Wanita Selingkuh Kalahkan Lelaki

Penulis:: Darmansyah

Senin, 31 Oktober 2016 | 10:16 WIB

Dibaca: 3 kali

Siapa sangka wanita menempati posisi lebih tinggi dalam hal selingkuh dibanding lelaki.

Hasil survei dari situs kencan, Illicite Encounters, seperti ditulis kembali oleh media terkenal di Inggris, “the mirror,” menemukan bahwa jumlah wanita yang berselingkuh lebih tinggi daripada pria.

Survei yang mendalam melibatkan sejumlah penelit dari Universiy of Pennsylvania untuk mempelajari penyebab dan dorongan selingkuh.

Hasilnya, perbuatan selingkuh terjadi karena faktor genetis atau pengaruh dari orangtua.

Pasalnya, peneliti menemukan bahwa tujuh puluh satu persen responden wanita yang pernah selingkuh memiliki seorang ibu yang dulu juga pernah berlaku sama pada ayah mereka.

Lalu, sebanyak empat puluh lima5 persen responden pria yang sempat selingkuh memiliki ayah yang juga selingkuh.

Pendiri Illicit Encounters, Christian Grant, mengemukakan pendapatnya bahwa pemikiran pria lebih berpotensi selingkuh ketimbang wanita, telah usang.

Survei pun memaparkan sejumlah informasi mengenai latarbelakang perselingkuhan berdasarkan wawancara responden.

Hasilnya sebanyak enam puluh enam persen responden wanita mengaku bahwa perselingkuhan orangtua pada masa lalu mendorong mereka untuk melakukah hal serupa.

Dan delapan puluh enam persen responden pria mengatakan bahwa mereka akan berhenti selingkuh apabila ketahuan oleh ayah mereka dan diminta untuk kembali bersama keluarga.

Perempuan memang sering  menolak ajakan berhubungan seks dengan sejuta alasan.

Salah satu alasan paling populer adalah, “Sayang, jangan sekarang ya. Kepalaku pusing.” Kini, alasan itu mungkin lebih sering digunakan oleh kaum pria.

Menurut survei dari situs kencan Victoria Milan, libido kaum perempuan kini melebihi laki-laki, dan mereka lebih percaya diri saat berada di ranjang.

Itu sebabnya, pria bukan lagi menjadi pihak yang menuntut lebih banyak hubungan intim dalam hubungannya.

Penelitian yang dilakukan di Inggris pada tiga tahun silam menunjukkan, ada delapan puluh satu persen pria dan lima puluh delapan persen wanita yang mencari pasangan lain di luar pernikahan mereka.

Namun pada dua  tahun lalu, terlihat bahwa wanita lebih banyak yang selingkuh daripada pria.

Gairah seksual kaum wanita kini semakin bangkit, sayangnya mereka tidak terpuaskan melalui hubungan dengan pasangan tetapnya.

“Pria lah yang sekarang menggunakan alasan klasik ‘pusing’ untuk menolak bercinta. Karena wanita semakin memberikan tuntutan seksual, dan pasangan mereka tak mampu menandinginya,” ungkap Sigurd Vedal, CEO dan pendiri Victoria Milan.

Menurutnya, semakin banyak wanita dengan hubungan perkawinan yang sudah lama berlangsung mendaftar di Victoria Milan untuk mencari hubungan tanpa status. Tidak heran, wanita lebih banyak yang selingkuh daripada pria.

Aktivitas padat serta tuntutan untuk menyeimbangkan waktu antara keluarga dan pekerjaan membuat banyak wanita gerah sehingga ingin menyerah mengakhiri pernikahan dengan perceraian.

Survei yang digagas oleh Women’s Health dan Men’s Health terhadap 1400 pria dan wanita mengungkapkan fakta yang cukup mengejutkan .

Awalnya, survei ini bertujuan untuk mencari tahu masalah rumahtangga kebanyakan pasangan suami istri di dunia.

Namun, informasi yang berhasil terkumpul mengungkapkan sesuatu yang  di luar dugaan.

Sebanyak lima puluh tiga persen wanita berfantasi ingin berpisah dan bercerai dari suami masing-masing.

Sementara itu, empat puluh empat persen pria tidak pernah memikirkan perceraian sama sekali.

Para peneliti pun menghubungkan temuan ini dengan hasil studi dari Standford University yang menyebutkan bahwa enam puluh sembilan inisiatif perceraian datang dari pihak istri.

“Angka ini dan keinginan cerai tidak membuktikan bahwa pria lebih bahagia setelah menikah,” jelas Laura Doyle, seorang konsultan rumahtangga dan penulis First, Kill All the Marriage Counselors.

Menurut Doyle, survei ini membuktikan bahwa wanita lebih realistis ketika berada dalam kondisi yang membuat mereka tak lagi bahagia.

Lalu, Doyle pun mengungkapkan teori mengenai hasil survei.

Dia mengatakan bahwa wanita lebih peka dan sering terbawa perasaan. Alhasil, wanita rutin mengevaluasi suhu hubungan dalam kondisi apapun.

Namun, pria sama sekali tidak pernah menganggap masalah kecil dalam rumahtangga terlalu penting, kecuali pasangan melakukan perselingkuhan dengan pria lai

Komentar