Gempa Bener Meriah, Tiga Desa Masih Terisolir

Penulis: Darmansyah

Minggu, 7 Juli 2013 | 19:48 WIB

Dibaca: 1 kali

Hingga hari keenam gempa tektonik berkekuatan 6,2 skala Richter yang mengguncang Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah, tiga desa, Jalui Timur, Bongkal, dan Rambe Kayu masih belum bisa dicapai dan masih terisolir.. Saat ini petugas berusaha menembus jalur menuju Jalui Timur dengan menggunakan sepeda motor trail.

Upaya distribusi logistik sedang diupaayakan untuk mencapai ketiga desa itu dengan menggunakan motor trail karena akan lebih mudah untuk masuk ke sana. BNPB, Tim SAR dan relawan terus berupaya menerobos daerah yang terisolasi itu agar bantuan bahan makanan dan tim medis bisa masuk daerah-daerah tersebut.

Di ketiga desa itu, menurut seorang pejabat di posko Blang Mancung, banyaknya bangunan rumah yang rusak berat membuat korban membangun tenda seadanya di depan reruntuhan rumah mereka.

Sampai dengan Minggu siang, Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana merilis telah 40 orang meninggal, 63 orang luka berat masih dirawat di rumah sakit, 2.362 orang rawat jalan, dan pengungsi mencapai 22.125 orang.

Kerusakan rumah mencapai 15.919 unit sedangkan 623 unit bangunan fasilitas umum mengalami kerusakan. Untuk mengatasi hambatan pertolongan dan evakuasi terus bertambah. Kini telah dikerahkan lebih dari 2 ribu personel.

“Jumlah korban di Aceh Tengah terus bertambah karena dampak bencana di Aceh Tengah lebih parah dibandingkan di Bener Meriah. Di Aceh Tengah, 232 desa dari 352 desa yang ada terdampak langsung gempa. 31 orang meninggal dunia. Empat orang masih dinyatakan hilang. 40 orang luka berat masih dirawat di mana satu orang dirawat di RS Banda Aceh. Awalnya 118 orang yang dirawat karena luka berat,” kata Kepaala Humas BNPB Sutopo.

Para pengungsi tersebar di 70 titik. Total rumah yang rusak ada 13.862 unit, dimana 5.516 rusak berat, 2.750 rusak sedang, dan 5.596 rusak ringan. Sedangkan fasilitas umum yang rusak ada 547 unit, seperti puskesmas, sekolah (TK, SD, SMP, SMA), masjid, musala dan kantor pemerintahan.

“Di Bener Meriah sebanyak delapan desa dari 233 desa terkena dampak langsung gempa. Sembilan orang meninggal, 23 rang luka berat masih dirawat, dimana lima dirawat di RS PMI Lhokseumawe dan tiga dirawat di RSU Banda Aceh.” tambahnya.

“Bantuan untuk korban dan pengungsi terus berdatangan. Sabtu 6 Juli, pukul 16.00 WIB bantuan presiden sebanyak empat truk tiba di Bener Meriah. BNPB mengirimkan lebih 40 ton bantuan logistik dan peralatan ke Aceh,” pungkasnya.

Dari lokasi gempa, kontributor “nuga. co” Zainal Ruslan melaporkan tentang kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke lokasi gempa di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah. Kabar itu sudah merebak dan warga menunggu dengan penuh harap. Untuk menyambut kedatangan SBY sejumlah ruas jalan yang sebelumnya rusak dan sempit mulai dilakukan pelebaran dan perbaikan, Minggu..

Dua alat berat diterjunkan untuk melakukan pelebaran. Selain itu, lubang-lubang jalan juga ditimbun dengan tanah untuk menyambut orang nomor 1 di Indonesia itu.

Menurut laporan yang dikirim Zainal Ruslan, jalan dari Bener Meriah menuju lokasi gempa yang sebelumnya hanya bisa dilewati dua mobil, saat ini diperlebar hingga dapat dilalui tiga mobil. Selain itu, tenda-tenda pengungsi yang sebelumnya terlihat kumuh sudah diganti menggunakan tenda layak pakai milik TNI, Polri dan lainnya.

Rencananya SBY akan mendatangi lokasi gempa di Aceh pada Senin, 8 Juli, untuk melihat kondisi korban gempa dan dampak bencana yang nenelan banyak korban jiwa tersebut.

Upaya perbaikan dan memperindah akses menuju lokasi gempa terkesan mendadak dilakukan. Padahal, hingga empat hari setelah gempa 6,2 Skala Richter sejumlah ruas jalan tidak tersentuh perbaikan hingga menyulitkan akses para relawan, tim medis dan jurnalis.

Komentar