Putih itu Memang Warna “Segar”

Penulis:: Darmansyah

Jumat, 6 Januari 2017 | 09:34 WIB

Dibaca: 0 kali

Siapa yang bisa membantah bahwa warna putih bukani merupakan pilihan yang paling populer.?

Ya, putih  tak terbantahkan paling “popo” di antara pilihan warna lainnya.

Putih dapat dipadupadankan dengan berbagai warna lain, baik warna dengan nuansa lembut, terang, hingga gelap.

Dan Anda hanya perlu menentukan nuansa seperti apa yang diinginkan.

Bagi Anda yang menginginkan rumah dengan kesan praktis dan modern, bisa menonjolkan nuansa netral yang dibawa oleh dinding berwarna putih.

Caranya dengan memadukannya bersama warna-warna “bisu” lain. Misalnya, pilihlan perabot dan furnitur yang juga memiliki warna-warna pucat.

Namun, nuansa netral ini memiliki beberapa “pendekatan”. Anda bisa membuat rumah terkesan “dingin” atau justru “hangat”.

Jika ingin rumah terkesan “dingin”, pilihlah warna-warna yang menjurus pada warna biru. Sementara itu, jika  ingin rumah dengan warna-warna netral yang terkesan “hangat”, pilihlah perabot dan dekorasi berwarna kecoklatan.

Setidaknya, warna putih menonjolkan perabotan Anda menjadi tampak lebih mewah.

Pilihlah perabot dengan warna-warna yang memiliki “kedalaman” seperti hitam atau warna khas kayu.

Padukan dengan sofa berwarna putih untuk membuat ruang tetap terasa lapang.

Untuk mendapatkan nuansa ini, Anda hanya perlu memberikan satu warna mencolok sebagai kejutan.

Bila perlu, sertakan warna tersebut di beberapa titik ruangan. Misalnya, sebagai warna utama dua atau tiga lukisan, sekaligus sebagai warna sarung bantal.

Entah itu nuansa elegan, glamor, muda, futuristik, hingga ekletik, semuanya bisa Anda dapatkan.

Kuncinya sederhana, Anda hanya perlu memilih beberapa tekstur agar ruang berdinding putih lebih berkarakter.

Setiap tekstur dan material yang Anda bawa ke dalam ruang berdinding putih mampu menegaskan karakter benda tersebut.

Misalnya, membuat ruang yang tampak romantis dan segar dengan memajang banyak bunga. Sementara itu, tambahkan kursi dan meja rotan, serta padukan dengan meja kopi berangka besi untuk membuat ruang bertema ekletik.

Pajang pula karya seni dengan bahan baku besi atau kuningan untuk memberikan kesan berbeda.

Tak hanya lebih nyaman, menjaga agar rumah Anda memiliki warna-warna saling melengkapi dan terkesan “mengalir” juga akan membuat rumah lebih mudah diingat.

Jadi, bagi Anda yang ingin menjual rumah dan tengah memolesnya untuk para calon pembeli, mendekor dengan memperhatikan betul warna-warna di dalam rumah adalah hal penting.

Namun demikian, perlu Anda ingat, bahwa membuat warna “mengalir” bukan berarti menggunakan satu warna seragam.

Hal ini justeru akan membosankan dan jauh dari kesan elegan. Berikut ini tips bagi Anda untuk mendekorasi rumah dan menciptakan skema warna yang “mengalir”:

Anda tidak perlu memasukkan semua warna ke dalam satu ruangan. Pilihlah satu warna yang Anda inginkan, dan kreasikanlah warna tersebut.

Sebagai contoh, sebuah kamar tidur akan terasa tenang, nyaman, dan sejuk jika Anda kreasikan warna biru laut yang “ringan” dengan aksen dan lantai kayu.

Kohesi adalah hal penting dalam mendekor ruangan.

Namun, kohesi atau keterikatan tidak berarti Anda harus menggunakan satu warna, satu material, dan satu tekstur. Ada baiknya Anda padukan berbagai macam tekstur dan material untuk “menghidupkan” ruangan tersebut.

Jangan takut menggunakan kaca pada dinding, lantai kayu, dan dinding dengan aksen cat menonjol. Jangan hanya memanjakan mata, namun Anda juga perlu memanjakan indera perasa Anda.

Memberikan kesatuan warna dalam satu ruangan juga bisa Anda lakukan dengan cara memanfaatkan lukisan, foto, atau hiasan lain. Sebagai contoh, jika Anda ingin membuat kamar tidur bernuansa hijau toska, gunakan warna hijau toska tersebut untuk beberapa bantal dan lukisan.

