Seks Mampu Melipatkan Gairah Kerja

Penulis:: Darmansyah

Rabu, 8 Maret 2017 | 08:51 WIB

Dibaca: 0 kali

Siapa yang bisa membantah kehidupan seks seseorang tidak  berpengaruh pada performa kerjanya?

Ya,  kehidupan seks seperti hasil penelitian yang dilakukan oleh Helen Fisher, seorang antropolog seks, akan mampu meningkatkan performa kerja seseorang

Dr. Fisher mengungkapkan zat kimia yang dihasilkan tubuh secara alami saat berhubungan seks akan meningkatkan performa kerja seseorang.

Dopamin, oksitosin dan testosteron yang dihasilkan bisa meningkatkan kemampuan seseorang untuk mengatasi masalah, bekerja dalam tim, kepercayaan diri, dan lebih fokus.

Hal tersebut tentu sangat penting bagi perkembangan karier.

Menurut Ian Kerner seorang terapis seks dan penulis buku “She Comes First”, hal tersebut bisa terjadi karena seseorang yang memiliki kehidupan seks yang sehat, kehidupan lainnya juga akan baik.

Meskipun tidak secara langsung berhubungan tetapi kehidupan seks berpengaruh cukup besar.

Tidak ada aturan yang mengharuskan berhubungan seks sebelum presentasi atau bekerja. Tetapi, sebaiknya seks dilakukan secara teratur agar produksi dopamin, oksitosin dan testosteron tetap terjaga.

Buatlah kehidupan seks Anda dan pasangan selalu sehat. Jangan jadikan seks sebagai rutinitas yang membosankan, tetapi jadikanlah sebagai pelepas stres dan hal yang menyenangkan.

Dengan begitu seks menjadi lebih sehat dan berkualitas. Efeknya tidak hanya pada kepuasan dan hubungan Anda dengan pasangan tetapi juga bisa meningkatkan kemampuan Anda dalam bekerja.

Sementara itu, penelitian terbaru  dari Universitas Negeri Oregon juga menemukan bahwa kehidupan seks yang sehat dapat meningkatkan kepuasan kerja karyawan di kantor.

Dilansir dari situs resmi Universitas Negeri Oregon, Keith Leavitt, salah satu profesor di universitas ini, melakukan studi soal pekerjaan dan perilaku seks karyawan.

Dari studi ini terkumpul data mereka yang memprioritaskan seks di rumah tanpa disadari beri keuntungan saat bekerja.

Efeknya orang-orang ini cenderung menenggelamkan diri dan menikmati pekerjaan.

“Awalnya hanya candaan, tetapi akhirnya jadi kenyataan. Orang-orang yang mengambil prioritas seperti itu benar-benar menikmati hidupnya dan terlihat percaya diri dan bahagia. Itu sebabnya kami pun jadi lebih melakukan penelitian itu,” kata Leavitt.

Ia menambahkan pola hubungan sehat termasuk kehidupan seks sehat membantu karyawan bahagia dan berkomitmen pada pekerjaannya. Kenyataan seperti ini jelas menguntungkan karyawan dan tempat bekerja.

Temuan dalam studi ini dipublikasikan di Journal of Management. Para peneliti, Christopher Barnes dan Trevor Watkins dari Universitas Washington serta David Wegner dari Universitas Oregon berusaha memahami dampak seks terhadap pekerjaan dengan melakukan penelitian pada ratusan karyawan yang sudah menikah.

Selama dua minggu penelitian, mereka diminta melengkapi data survei setiap harinya. Para peneliti menemukan mereka yang rutin melakukan seks lebih memiliki perasaan positif di kemudian hari.

Perasaan positif ini meningkat di pagi hari sehingga mengarah pada kepuasan kerja sehari penuh.

“Ini mengingatkan kita bahwa seks punya manfaat secara sosial, emosional dan psikologis. Penting jadi prioritas. Itu sebabnya selalu sempatkan,” kata Leavitt.

Hubungan seks memicu pelepasan hormon dopamin, yakni hormon yang menimbulkan rasa nyaman dan senang.

Hal inilah, menurut Leavitt, yang menjadikan seks sebagai peningkat mood alami dan memberi manfaat lain di kemudian hari.

Selain itu, studi ini juga menunjukkan membawa pekerjaan ke rumah menimbulkan efek negatif terhadap kehidupan seks. Tak terelakkan era ponsel pintar membuat orang dapat merespon hal-hal terkait pekerjaan lewat ponsel.

Namun, Leavitt mengatakan penting bagi seseorang untuk meninggalkan pekerjaannnya di kantor.

“Mengusahakan kehidupan seks yang baik seharusnya jadi perhatian demi perbaikan kualitas hidup! Toh, keuntungan juga didapat di karir juga,” imbuh Leavitt.

Selain itu, berbagai penelitian telah mengungkap manfaat bercinta di pagi hari.

Para peneliti mengungkapkan, orang-orang yang memulai hari mereka dengan bercinta cenderung lebih sehat dan bahagia dibandingkan dengan orang yang tidak bercinta pada pagi hari.

Selain itu, dapat lebih semangat menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Bercinta pada pagi hari akan membuat tubuh melepaskan hormon oksitosin yang membuat kamu merasa senang. Ini akan membuat pasangan merasa lebih saling mencintai dan intim sepanjang hari,” ujar Debby Herbenick PhD, seorang psikolog dan penulis buku berjudul Because It Feels Good.

Di lain sisi, bercinta di pagi hari juga membuat sistem imun tubuh menjadi lebih kuat sepanjang hari. Alasannya, kadar IgA dalam tubuh akan meningkat. IgA adalah antibodi yang melindungi tubuh dari infeksi. Selain itu, orgasme pada pagi hari pun akan melepaskan kimiawi yang meningkatkan kadar estrogen sehingga bentuk serta tekstur kulit dan rambut pun akan membaik.

Jane Greer PhD, terapis seks dan pernikahan asal New York, Amerika Serikat, menjelaskan, pagi hari adalah saat yang tepat untuk melakukan sesi bercinta singkat atau quickie.

“Karena kamu mungkin terburu-buru, gejolak adrenalin yang ditimbulkan oleh sesi bercinta secara spontan akan menciptakan keseluruhan pengalaman yang lebih intensif,” pungkasnya.

Quickie dapat dilakukan dengan cepat dan mudah, misalnya seusai mandi, di sela-sela berbusana, atau ketika memasak hidangan untuk sarapan pagi.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan pada The Journal of Sexual Medicine menemukan, apabila wanita menghiraukan distraksi

Selain itu, quickie pun tidak perlu disertai dengan sesi penetrasi. Anda bisa saling bercumbu dengan pasangan, berpelukan, dan saling bermesraan untuk menciptakan gairah yang berkobar sebelum akhirnya kamu dan pasangan berangkat bekerja.

 

Komentar