Sadarilah Perubahan Seksual Anda

Penulis:: Darmansyah

Selasa, 18 Oktober 2016 | 13:08 WIB

Dibaca: 0 kali

Laman situs “bustle.com” mengingatkan tentang tidak adanya patokan berapa kali dan bagaimana seharusnya seks yang normal dijalankan oleh masing-masing pasangan yang melakukan hubungan intim

“Sekali, dua kali  atau pun  tiga kali seminggu, dan itu semuanya  normal,” tulis “bustle,” Selasa, 18 Oktober 2016.

Bahkan, menurut situs itu ada juga yang kurang dari itu, ini juga normal.

Terlepas dari itu, rutinitas dan kemampuan seksual seseorang akan berubah seiring bertambahnya usia. Ini juga normal.

“Tidak semua perubahan itu buruk atau pertanda ada yang salah dengan Anda,” kata Andrew Siegel, MD, spesialis urolog di Bergen County, N.J. Almost.

Bagi Anda, para pria, penting untuk mengetahui perubahan apa yang biasanya terjadi di usia empat puluhan hinga lima puluh tahun. Ini agar Anda tidak panik dan menganggap Anda menderita kelainan saat perubahan itu terjadi.

Banyak perubahan yang akan Anda alami di saat usia bertambah, adalah sesuatu yang sebenarnya normal secara medis.

Namun, yang normal secara medis, belum tentu diterima oleh pasangan maupun diri Anda sendiri sehingga mungkin Anda harus melakukan sesuatu terhadap perubahan itu.

Misalnya, Anda mungkin tidak bisa ereksi secepat dulu lagi. Atau Anda mungkin perlu lebih banyak foreplay untuk bisa terangsang. Atau mungkin ereksi Anda tidak selama dulu, atau Anda tidak bisa memertahankan ereksi sampai klimaks. Isu-isu ini disebut disfungsi ereksi.

Kasus DE menjadi lebih umum sejalan dengan usia. Seringkali, penyebabnya adalah berkurangnya aliran darah yang menuju ke penis Anda. Atau kemampuan tubuh Anda memroduksi hormon testosteron, berkurang.

Kondisi kesehatan seperti diabetes, depresi, penyakit jantung, dan tekanan darah tinggi juga meningkatkan kemungkinan mendapatkan ED. Kadang-kadang obat yang Anda minum untuk mengatasi atau meringankan kondisi-kondisi kesehatan tersebut, juga menimbulkan masalah.

“Banyak pria di usia lebih dari empat puluhan mengalami orgasme yang melemah dan cairan yang dikeluarkan lebih sedikit,” kata Siegel.

Salahkan perubahan pada tubuh Anda. Misalnya, pelemahan otot dasar pelvik dapat membuat masalah ejakulasi.

Libido yang turun dapat menjadi masalah antara Anda dan pasangan. Setelah bertahun-tahun kehidupan seks Anda cukup membara, kurangnya libido terasa seperti kehilangan suatu bagian yang penting dari diri mereka.

Mengapa hal ini terjadi?

“Tingkat testosteron lebih rendah , bisa meredam keinginan berhubungan seks” kata Michael Krychman, MD, dokter kebidanan.dan kandungan dan seorang terapis seks.

Umumnya, para pasangan pasti ingin membahagiakan pasangannya yang laini secara seksual.

Masalah yang sering dialami kualitas dan kuantitas seks menurun seiring bertambahnya usia. Apakah kondisi ini berkaitan dengan stamina fisik atau ada masalah kejenuhan dalam mahligai pernikahan?

Menurut Davondra Brown, M.Ed, seorang pakar seks dan konsultan rumahtangga, banyak kliennya yang mengalami penurunan gairah seksual pada usia yang masih terbilang muda.

“Biasanya masalah gairah seksual terjadi tidak dipicu oleh kondisi fisik, tetapi lebih sering karena persoalan komunikasi dan hubungan emosional,” jelas Brown.

Banyak pasangan suami istri, kata Brown, hanya fokus pada hasil akhir hubungan seks, yakni orgasme.

“Aku selalu menyarankan klienku untuk melupakan orgasme dan jangan memikirkan soal klimaks bercinta. Aku meminta mereka untuk menikmati setiap tahap bercinta tanpa banyak pikiran,” urainya.

Kemudian, seorang psikolog bernama Dr Carla Marie Manly juga sepakat dengan penjelasan dari Brown.

Menurut Manly, sebagian besar masalah penurunan gairah pada suami istri pemicunya adalah konflik komunikasi.

Selain itu, pertengkaran atau argumen yang tidak terselesaikan memengaruhi kualitas hubungan seksual.

Jadi, ketika Anda merasa aksi bercinta tak lagi sehebat seperti masa lalu, segeralah intropeksi diri untuk menggali masalah yang sesungguhnya antara Anda berdua.

Sebab, penurunan gairah, seperti yang dijelaskan oleh kedua pakar di atas, terjadi karena masalah komunikasi dan konflik emosional, tidak ada kaitannya dengan tubuh yang tak lagi prima.

Walau usia terus merambat naik, bukan berarti kehidupan seksual pasangan suami istri ikut memudar.

Malah, sebagian besar pasangan merasakan hubungan seksualnya lebih memuaskan dibanding saat berusia dua puluhan.

Berbagai survei menyebutkan, wanita berusia di atas empat puluhan umumnya masih aktif secara seksual dan mereka lebih mudah mencapai orgasme dibanding saat usia mereka lebih muda.

Salah satu penyebab tingginya kepuasan seksual orang berusia empat puluhan antara lain karena secara emosional mereka lebih dekat dengan pasangan. Selain itu, mereka juga lebih terbuka membicarakan topik seks dengan pasangannya.

Mengomunikasikan dengan pasangan apa yang disukai, apa yang membuat gairah semakin melonjak, dan bagaimana mencapainya, bisa membuat hubungan seks berjalan sesuai keinginan bersama.

Memang kebanyakan pasangan merasa tabu dan malu mengangkat topik seputar seks, bahkan pada suami atau istri yang sudah dinikahi selama belasan tahun.

Meski sudah lama menikah, terkadang pasangan kita butuh panduan hal apa yang harus dilakukan, demikian pula sebaliknya.

Berpura-pura menikmati hubungan seks justru membuat kepuasan seksual sulit diraih. Anda pun mungkin akan sibuk mencari alasan menghindar ketika pasangan mengajak bermesraan.

Pertambahan usia juga bisa membuat seorang wanita mengalami berkurangnya lubrikasi di organ genital. Kalau sudah begini hubungan seks bisa menjadi menyakitkan. Oleh karenanya tak ada salahnya menggunakan pelumas agar kenikmatan seksual kembali diraih.

Komentar