Tampil Wah dengan Furnitur Murah

Penulis:: Darmansyah

Kamis, 23 Juni 2016 | 08:08 WIB

Dibaca: 0 kali

“Kemewahan itu tidak selalu mahal” tulis majalah “idea,” edisi Kamis, 23 Juni 2016, tentang keinginan Anda untuk mendapatkan furniture.

Tidak mahal?

“Ya,” tulis  “idea” yang mengingatkan pembacanya bahwa sentuhan kemewahan itu bisa diakali dengan kreatifitas pengemasan.

Nuansa mewah di dalam rumah harus diciptakan bukan harus “mendatangkan” furniture mahal dengan merek yang popular.

“Pilihan furnitur  cukup dengan kesan menawan”

Nggak percaya?

Bacalah buku Keiza Amorani,  “Ide-Ide Segar Menata Rumah.”

Di situ ia  menyampaikan beberapa tips memadupadankan interior menjadi tampilan mewah di rumah Anda.

Menurutnya, gaya interior apa pun dapat dipilih lewat kemasan.

Misalnya, membalut ulang sofa dengan pilihan jok kulit atau beludru warna gelap.

Atau, gunakan aksen perak atau keemasan pada sudut-sudut furnitur, seperti pada ujung kaki kursi dan meja.

Sementara untuk penutup lantai, Anda bisa memilih bahan dari kayu marmer atau granit.

Untuk menghemat biaya, saat ini Anda juga dapat menemukan peranti serupa dengan bahan lain, misalnya lantai kayu dari bahan PVC yang mudah dibongkar pasang, atau keramik dengan motif kayu, granit, atau marmer.

Namun, jika Anda tetap ingin menggunakan marmer, pilihlah marmer yang sudah pecah. Harganya lebih murah karena kondisi sudah tidak bagus.

Hanya saja, marmer-marmer seken ini biasa dijual dalam bentuk kiloan, kemudian pemasangannya secara mozaik.

Selain itu, Anda bisa memaksimalkan penggunaan lampu utama dengan menggunakan lampu gantung kristal atau lampu inbow. Tambahkan beberapa lampu sorot dengan rel di langit-langit ruangan untuk memberi efek dramatis.

Sementara sentuhan lainnya adalah merombak jendela mungil dengan jendela berukuran setinggi dinding. Caranya, Anda cukup memasukkan rel gorden ke dalam langit-langit.

Sederhana, kan? Itu hanya beberapa contoh saja.

Kalau pun Anda berbelanja furnitur  ada begitu banyak elemen yang perlu dipertimbangkan.

Anda memiliki hak untuk memilih furnitur yang tepat.

Supaya mendapatkan furnitur terbaik dan sesuai kebutuhan Anda harus melakukan cara, misalnya duduk di atasnya.

Saat Anda mencari furnitur seperti sofa atau kursi, penting untuk mencoba duduk di atasnya sebelum membeli.

Anda tidak hanya sedang mencari kenyamanan, tetapi juga bagaimana furnitur tersebut cocok untuk tubuh Anda.

Apakah kursi mengakomodasi panjang kaki Anda? Apakah kaki Anda beristirahat dengan nyaman di lantai?

Apakah Anda merasa lengan Anda terlalu tinggi saat meletakkannya pada sandaran?

Hal-hal tersebut mungkin tidak tampak seperti masalah besar, tetapi akan menambahkan pengalaman tidak nyaman setelah beberapa jam duduk lama di sofa atau kursi.

Pastikan semuanya sempurna.

Jika Anda membeli dari toko, lihat dan periksa bagaimana potongan-potongan furnitur disatukan. Upayakan melihat sendi, ikat kain dan tanda-tanda lain dari kualitas furnitur.

Dalam kebanyakan kasus, berat furnitur Anda menandakan kualitas.

Jika furnitur yang Anda ingin beli lebih ringan dari yang diharapkan, bisa menjadi pertanda bahwa kerangkanya tidak kokoh.

Jika Anda berada di pasar murah, pastikan mencari furnitur yang diperuntukkan dalam jangka pendek. Furnitur yang mudah dipindahkan ini, mungkin tidak menjadi masalah, tapi pastikan harganya sesuai.

Warna, tekstur, dan pola pada sebuah furnitur akan Anda lihat setiap harinya. Dengan demikian, pastikan hal ini baik-baik. Pikirkan tentang nuansa kain atau kayu.

Pertimbangkan juga bagaimana merawatnya. Pemeliharaan adalah bagian besar dari menjaga furnitur terlihat baik.

Sebelum memutuskan, pikirkan apakah Anda memiliki kesabaran untuk memoles meja kayu supaya mengilap setiap pekan.

Siapkan pita panjang untuk mengukur ruang. Seberapa tinggi, panjang, dan lebar furnitur yang dibutuhkan di ruangan Anda. Ukur juga besar ruang pintu, untuk memastikan furnitur bisa masuk.

Sebaiknya, lakukan pengukuran dua kali.

Tidak ada yang lebih buruk daripada menemukan furnitur baru Anda tidak muat di ruangan Anda. Lebih baik aman daripada menyesal.

Komentar