Tingkat Produktif Berkat Secangkir Kopi

Penulis:: Darmansyah

Senin, 23 Oktober 2017 | 09:35 WIB

Dibaca: 0 kali

Siapa yang bisa membantah bahwa kopi bukan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari banyak orang

Ya, kopi, kini, menjadi tren

Dan buat seorang pecandu kopi, sebagian besar pasti merasa kurang bergairah dan kurang produktif untuk menjalani rutinitasnya kalau belum menyeruput kopi pagi.

Kopi bisa menjadi dorongan energi disela tugas-tugas kantor

Sebenarnya memilih minuman berkafein seperti kopi memang tepat saat kita butuh pendongkrak semangat.

Apalagi, kafein memang terbukti berdampak positif pada produktivitas kerja.

Dunkin ‘Donuts and CareerBuilder pernah melakukan survei bahwa kopi memiliki peran utama dalam membantu para pekerja mendapatkan semangat pada pagi hari di tempat kerja.

Sebanyak empat puluh tiga persenresponden penikmat kopi mengaku kurang produktif jika di pagi harinya tak meminum secangkir kopi.

Berdasarkan survei tersebut ternyata ada hubungannya dengan pilihan waktu yang pas untuk meninum kopi supaya mendapat efek maksimal dari kopi itu sendiri.

Kopi memang bisa menyebabkan kecanduan, Anda mungkin pernah mengalaminya. Mengantuk dan tak bersemangat di pagi hari sebelum menghabiskan secangkir kopi.

Tapi, kopi juga punya manfaat positif. Pertama, tentu saja mendongkrak produktivitas dan kreativitas. Kedua, minuman ini telah diteliti dan berfungsi sebagai antioksidan.

Jadi, secara keseluruhan, apakah kopi bagus? Apakah itu benar-benar meningkatkan produktivitas? Berikut adalah beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat Anda hendak menenggak kopi:

Penulis kesehatan Stephen Braun mengatakan bahwa reseptor kafein menghambat adenosin, senyawa di otak Anda yang menyebabkan kantuk.

Ini menjelaskan mengapa banyak dari kita merasa tidak lelah saat mengonsumsi kopi.

Dalam dosis rendah, kafein juga dikatakan dapat meningkatkan kinerja mental dan kewaspadaan. Tapi kafein tidak memengaruhi semua orang dengan cara yang sama, karena respon setiap orang terhadap kafein bisa sangat berbeda.

Faktor lain yang berperan terhadap efek kopi, termasuk dosis yang dikonsumsi, berat badan, usia dan bahkan kualitas tidur.

Setiap orang dapat membangun toleransi terhadap kafein dari waktu ke waktu, sehingga secangkir kopi mungkin tidak cukup untuk memberi dorongan seperti sebelumnya.

Bahkan, beberapa orang tidak merasakan apapun sampai mereka menenggak dua cangkir—meskipun itu mungkin tidak ada yang perlu disesalkan.

Ini hanya berarti Anda pernah mengandalkan kafein dalam waktu lama.

Dalam jangka yang lebih pendek, kopi dapat meningkatkan fungsi kognitif, memori, kewaspadaan dan energi.

Tapi seperti yang kita semua tahu, efek ini hanya sementara, setelah itu akan kembali normal.

Dalam dosis yang lebih kecil, kafein tidak akan memengaruhi jadwal tidur. Tapi jika mengonsumsi terlalu banyak, tidur di malam hari bisa terganggu.

Efek jangka panjangnya  mungkin kelelahan atau serangan kecemasan.

Terlalu sering mengasup kafein juga bisa mengakibatkan sakit perut, kegelisahan atau bahkan jantung berdebar. Jadi, perlu diketahui berapa banyak konsumsi kopi setiap hari.

Setelah seharian harus banyak berpikir, membuat keputusan, tak heran jika Anda akan sulit menentukan pilihan di sore hari. Ini mungkin salah satu alasan Steve Jobs memakai pakaian yang sama setiap hari.

Dia tidak perlu memikirkan apa yang akan dikenakannya saat bangun pagi, dan dengan demikian bisa menggunakan energinya untuk keputusan lebih besar.

Nah, kopi bisa memperkuat keinginan dan kontrol diri, terutama saat kelelahan.

Membuat keputusan besar saat lelah tidaklah baik karena mempertaruhkan nilai-nilai, mengalah pada tekanan dalam negosiasi atau mengambil proyek baru pada waktu yang tidak tepat.

Minum kopi lebih dahulu dapat membantu membuat keputusan yang lebih baik. Ini adalah hal yang baik untuk diingat jika Anda memiliki hari yang sibuk dan masih memiliki keputusan penting untuk dibuat.

Setiap orang terus menghadapi tantangan baru dan menyelesaikan masalah. Dalam bisnis, mentalitas yang kuat adalah prasyarat, tapi bahkan orang-orang terbaik pun bisa menjadi letih dan stres. Jika ini berlanjut dalam jangka panjang tenaga Anda bisa terbakar habis.

Kecenderungannya adalah menjadi lebih bergantung pada kopi. Ternyata, inilah saat terburuk untuk mengisi tubuh Anda dengan kafein, karena bisa menyebabkan tekanan darah tinggi dan tingkat adrenalin.

Minum kopi di saat seperti itu bisa memicu kecemasan dan efeknya bisa panjang. Saat dirundung rasa cemas, Anda mungkin tidak memerlukan lebih banyak kafein—meskipun umumnya bermanfaat bila Anda tidak berada di bawah tekanan ekstrem.

Kopi bisa membuat Anda belajar lebih cepat. Ada penelitian yang menunjukkan bahwa 200 mg kafein dapat membantu mengidentifikasi kata dan frasa lebih cepat daripada dilakukan tanpa kopi.

Banyak pengusaha menjadikan kopi sebagai stimulus untuk memperoleh keterampilan baru, belajar teknologi atau mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang perusahaan.

Secangkir kopi—atau dua—mungkin saja akan memberi perhatian penuh pada materi yang dipelajari dan menggunakannya untuk perusahaan Anda.

Udah bukan rahasia lagi kalau kafein di dalam kopi mampu membuat orang bisa tetep ‘melek’ semalaman.

Kafein adalah senyawa alkaloid, sifatnya pahit dan mampu bekerja sebagai obat perangsang psikoaktif di dalam tubuh.

Zat yang terkandung dalam kopi berinteraksi dengan hormon kortisol di dalam tubuh. Interaksi keduanya membantu mengatur jam internal di dalam tubuh dan meningkatkan kewaspadaan.

Kortisol sendiri adalah hormon yang dihasilkan oleh kelendar adrenal dan memiliki pengaruh pada jantung, sistem saraf pusat, ginjal, dan kondisi kehamilan.

Saat kita pusing banyak pikiran alias stres, secara alamiah tubuh memproduksi hormon kortisol sebagai bentuk kompensasi. Hormon ini membantu mengubah cadangan energi menjadi gula yang bisa digunakan sel tubuh sebagai bahan bakar.

Seseorang yang meminum kopi ketika hormon tersebut sedang tinggi-tingginya sesaat bangun tidur, perjalanan ke kantor/kampus, sebelum pukul sebilan pagi dapat menyebabkan tubuh menaikkan toleransi terhadap kafein.

Artinya, untuk mendapatkan efek ‘bergairah’ yang sama, seseorang butuh jumlah kafein yang lebih banyak dan terus meningkat setiap harinya. Takaran kopi yang sama setiap pagi lama-lama tidak ampuh lagi.

Komentar