Tahu Bagaimana Penis Kala Usia Tua?

Penulis:: Darmansyah

Selasa, 1 November 2016 | 08:29 WIB

Dibaca: 0 kali

Siapa yang bisa membantah bahwa ukuran alat kelamin pria adalah topik seks merupakan hal yang paling sering dibicarakan?

Sebenarnya,  topik tersebut tidak diperlukan karena berbagai penelitian menunjukkan besar, ukuran dan kekuatan  penis tak berpengaruh pada kepuasan seksual.

“Jika terlalu fokus pada isu tersebut sebenarnya bisa menyebabkan pria tidak menikmati hubungan seks yang menyenangkan dan juga memuaskan pasangannya,” kata David Frederick, asisten profesor bidang psikologi kesehatan dari Chapman University.

Dia mengungkapkan, bila seseorang bertambah umurnya  berarti kekuatan dan massa otot berkurang.

Tubuh Anda tak lagi sekencang dan sekekar dulu. Oke, Anda sudah tahu mengenai hal ini dan mungkin sudah siap dengannya.

Bagaimana dengan bagian di bawah sana, alias alat vital Anda?

Sama halnya dengan lengan, bagian itu pun akan mengalami perubahan dan bisa kehilangan performanya. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan dari Brian Steixner, MD, direktur Institute of Men’s Health for the Jersey Urology Group ini.

Menurut Steixner, setelah meneliti para pria di lebih dari  tujuh puluh pusat kebugaran, skrotum akan terkulai saat usia bertambah.

Ini merupakan aspek tidak dapat dihindari dari penuaan. Penyebabnya adalah hilangnya massa otot. Yang paling ekstrim, ketika Anda duduk di toilet, skrotum Anda benar-benar bisa menyentuh air.

Ada harapan untuk memerbaikinya berkat prosedur yang disebut scrotoplasty. Dengan prosedur ini, skrotum Anda bisa

Sejalan usia, ukuran alat vital Anda akan menyusut. Keadaan akan bertambah buruk jika Anda mengalami obesitas atau berperut besar, karena menyebabkan ada bagian penis yang terkubur di bawah kulit.

Penyusutan ini permanen dan tidak ada yang bisa Anda lakukan untuk mengembalikannya. Namun, Anda bisa membuatnya tidak bertambah buruk dengan cara menjaga berat badan ideal.

Ketika memasuki usia senior, penis Anda mungkin akan berubah bentuk menjadi lebih melengkung. Ini karena trauma berulang dari hal-hal yang tampaknya tidak berbahaya seperti olahraga dan aktivitas seksual, jaringan parut terakumulasi di sepanjang penis Anda. Jaringan parut ini tidak membangun simetris.

“Saya pernah melihat pasien usia antara enam pulouh hingga tujuh puluh tahun, yang penisnya melengkung hingga seperti tanda tanya,” kata Steixner.

Untungnya ada obat-obatan suntik yang bisa membantu melepaskan akumulasi plak penahan jaringan parut, yang menyebabkan penis melengkung. Bicaralah dengan dokter Anda mengenai hal ini.

Ada lebih dari tiga puluh jutaa pria dengan ED, dan kebanyakan alasannya adalah kehilangan darah. “Memiliki DE adalah seperti memiliki serangan jantung di penis,” jelas Steixner.

“Langkah pencegahan DE sama dengan pencegahan penyakit jantung, yakni dengan rutin berolahraga dan menjaga pola makan sehat.’

‘ Jika ada pasien di usianya yang kesembilan puluh masih memiliki ereksi yang sempurna, itu karena mereka menjaga kesehatan mereka dengan baik.”

Seperti halnya bagian tubuh yang lain, penis pun tak luput dari proses penuaan.

“Tidak tiba-tiba Anda bangun pada suatu pagi lalu penis Anda berubah. Prosesnya terjadi pelan-pelan, dan biasanya perubahannya mulai terlihat pada usia empat puluh tahun,” kata Madeleine Castellanos, MD, penulis buku Penis Problems: A Man’s Guide. Jadi, seperti apa perubahannya?

Aterosklerosis adalah penyumbatan pembuluh darah.

Berbeda dari anggapan orang selama ini yang berpikir bahwa penyumbatan hanya terjadi di pembuluh darah jantung, faktanya, penyumbatan bisa juga terjadi di pembuluh darah yang menuju penis.

Hasilnya, penis jadi kekurangan darah. Salah satu tandanya, warna penis jadi lebih terang atau lebih pucat, seperti dikatakan dr Castellanos, terapis seks dengan praktik pribadi di New York.

Jurnal American Heart Association menunjukkan, aterosklerosis penis dapat berlanjut menjadi disfungsi ereksi dan pertanda awal penyakit kardiovaskular yang berujung serangan jantung dan stroke.

Karena itu, jika ada perubahan warna pada penis, antisipasi kondisi itu dengan pola hidup sehat. Check-up kesehatan rutin pun akan sangat membantu mencegah masalah kesehatan yang lebih serius.

Penis akan menyusut sedikit seiring waktu sebagai hasil dari aliran darah dan kadar testosteron yang menurun.

“Dimulai dari usia enam puluhan, pria akan kehilangan sentimeter demi sentimeter ukuran panjang penisnya,” kata dr Castellanos.

Dia menambahkan, pria berperut gendut, penisnya terlihat mengecil. Ini karena timbunan lemak di bagian bawah perut—antara penis dan pusar—yang membuat penis tampak kerdil.”

Jika penis mengecil, testis juga akan mengecil.

Salah satu tugas testosteron adalah membantu kerja jaringan saraf. Penurunan menyertai dalam sensitivitas sehingga pria lebih sulit mencapai orgasme.

Ereksi tidak akan sekeras dulu. Castellanos menjelaskan bahwa orang dapat melindungi kesehatan penis mereka dengan ereksi setiap hari.

Tidak harus orgasme, ereksi harian dapat menjaga arteri dengan cara membawa aliran darah ke daerah vital Anda itu.

“Ini seperti jika Anda tidak lagi berolahraga, otot Anda akan menjadi lebih lemah dan arteri akan menutup. Hal yang sama terjadi pada penis,” tambahnya.

Yang dimaksud fungsi urinari adalah kemampuan menahan dan melepas air seni. Seiring bertambahnya umur, fungsi ini melemah.

Itu sebabnya banyak di antara kalangan manula yang mengeluh sering mengompol. Pelemahan ini berhubungan dengan kesehatan prostat.

Agar fungsi penis bertahan sehat sampai lama, Anda harus mempertahankan berat badan normal, rutin berolahraga, aktif secara fisik, hindari rokok dan alkohol, serta rutin juga ejakulasi minimal dua kali seminggu.

Komentar