Myanmar Belajar Penyelesaian Konflik di Aceh

Penulis: Adi W

Kamis, 20 September 2012 | 13:31 WIB

Dibaca: 1 kali

NUGA.CO, Banda Aceh – Delegasi dari Myanmar melakukan kunjungan ke Aceh untuk belajar penyelesaian konflik di negara mereka. Dalam kunjungan satu hari, mereka melakukan pertemuan dengan unsur pemerintah dan masyarakat sipil di Banda Aceh, Rabu, 19 September 2012. Pertemuan difasilitasi oleh Forum Peneliti Aceh (FPA) dan Program Consolidating Peaceful Development in Aceh (CPDA) – World Bank.

Rombongan dari Myanmar dipimpin oleh Ko Ko Hlaing (Penasehat Politik Presiden Myanmar), dengan anggotanya; Mr Lah Paizau Goone (Komnas HAM Myanmar) dan Ms L. Ja Nan (Assisten Direktur Shalom Foundation). Para delegasi itu didampingi oleh Sasongko dan Gapokson T Situmorang dari Kementerian Luar Negeri Indonesia.

Dalam pertemuan dengan dua puluhan perwakilan berbagai elemen masyarakat sipil Aceh, Sasongko mengatakan tujuan para delegasi Myanmar tersebut adalah untuk belajar bagaimana Indonesia menyelesaikan konflik di Aceh. “Mereka ingin melihat bagaimana peran civil society di Aceh dalam keterlibatannya untuk mengakhiri konflik Aceh,” ujarnya.

Menurutnya, Pemerintah Myanmar saat ini sedang mencari format apa yang cocok dipakai untuk mengakhiri konflik di negaranya. “Mereka mencari ide-ide baru, dan ini merupakan kontribusi kita untuk negara sahabat,” kata Sasongko.

Sementara itu, Ko Koh mewakili Pemerintah Myanmar mengatakan pihaknya akan menggunakan pendekatan-pendekatan tanpa kekerasan dengan kelompok bersenjata di negaranya untuk mengakhiri konflik, salah satunya melalui perundingan. “Kami tahu membuat perdamaian mungkin mudah, tapi susah menjaga perdamaian,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi di Myanmar sedikit berbeda dengan apa yang terjadi di Aceh. Katanya, di Myanmar saat ini ada 18 kelompok bersenjata, yang 13 di antaranya telah setuju dengan perjanjian perdamaian. Masih ada 5 kelompok lagi yang belum mau berdamai dengan pemerintah. []

Komentar