Vagina? Ya “Keajaiban” Yang Sulit Ditandingi

Penulis:: Darmansyah

Minggu, 3 April 2016 | 15:00 WIB

Dibaca: 1 kali

Dengarlah nasihat Raquel Dardik, professor Raquel kebidanan dan kandungan di NYU Langone Medical Center, tentang vagina kebersihan dan perawatannya.

Apa nasihatnya. “Setiap hari Anda cukup membersih bagian luarnya saja.”

Lantas?

Cairan yang keluar dari vagina adalah hasil dari pembersihan di dalam organ kewanitaan Anda.

“Meski mandiri dan tergolong organ tubuh yang kuat dan elastis, bukan berarti Anda bisa memerlakukannya dengan cara yang salah.”

Dardik, seperti ditulis laman situs “prevention,” Minggu, 03 April 2016, mengatakan hal ini sebab masih ada wanita yang merawat dan memerlakukan organ intimnya dengan cara yang salah

Contohnya, kata Dardik, mengobati dengan krim atau obat yang dijual bebas di pasaran. Itu tidak dianjurkan karena berakibat infeksi jamur pada vagina.

“Anda juga tidak dianjurkan mengobatinya dengan obat buatan sendiri seperti bawang putih atau sari pohon teh,” kata Dardik.

Dardik pernah menangani pasien luka bakar akibat zat kimia karena pasien itu mengikuti saran yang didapatnya dari Internet ini.

“Bahan kimia yang terbakar dalam vagina bukan sesuatu yang saya harapkan terjadi pada siapa pun,” kata Dardik. Temui dokter dan jaga area kebersihan area intim Anda adalah cara terbaik mengatasi infeksi jamur.

Lainnya, kebiasaan sebagian wanita yang memasukkan benda asing yang tidak higienis ke dalam “perkakasnya” itu

Anda sudah tahu apa yang diizinkan untuk masuk ke dalam vagina, yaitu tampon, organ intim pasangan, pelumas yang direkomendasikan dokter dan mungkin sex toys.

Tapi, semua itu baru boleh ada di dalam vagina Anda jika dalam keadaan bersih. Misalnya sex toy, harus dicuci dan disucihamakan. Tampon harus yang baru, dan lain sebagainya.

Segala sesuatu yang lain, apalagi yang bersifat aneh seperti buah pisang atau mentimun dan benda-benda tidak higienis, sebaiknya dijauhkan dari dalam organ kelamin Anda karena bisa menyebabkan iritasi, perlukaan dan infeksi.

Selain itu jangan alpa dan terlambat mengganti pembalut

Idealnya, Anda mengganti pembalut setiap empat hingga delapan jam sekali.

Pastikan Anda memilih tampon atau pembalut dengan daya serap yang sesuai dengan volume darah yang keluar.

Misalnya, tampon junior atau reguler saat darah yang keluar tidak terlalu banyak.

Menggunakan tampon berdaya serap tinggi di saat hanya sedikit darah yang keluar, dapat meningkatkan risiko toxic shock syndrom atau terkenal dengan singkatan TSS, menurut situs kesehatan Medicine Net.

TSS sangat jarang terjadi tapi bisa mematikan.

TSS disebabkan oleh bakteri yang bisa mengeluarkan toksin atau racun.

Ketika tubuh tidak bisa melawan racun itu, imun tubuh akan bereaksi dan terjadilah TSS.

Juga kebiasaan membersihkan dengan douche

Telah lama douche tidak dianjurkan untuk membersihkan vagina.

“Produk douche merusak microbiome vagina, sehingga lebih rentan terhadap infeksi,” kata Constance Young, MD, asisten profesor di departemen kebidanan dan kandungan Columbia University Medical Center.

Seperti disebutkan di atas, vagina mampu membersihkan bagian dalam dirinya sendiri.

Metode douche yang memasukkan cairan pembersih ke dalam vagina, sama sekali tidak diperlukan karena justru merusak flora dan keseimbangan vagina.

Untuk Anda juga tahu, vagina itu luar biasa.

Vagina itu sangat menakjubkan dalam hal kemampuan “membersihkan dirinya sendiri”.

Menurut US Department of Health and Human Services, pemakaian douche untuk membersihkan bagian dalam vagina tidak diperlukan, bahkan tidak dianjurkan karena douche ditemukan dapat menyebabkan infeksi, iritasi, dan mengubah pH seimbang vagina Anda.

Vagina itu tidak mengenal ereksi seperti penis Ketika wanita terangsang, darah yang mengalir ke area genital menjadi lebih banyak.

Inilah yang menyebabkan klitoris membesar dan lebih tegak, sama seperti proses ereksi pada pria.

Klitoris, meski ukurannya kecil, memiliki delapan ribu saraf.

Jumlah ini hampir dua kali lipat dari jumlah saraf yang dimiliki penis.

Hasilnya, selain lebih sensitif, orgasme klitoris juga lebih kaya rasa dan lebih sensasional.

Vgina itu bisa berubah warna. Bukan karena menyesuaikan diri dengan lingkungan atau berkamuflase dari musuh.

Vagina berubah warna menjadi lebih gelap seiring dengan pertambahan umur.

Saat terangsang, ukuran vagina menebal bisa hampir dua kali ukuran normal.

Selain itu, otot-otot tubuh juga mengencang, menarik rahim ke atas, menciptakan ruang lebih untuk penetrasi.

Demikian kata Dr Debby Herbenick, profesor kesehatan dan seksualitas sekaligus Co-Director di Center for Sexual Health Promotion, School of Public Health-Bloomington Indiana University.

Vagina dapat mekar dan menguncup seperti bunga.

Bedanya, pada bunga, proses mekar dan menguncup butuh waktu berhari-hari, sedangkan pada vagina proses ini berlangsung cepat.

Ingat senam kegel? Seperti itulah. Hal ini dapat membuat hubungan seksual jadi lebih dahsyat bagi pria.

Cairan vagina bisa “berbicara” banyak tentang masa subur. Coba Anda perhatikan, cairan vagina kadang berwarna bening dan kadang putih susu. Ketika berwarna putih susu, inilah saat subur Anda.

Cairan vagina yang keluar pada masa subur dapat memberi kehidupan pada sperma selama tiga hari berturut-turut.

Telah ada penelitian ilmiah yang menguji penggunaan darah menstruasi untuk mengobati orang-orang dengan gagal jantung.

Para ilmuwan mengekstrak sel induk vagina untuk membuat sel-sel otot jantung. Penelitian ini pernah dimuat di Journal Translational of Medicine tiga tahun silam

Saat ini, penelitian sedang di fase percobaan. Kita boleh berharap hasil positif dari penelitian ini sambil merenungkan betapa hebatnya vagina itu.

Komentar