Sel Otak Terus Bereproduksi hingga Lansia

Penulis: Darmansyah

Selasa, 5 Juni 2018 | 10:53 WIB

Dibaca: 0 kali

Apakah orang dewasa bisa membuat sel-sel otak baru, telah menjadi topik perdebatan terus-menerus.

Sebuah studi baru menawarkan harapan bagi otak kita yang menua dengan penemuan bahwa orang dewasa terus membuat neuron bahkan di usia lanjut.

Neuron membantu kita melakukan fungsi sehari-hari dengan mengirim pesan dari otak kita ke tubuh.

Hingga tahun enam puluhan, para ilmuwan percaya bahwa manusia berhenti membuat neuron tidak lama setelah lahir, Scientific American melaporkan pada Maret lalu.

Namun ketika penelitian berkembang, para ilmuwan menemukan lebih banyak bukti untuk menunjukkan bahwa otak kita terus berevolusi.

Bulan lalu, penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature menantang keyakinan ini dengan sebuah penelitian yang menentukan otak orang dewasa tidak memiliki jejak neuron baru.

Kini, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Cell Stem Cell menunjukkan bahwa otak kita terus membuat neuron di hippocampus seiring bertambahnya usia.

“Ini telah terbukti membantu dalam membuat kenangan dan mengelola emosi selama masa-masa sulit,” kata rekan penulis studi, Dr. Maura Boldrini dari Universitas Columbia, seperti dilansir laman MSN

Mempelajari lebih lanjut tentang bagaimana otak kita berubah seiring bertambahnya usia juga bisa memberikan perawatan penyakit Parkinson dan Alzheimer yang baru.

“Kami menemukan bahwa orang yang lebih tua memiliki kemampuan yang sama untuk membuat ribuan neuron baru hippocampal dari sel-sel progenitor sebagaimana orang yang lebih muda,” jelas Boldrini.

Untuk penelitian tersebut, para peneliti mempelajari hippocampi dari dua puluh delapan orang antara empat belas dan tujuh puluh sembilan tahun, mencari neuron yang baru-baru ini terbentuk serta pembuluh darah di daerah otak.

Mereka menemukan bahwa bahkan orang yang lebih tua menghasilkan sel-sel otak baru sebagaimana dibuktikan oleh ribuan neuron imatur yang ditemukan di otak.

Tetapi orang yang lebih tua tidak membentuk pembuluh darah lebih sedikit, yang membantu menjaga darah mengalir dan otak kita sehat, menurut Alzheimer Association.

Meskipun kita secara alami kehilangan sel-sel otak saat kita menua, beberapa peneliti berharap untuk merangsang pertumbuhan yang baru yang bisa melindungi terhadap penyakit Alzheimer atau mengobati depresi.

Namun, penelitian baru ini menunjukkan bahwa kita memiliki kontrol atas menjaga kesehatan otak.

“Ini juga berarti bahwa melalui gaya hidup sehat, lingkungan yang diperkaya, interaksi sosial dan olahraga, kita bisa menjaga neuron ini sehat dan berfungsi dan mempertahankan penuaan yang sehat,” pungkas Boldrini

Selain itu, kebiasaan kitajuga  akan menentukan seberapa besar kinerja otak dan menentukan apakah dapat meningkatkan fungsi kognitif otak.

Saat beraktivitas fisik, terjadi beberapa mekanisme yang dapat mempengaruhi fungsi kognitif seseorang.

Dengan beraktivitas fisik, otak akan bekerja secara optimal dengan menghasilkan protein brain-derived neurotrophic factor  yang membantu meningkatkan aliran darah ke otak.

Hal ini akan mencegah kerusakan sel otak sehingga dapat mencegah terjadinya stroke dan membantu dalam pembentukan sel otak yang baru.

Dengan demikian, fungsi otak akan meningkat dan menjaga kemampuan mengingat otak. Hal sudah didukung oleh suatu penelitian yang menunjukan anak yang aktif beraktivitas fisik akan memiliki kemampuan akademik yang lebih baik.

Otak merupakan organ yang membutuhkan energi paling banyak untuk menjalankan fungsinya dengan baik.

Sekitar dua puluh persen energi tubuh akan dihabiskan oleh otak untuk melakukan pekerjaan besar.

Memenuhi kebutuhan glukosa dan karbohidrat akan menyediakan energi yang cukup bagi otak untuk melakukan fungsinya.

Jenis karbohidrat kompleks akan lebih baik dikonsumsi karena akan menghasilkan energi yang

Kegiatan seperti berkarya dalam bidang sastra, seni rupa, maupun seni musik akan melatih otak untuk memproses berbagai informasi.

Misalnya, dengan berkarya di bidang seni rupa akan mendorong otak untuk membuat visualisasi dan mewujudkannya, kegiatan menulis atau membaca akan membantu seseorang dalam membangun prespektif terhadap sesuatu dan menuangkannya dalam tulisan, sedangkan bermain musik akan meningkatkan kemampuan komunikasi antar bagian otak kiri dan otak kanan.

Bahkan suatu penelitian menunjukan anak yang aktif dalam kegiatan seni berpeluang untuk memulai bisnis pada saat usia dewasa.

Dengan terus belajar, kita akan terbuka terhadap pengalaman dan hal baru yang merupakan pertanda bahwa otak kita terus aktif memproses informasi.

Fungsi kognitif akan terus meningkat karena memproses informasi yang baru akan meningkatkan ukuran dan struktur neuron dan koneksi antara neuron yang terus berkembang seiring dengan Anda terus belajar.

Otak yang aktif akan mengurangi keparahan dari gangguan kognitif yang sulit dicegah seperti Alzheimer, dan meningkatkan ketahanan fungsi kognitif.

Komentar