Tambah Umur? Buang Tiga Perilaku Ini

Penulis:: Darmansyah

Senin, 2 Oktober 2017 | 10:15 WIB

Dibaca: 0 kali

Sebuah studi terbaru mengungkapkan manfaat gaya hidup sehat akan mampu menambah usia hidup seseorang sampai tujuh tahun.

Dan, untuk pertama kalinya, para ilmuwan menghubungkan tiga perilaku  yang harus dihindar untuk menambah usia itu.

Tidak merokok, mempertahankan berat badan normal dan menjaga konsumsi alkohol ke tingkat yang moderat

Seperti dikutip dari Time.com, penelitian yang dipublikasikan di Health Affairs itu juga menemukan bahwa tahun-tahun tambahan tersebut sebagian besar dihabiskan dalam kesehatan yang baik dan bebas dari kecacatan.

Peneliti berharap temuan mereka akan “membangunkan” orang Amerika.

Soalnya delapan puluh persen orang berusia lima puluhan di negara ini telah merokok, mengalami obesitas, atau keduanya.

Untuk meneliti dampak perilaku kesehatan yang spesifik dilakukan pada usia lanjut ini, para periset dari University of Michigan dan Institut Max Planck untuk Riset Demografi di Jerman menganalisis data dari lebih dari empat belas ribu orang Amerika, berusia lima puluh sampai delapan puluh sembilan tahun.

Hal-hal yang disurvei berkaitan dengan kesehatan dan gaya hidup mereka setiap dua tahun.

Secara keseluruhan, pria dan wanita dalam penelitian ini memiliki harapan hidup

Namun, orang yang tidak pernah merokok dan memiliki indeks massa tubuh kurang dari  tiga puluh atau ambang batas untuk obesitas cenderung hidup empat sampai lima tahun lebih lama dari populasi umum.

Tahun-tahun ekstra itu juga dijalani dengan cenderung sehat, dengan sedikit laporan tentang kecacatan atau keterbatasan dalam aktivitas sehari-hari seperti bangun tidur, berjalan dan makan.

Ketika para periset memperhatikan faktor konsumsi alkohol orang-orang ini, peneliti menemukan bahwa mereka yang minum cukup sedikit atau kurang dari empat belas gelas seminggu untuk pria dan tujuh  gelas untuk wanita, tinggal tujuh tahun lebih lama dari populasi umum.

Tahun-tahun ekstra itu dijalani dengan sebagian besar bebas dari kecacatan.

Dalam hal kesehatan masyarakat, Neil Mehta, asisten profesor manajemen kesehatan dan kebijakan di University of Michigan, menyebut tahun-tahun ekstra tersebut sebagai “keuntungan besar.”

Dia mengatakan bahwa peneliti mengharapkan dapat menemukan perbedaan harapan hidup antarkelompok. Namun dia tidak yakin apakah tahun-tahun ekstra itu akan dijalani dengan kecacatan.

“Kami menemukan bahwa individu yang memiliki profil perilaku berisiko rendah masih hidup dalam tahun-tahun yang “cacat” sebelum meninggal. Namun memang tahun-tahun yang cacat tersebut tetap mendorongnya ke usia yang lebih tua. Temuan itu memiliki implikasi tidak hanya bagi individu dan keluarga mereka, tapi juga sistem perawatan kesehatan kita secara keseluruhan,” katanya.

Harapan hidup rata-rata adalah Amerika Serikat lebih rendah daripada di negara-negara kaya lainnya.

Mehta menunjukkan, fakta yang sering dikaitkan dengan sistem perawatan kesehatan AS.

Namun, orang-orang yang menjalankan tiga langkah sehat itu memiliki tingkat harapan hidup rata-rata yang lebih tinggi daripada populasi umum Jepang, sebuah negara yang dikenal dengan umur panjangnya.

Penelitian sebelumnya menghitung dampak salah satu perilaku sehat pada umur panjang. Namun penelitian yang dilakukan dengan tiga  indikator kesehatan ini, yang pertama menghitung efek kumulatif dari beberapa perilaku kesehatan yang berbeda sekaligus.

Merokok, obesitas, dan konsumsi alkohol yang berlebihan masing-masing terkait dengan kehidupan yang lebih pendek.

“Ada banyak perhatian saat ini atas teknologi medis yang dapat memperpanjang hidup kita. Sementara investasi dalam teknologi ini penting, kami tertarik untuk mengetahui seberapa banyak yang dapat diperolah dengan memperbaiki perilaku yang sudah kita ketahui sangat buruk bagi kita,” kata Mehta.

Mehta mengatakan bahwa penelitian ini harus menjadi panduan bagaimana hidup sampai usia tua.

“Sementara kebanyakan dari kita menginginkan kehidupan yang panjang, kita mungkin menginginkan tahun-tahun ekstra kehidupan untuk menjadi sehat dan produktif. Perilaku ini penting, tidak hanya untuk berapa lama Anda akan hidup tapi juga seberapa sehat Anda akan menjalani tahun-tahun itu, katanya.

Komentar