Usia Bikin Perubahan Orgasme Lelaki

Penulis: Darmansyah

Senin, 17 Oktober 2016 | 15:57 WIB

Dibaca: 0 kali

Laman situs “mean’s health” menulis tentang terjadinya perubahan kekuatan orgasme seorang lelaki  bersamaan dengan bertambahnya usia .

“Usia memberi banyak perbedaan dalam kehidupan seorang lelaki. Usia artinya bertambah dewasa dalam pemikiran, dan memberi perbedaan pada kemampuan orgasme juga,” ujar Darius Paduch, M.D., Ph.D., profesor urologi di Weill Cornell Medicine.

Menurut ada beberapa faktor yang mengubah kemampuan orgasme lelaki, terutama di usia pertengahan.

Pada saat usia pertengahan, menurut Darius, seorang lelaki memiliki lebih banyak gangguan

Ketika bercinta saat muda, Anda seratus persen fokus pada partner Anda.

Tapi, di usia pertengahan ketika Anda punya gangguan tambahan seperti pekerjaan, keluarga, dan anak-anak, menjadi sulit untuk fokus seperti waktu Anda muda, kata Darius Paduch, MD, Ph.D., seorang profesor urologi dan reproduksi di Weill Cornell Medicine.

Otak berperan penting dalam upaya Anda mencapai orgasme. Untuk mencapai klimaks, Anda harus mengaktifkan beberapa daerah otak, kata Dr. Paduch. Tapi, akan menjadi lebih sulit untuk melakukan hal itu jika pikiran Anda mengembara ke tempat lain.

Untuk mengatasinya, cobalah ritual tertentu yang dapat membuat Anda rileks seperti memberikan pasangan Anda pijatan dan memintanya untuk melakukan hal yang sama, saran Lisa Dawn Hamilton, Ph.D., seorang profesor psikologi di Mount Allison University di Kanada.

Fokuslah pada sensasi menyentuh dan disentuh.

Pada usia pertengahan itu juga lelaki akan mengurangi masa bercumbu

Ketika pertama kali bertemu pasangan, Anda tak tahan untuk tidak menggodanya. Tapi semakin lama, hal itu semakin hilang.

Padahal sebenarnya, cumbuan-cumbuan kecil sepert itu sebaiknya dijaga terus, karena ini berpengaruh pada kemampuan orgasme Anda.

Dalam studi yang dimuat dalam Archives of Sexual Behavior, disebutkan bahwa semakin tua seseorang, semakin jarang terlibat dalam sentuhan-sentuhan kemesraaan.

Dalam studi itu juga disebutkan, bahwa orang yang tidak memelihara kebiasaan bercumbu dengan pasangan, dua koma empat  kali lebih mungkin untuk memiliki masalah orgasme.

“Selain itu testoteron berpengaruh besar terhadap sensasi orgasme,” kata Dr. paduch.

Semakin tua usia Nada, kadar testoteron akan semakin rendah. Penurunan T dapat mengurangi gairah seks.

Penelitian dari Eropa menunjukkan, bahwa testosteron rendah dapat menyebabkan penurunan keinginan seksual, ereksi pagi lebih sedikit dan disfungsi ereksi.

Ketika kadar testosteron turun, kadar semen juga turun.

Di usia sekitar empat puluh lima tahun, frekuensi orgasme pria berkurang dibanding sebelumnya.

“Pria yang mengalami obesitas mengkonversi banyak testosteron mereka menjadi estradiol, suatu bentuk hormon estrogen pada wanita,” kata Dr Paduch. Dan itu tidak bagus untuk gairah Anda.

Sebuah penelitian terbaru di Asian Journal of Andrology menemukan, bahwa kelebihan estradiol dapat menghambat ereksi.

Penelitian dari Rutgers University juga menunjukkan bahwa orang gemuk kurang merasa puas seksual karena memiliki citra tubuh yang dianggap negatif.

Masalah orgasme sering menjadi petunjuk akan adanya masalah di tempat lain.

“Pria yang mengalami penurunan fungsi seksual, baik berupa penurunan sensasi orgasme ataupun penurunan sensitivitas pada penis, sepertiganya didiagnosa menderita diabetes,” kata Dr Paduch.

diabetes dapat merusak saraf, dan mengurangi sensitivitas Anda menerima sentuhan.

Penurunan kadar dopamin, juga akan mengurangi sensasi orgasme.

Pria lanjut usia dengan penyakit seperti Parkinson adalah yang biasanya mengalami penurunan dopamin.

Baik lelaki maupun wanita orgasme bukan hanya memberikan kepuasan batin, tetapi juga memiliki banyak manfaat kesehatan bagi tubuh.

Walau kita tak menyadarinya, tapi ada beberapa perubahan yang terjadi pada tubuh saat kita mencapainya.

Sebut saja otak  Bagian amygdala dan hipocampus, area otak yang terkait dengan rasa takut dan kecemasan, menjadi rileks karena bagian otak yang berhubungan dengan sensasi mengambil alih.

Aktivitas di area otak yang berkaitan dengan logika juga beristirahat sejenak.

Bahkan denyut jantung dan tekanan darah bisa naik dua kali lipat untuk memompa darah ke area genital dan otot lainnya, sementara metabolisme dan suhu tubuh juga sedikit naik.

Selain itu produksi dopamine mencapai puncaknya saat orgasme, ini sebabnya kita merasakan kepuasan yang penuh.

Selain itu tubuh juga akan melepaskan hormon oksitosin yang membantu kita merasa lebih intim secara fisik dan emosi dengan pasangan.

Juga  pupil mata akan membesar sampai 50 persen pada sebagian orang, dan kita akan merasakan penglihatan yang lebih baik walau sementara.

Berbagai otot, termasuk yang ada di panggul, uterus, vagina, dan anus, berkontraksi, sehingga menimbulkan gelombang kepuasan.

Pelepasan hormon endorfin dan hormon lainnya bukan cuma membuat ambang nyeri kita meningkat, tapi juga membuat sirkulasi darah ikut meningkat.

Kita akan merasakan rasa hangat di dada dan pipi tampak bersemu merah.

Komentar