kasus yang menimpa adik kandung, yang juga “godfather”nya Banten, Chaeri Wardhana atau akrab di panggil Wawan, dalam perkara pilkada Lebak yang menyeret Akil Mochtar, mantan hakim Mahkamah Konstitusi.

Rano Karno, yang beberapa waktu lalu ingin mengundurkan diri dari Wagub Banten, kini berbalik menjadi sangat gairah dengan jabatan gubernur karena didorong-dorong oleh politisi PDIP.

Secara bersamaan para politisi PDIP mulai menggadang-gadang Rano Karno untuk menggantikan Gubernur Ratu Atut Chosiyahyang dicegah KPK ke luar negeri terkait kasus suap Akil Mochtar. Wacana menggeser Atut itu kentara dalam acara pembekalan Caleg dan Pelantikan BP Pemilu DPD PDIP Banten di Joglo Asri Sari Kuring Indah, Cilegon.

Ketua DPD PDIP Banten Ribka Tjiptaning percaya diri bahwa kader partainya yang saat ini menjabat Wakil Gubernur Banten akan segera menjadi Gubernur Banten. “Apa kabar adik saya Rano Karno, yang sebentar lagi akan menjadi Gubernur Banten?” kata Ribka Tjiptaning seperti dikutip Radar Banten.

Sapaan dari anggota DPR RI itu langsung disambut gemuruh tepuk tangan oleh kader dan pengurus partai besutan Megawati Soekarnoputri ini. Sementara Rano menyikapinya dengan tersenyum. “Dari awal saya katakan, kita akan merahkan Banten dan kita rebut Banten sebagai basis perjuangan,” kata Ribka.

Rano Karno menanggapi santai pernyataan Ribka. Kata Rano, pernyataan yang dilontarkan Ketua DPD PDIP Banten Ribka Tjiptaning hanya canda. “Cuma bercanda. Kita belum memikirkan itu,” kata Rano.

Rano mengatakan sudah hampir sepekan terakhir tak menjalin komunikasi dengan Atut. “Terakhir itu, satu minggu yang lalu saya BBM-an dengan beliau. Yah, kita hanya membicarakan tentang HUT Banten, itu saja,” katanya.

Sejak KPK mengeluarkan surat cegah, Atut ‘menghindar’ dari publik. Kemunculannya selalu dinanti sejumlah wartawan. Rumah Atut di Serang, Jakarta, dan Bandung selalu ditunggui jurnalis, namun Atut tak muncul juga.

Sementara itu Ratu Atut Chosiyah secara “silent” bergerak cepat menyatukan langkah keluarganya untuk menghadapi tekanan sehubungan dengan dicokoknya Wawan oleh KPK. Atut menghendaki seluruh keluarga kompak memberi dukungan bagi Wawan agar lolos dari jerat KPK.

Atut mengumpulkan keluarga besarnya di Jakarta.. Menurut salah seorang kerabat, ada acara keluarga semua dari Banten yang kumpul.Ia menuturkan, setidaknya pertemuan itu dihadiri 15 orang. Namun ia menolak membeberkan isi pertemuan tersebut.

Menjelang sore hari, Atut bergegas dari rumahnya tersebut. Ia buru-buru menaiki mobilnya yang berpelat B 16 RAC tanpa memberi keterangan apapun. Menurut sang kerabat, Atut kembali pulang ke rumahnya di Serang, Banten.

“Acaranya sudah beres, yang lain juga sudah pada pulang,” ujarnya. Menurut Rahno, 34 tahun, warga setempat, sempat ada sekitar delapan mobil berpelat wilayah Banten. Mobil-mobil itu terparkir di ujung jalan Blok U, Kompleks Interkon, Kebon Jeruk. “Tadi diminta enggak parkir depan rumah karena takut ngehalangin jalan,” ujarnya.

Salah seorang petugas keamanan di kompleks tersebut mengatakan, Atut kerap datang ke rumah tersebut dengan menggunakan sedan hitam. “Kalau enggak seminggu, ya, dua minggu sekali,” ujar Didan, 29 tahun.

Ia sebelumnya mengenali Atut sebagai pejabat dari Banten karena mobilnya berpelat A, dan kerap dikawal oleh mobil lain di belakangnya.

Komentar