Anda bisa menggunakan warna lain yang cenderung netral untuk bedcover, seprai, gorden, lantai, dinding, dan langit-langit.

Gunakan lantai berwarna coklat pucat, dinding abu-abu, dan seprai putih. Meski Anda menggunakan warna-warna ini, warna hijau toska akan tetap menonjol.

Meskipun Anda menyukai sebuah warna, ada baiknya Anda tidak gegabah. Tempatkan warna tersebut pada hal-hal yang terkesan temporer, namun strategis.

Sebagai contoh, hindari memilih sofa besar berwarna mencolok. Jika mulai bosan, hal ini dapat membuat Anda kehilangan banyak uang.

Gunakan saja warna-warna mencolok untuk hiasan, lukisan, bantal, atau hal-hal kecil lainnya.

Sebaiknya, Anda gunakan warna-warna khusus untuk ruang tidur utama, atau ruang tidur anak-anak. Hindari menggunakan warna khusus untuk jalan-jalan penghubung atau lorong. Gunakan hanya warna-warna netral untuk ruang-ruang transisi ini.

Banyak orang percaya, menggunakan warna putih pada ruang berukuran mungil dapat membuat ruang tersebut tampak lebih besar. Sebenarnya, menempatkan perabot dengan susunan yang tepat lebih berperan ketimbang hanya menggunakan warna putih, baik untuk warna dinding maupun perabotan.

Selain itu, menggunakan warna-warni bervariasi ternyata mampu membuat ruang lebih menyenangkan. Berikut ini tips bagi Anda untuk “mendandani” ruangan berukuran mungil. Kali ini, Anda tidak perlu memilih warna putih, tapi bebaskan imajinasi dan ikuti selera Anda!

Jika senang dengan warna-warna mencolok dan tajam, tetapkan pilihan Anda dan jangan ragu menggunakan warna tersebut. Sementara itu, gunakanlah warna-warna gelap dan “bisu” hanya sebagai warna aksen.

Namun, jika Anda menyukai warna-warna gelap, ada baiknya Anda pun konsisten dan menggunakan warna tersebut di seluruh ruangan.

Menggunakan skema warna monokromatik dapat membuat ruang berukuran kecil lebih besar, meski warna tersebut adalah warna gelap. Namun, solusi ini hanya berlaku bagi dinding Anda, tidak untuk langit-langit. Karena, tetaplah mengecat langit-langit Anda dengan warna terang, atau setidaknya lebih terang dari dinding Anda.

Kunci menggunakan warna gelap dalam ruangan mungil adalah menjaganya berada pada bagian di bawah level mata Anda. Maka, biarkan bagian-bagian di atas level mata Anda tetap dengan warna-warna lebih terang.

Anda bisa menggunakan warna-warna mencolok untuk hal-hal tak terduga dalam kamar Anda. Contohnya, Anda bisa mewarnai bagian belakang rak buku.

Menurut aktris dan desainer Libby Langdon, memberikan warna lebih gelap pada salah satu dinding interior sebenarnya justeru mampu membuat ruang tampak lebih besar.

Memang, penggunaan warna hitam untuk ruang mungil memang tidak populer. Namun, percaya atau tidak, sebenarnya Anda bisa menggunakan warna hitam dan justeru membuat ruang tersebut lebih cantik. Warna hitam pada pigura foto, kursi, meja, atau perabot lainnya mampu membuat warna-warna lain lebih jelas dan mencolok.

Terakhir, Anda tidak perlu ragu menggunakan benda-benda bercorak. Anda hanya perlu menggunakan sedikit trik agar corak tersebut tetap tampil cantik.

Pertama, pilihlah corak dengan banyak ruang berwarna putih. Warna tersebut dapat menjadi “peristirahatan visual” dan membuat mata Anda tidak terlalu lelah.

Kedua, corak bergambar garis-garis juga bisa menjadi salah satu alternatif bagi Anda. Pasalnya, corak ini memberikan ilusi bahwa ruangan Anda lebih lebar atau lebih tinggi, tergantung arah garisnya.

Ketiga, hindari corak yang terlalu detil atau terlalu rumit. Corak semacam ini dapat membuat Anda pusing melihatnya, terlebih jika Anda letakkan di dalam ruang dengan luar terbatas.

Jangan lupa, pastikan corak yang Anda pilih “menyatu” dengan warna-warna lain di ruangan tersebut. Anda juga dapat mengulang penggunaan corak untuk menciptakan kesatuan di dalam ruangan.

 

Komentar