Uang “Cekak” untuk Rumah Ideal?

Penulis:: Darmansyah

Rabu, 16 April 2014 | 09:20 WIB

Dibaca: 0 kali

Anda punya dana terbatas untuk menata rumah? Jangan khawatir. Uang “cekak” atau terbatas tidak akan menghalangi Anda untuk mendapatkan hasil maksimal
Tak percaya?

Cobalah ikuti petunjuk desainer Kurt Cyr yang punya impian merancang sendiri tempat tinggalnya. Kontributor situs desain interior “houzz” itu ingin membuat rumah sederhana yang menggunakan struktur prefab, seperti gudang-gudang kecil.

Menurut dia, seperti yang dituangkannya dalam tulisan di situs “houzz” pekan ini, cara membangun rumah semacam itu lebih ekonomis, berkelanjutan, serta memungkinkan fleksibilitas dalam perancangan interiornya dibanding rumah konvensional.

Yang pasti, tulisnya, dananya tidak membengkak. Inilah cara Cyr merancang dan mengisi rumah dalam anggaran terbatas. Anda tentu bisa mengikuti caranya mengatur dan menjaga agar pengeluaran tetap terkendali.

Pertama-tama, Cyr ingin mendesain bentuk rumahnya dengan sangat sederhana. Bayangkan bentuk siluet rumah yang biasa digambar anak-anak. Itulah bentuk rumah milik Cyr.

“Menggunakan bangunan prefab baja dan menyelimutinya dengan baja bergelombang yang kuat sama artinya dengan bebas perawatan, menghemat pengeluaran lain,” ujarnya.

Setelah itu, sang desainer berniat menyingkirkan keinginan memesan kitchen-set yang pas ukurannya di dalam dapur. Lemari dapur knock-down yang cantik, murah, dan bisa diatur sendiri jauh lebih menarik buatnya. Perusahaan-perusahaan penyalur furnitur besar kini sudah tersedia di Indonesia. Anda bisa mengunjungi dan berburu furnitur dapur sesuai kebutuhan dan anggaran di kantong Anda!

Namun, jika Anda sangat membutuhkan island atau meja untuk menyiapkan makanan di tengah-tengah dapur, cobalah mencari meja yang bisa digeser. Meja semacam ini akan memudahkan Anda mengepel lantai dan menjaga kualitas lantai.

Selanjutnya,, berhati-hati juga dalam membeli perlengkapan dapur. Membeli dengan sembrono, atau sekadar jatuh hati pada tampilan keperluan dapur tanpa memastikan fitur, ketahanan, material, dan harganya bisa bikin kantong Anda kosong lantaran mengeluarkan jutaan rupiah sia-sia. Hal sama juga berlaku bagi sink atau bak cuci, keran, serta rak penyimpanan di dapur.

Dan carilah celah untuk menggunakan barang-barang lama yang masih berada dalam kondisi baik. Cyr memberikan inspirasi berupa loker tua yang bisa digunakan kembali sebagai lemari penyimpanan.

Cyr menekankan agar Anda tidak perlu menggunakan lemari built-in. Tempat-tempat penyimpanan seperti loker vintage jauh lebih terjangkau dan praktis.

Dia juga menunjukkan inspirasi pintu kamar mandi yang menggunakan kayu-kayu bekas pakai. Sistem pintu geser semacam ini bisa menjadi jalan keluar memiliki hunian unik dengan harga “miring”.

Tidak ada salahnya juga menggunakan bak cuci (sink) bekas yang masih dalam kondisi istimewa. Lagipula, bak cuci antik akan menambah keindahan kamar mandi, dapur, atau bagian lain di rumah Anda.

Untuk penutupnya gunakan rak-rak bongkar-pasang untuk berbagai keperluan Anda di berbagai ruangan. Mulai dari dapur, kamar mandi, hingga kamar tidur bisa memanfaatkan solusi ini. Sistem rak maupun lemari bongkar-pasang merupakan solusi yang tepat lantaran bisa disesuaikan menurut kebutuhan Anda. Ketika kebutuhan bertambah, Anda hanya perlu menggeser atau mengaturnya kembali.

Tidak hanya Cyr, rumah menyenangkan juga dimiliki pasangan Bromley, seorang jurnalis yang menata sebuah hunian tua untuk tempat tinggal yang benar-benar asik. Mereka menatanya dengan jacuzzi dan bar vinyl merah.

Bagi Bromley, ada kesadaran bahwa pemilik lama dari rumah yang ia beli sudah menghabiskan waktu yang luar biasa di tempat ini, namun waktu sudah bergulir.

Perlu penyesuaian di dalam rumah tersebut. Bromley sendiri yang memilih dan merancang. Dia mengaku tidak menyewa tenaga kontraktor. Cara yang dia lakukan relatif sederhana. Sebelum meminta bantuan profesional, dia tahu lebih dahulu apa yang dia inginkan. Setelah itu, baru minta tenaga profesional mewujudkannya.

Sayangnya, ada pula hal negatif dari tindakan sang jurnalis tersebut. Dia belum mampu mengatur waktu proyek sebaik kontraktor.

Lantas, bagaimana interior rumah milik sang jurnalis? Sekilas mudah terlihat bahwa interior rumah tersebut penuh dengan warna-warna menarik. Sebelum dia perbarui, tampilan rumah tersebut seolah “beku dalam waktu”. Dinding seluruh interior rumah dilapisi dengan kertas dinding.

Kini, tidak semua dinding dilapisi dengan kertas dinding. Bromley memilih warna putih untuk sebagian besar dinding rumah. Sementara itu, dia juga menggunakan cat berwarna biru terang, kertas dinding berwarna biru dan emas untuk salah satu dinding kamar tidurnya. Di dapur, sang jurnalis memilih ubin putih sebagai penutup dinding dapur.

Pembaruan yang dilakukan Bromley mengejutkan dirinya sendiri. “Pekerjaan renovasi ternyata lebih besar dari yang saya duga. Hanya ketika Anda membuka dinding-dinding, Anda baru tahu apa yang harus dilakukan,” katanya, Ternyata, dia perlu membenahi sistem aliran air dan listrik di rumah tersebut.

“Satu waktu saya menangis dan saya berpikir, saya tidak tahu apa bisa saya melanjutkan. Saya merasa tengah melalui perang,” aku sang jurnalis.

Meski merasa tidak mampu bekerja sebaik kontraktor dalam merenovasi rumah, Bromley tetap seorang profesional yang tepat waktu. Dia bekerja dengan efisien sembari melakukan tugasnya sebagai jurnalis. Lewat internet, dia mencari barang-barang untuk rumahnya. Dia juga melakukan berbagai do-it-yourself atau pekerjaan tangan.

sumber : www.houzz.com. domaine.com

Komentar