Sain Menjawab Kenapa Ngantuk Kala Panas

Penulis:: Darmansyah

Rabu, 4 Oktober 2017 | 08:09 WIB

Dibaca: 0 kali

Sain, hari ini, Rabu, 04 Oktober, seperti ditulis  laman “livescience,”  memberi jawaban yang selama ini sering menjadi tanda tanya seseorang,  kenapa ia mengantuk kala cuaca panas

Menurut “livescience,” panas matahari adalah berkah dan untuk menikmatinya butuh tenaga ekstra  dibandingkan cuaca yang lebih sejuk.

Pasalnya, kepanasan dapat membuat tubuh lebih cepat lemah dan lesu, hingga berujung pada kantuk.

Dr Michele Casey, direktur medis regional Duke Health di Carolina Utara, Amerika Serikat, mengatakan, alasan di balik kelelahan karena panas matahari cukup sederhana.

Tubuh manusia bekerja lebih keras untuk menjaga suhu di dalam tubuh tetap dingin. Akibatnya, tubuh menjadi lebih cepat lelah dari biasanya.

Ketika dilanda panas, tubuh melebarkan pembuluh darah atau yang dikenal dengan vasodilatasi.

Hal ini memungkinkan lebih banyak darah mengalir di dekat permukaan kulit untuk meredam panas di permukaan.

Inilah mengapa kulit memerah ketika kepanasan.

Selain itu, tubuh juga akan mengeluarkan keringat yang bertugas mendinginkan kulit. Untuk melakukan pekerjaan ekstra ini, jantung pun bekerja lebih dari biasanya.

“Semua pekerjaan itu – meningkatkan detak jantung Anda dan tingkat metabolisme Anda – membuat Anda merasa lelah atau mengantuk,” kata Casey.

Sinar matahari yang menerpa kulit akan menyebabkan perubahan pigmen, keriput, dan luka bakar.

Saat kulit terbakar, tubuh mengangkut cairan dari bagian lain ke area yang terbakar untuk penyembuhan. Maka, tubuh menjadi kekurangan cairan dan berujung pada lebih cepat kelelahan.

“Perubahan kimiawi ini menyebabkan kelelahan karena tubuh Anda sedang memperbaiki kerusakan,” kata Casey.

Oleh karena itu, Casey pun menganjurkan untuk tidak menenggak minuman beralkohol yang dingin untuk menurunkan suhu tubuh.

Sebab, alkohol bersifat diuretik yang justru akan meningkatkan dehidrasi. Solusi terbaik adalah menenggak air dan makan makanan ringan rasa asin.

Jika mengalami gejala kepanasan akut, seperti keringat banyak, nadi berdenyut cepat, dan hendak pingsan; Casey mengarankan Anda untuk segera menemui dokter.

“Jika itu terjadi, kami sarankan Anda ke tempat yang sejuk, minum air putih, dan menemui dokter jika gejalanya tidak membaik dalam waktu sekitar satu jam,” kata Casey.

Sementara itu, sengatan panas atau dikenal dengan heat stroke, yakni ketika suhu tubuh menjadi lima puluh tujuh koma tujuh derajat celcius, adalah kondisi yang lebih serius.

Untuk menangani kondisi ini, dibutuhkan perawatan darurat untuk mencegah kerusakan pada otak, jantung, ginjal dan otot.

Gejalanya meliputi suhu tubuh tinggi, mual, muntah, sakit kepala dan perubahan perilaku, seperti kebingungan, agitasi atau iritabilitas.

Gejala lainnya adalah samar bicara, kejang atau koma.

Selain vasodilatasi, tubuh juga mengeluarkan keringat ke kulit. Keringat inilah yang kemudian mendinginkan kulit saat menguap.

Namun perlu diketahui, untuk melakukan pekerjaan ekstra ini, detak jantung dan tingkat metabolisme kita meningkat.

“Pada akhirnya, kita merasa lelah atau mengantuk.”

Tidak hanya lelah dan mengatuk, terlalu sering berada di bawah sinar matahari kita bisa mengalami dehidrasi, perubahan pigmen, keriput, sampai luka bakar.

Oleh karena itu, Casey berpesan kepada orang yang merasa panas untuk mendinginkan diri dengan minum-minuman dingin dan makan-makanan ringan asin seperti keripik atau kentang goreng.

Jika gejala kelelahan panas, seperi berkeringat yang banyak, denyut nadi cepat, dan sering pingsan atau mengantuk, segeralah menemui dokter.

Jadi, berhati-hatilah!

Komentar