Perubahan Playboy Usai Hefner “Pergi”

Penulis: Darmansyah

Rabu, 11 April 2018 | 09:14 WIB

Dibaca: 0 kali

Majalah dunia Playboy kini sudah berubah usai ditinggal kematian sang pionir Hugh Hefner.

Meski telah wafat, bisnis peninggalannya yang kini diteruskan oleh keluarga mengalami beberapa perubahan.

Wafat pada September lalu di usia sembilan puluh satu tahun, Hefner meninggalkan istrinya yang juga model Playboy Crystal, bersama empat anak yang kini telah dewasa, yakni Christie, David, Marston dan Cooper.

Christie sempat menjadi bos Playboy Enterprises, sedangkan Cooper kini menjabat sebagai salah satu pejabat di perusahaan peninggalan ayahnya itu.

Playboy Enterprises Inc. dan majalah Playboy mengalami beberapa perubahan semenjak kepergian Hefner.

Kematian Hefner bisa menjadi alasan untuk memindahkan kepemilikan majalah Playboy dari tangan keluarganya.

Ini juga bisa saja berarti berakhirnya edisi cetak majalah yang telah terbit selama tujuh puluh tahun ini, menurut laporan Wall Street Journal pada Januari lalu.

Laporan itu menyebut pemegang saham utama Playboy Enterprises Inc., Rizvi Traverse, tengah berdiskusi untuk mengambil alih tiga puluh lima persen saham Hefner yang masih disisakan untuk keturunannya.

Rizvi Traverse telah membantu Hefner untuk menjadikan Playboy sebagai perusahaan swasta sejak tujuh tahun lalu sebagai imbalan untuk kontrol atas hampir dua per tiga saham perusahaan tersebut dan sepakat untuk melanjutkan penerbitan majalah ikonisnya selama dia hidup.

Transformasi Playboy telah dimulai sejak beberapa bulan sebelum Hefner tutup usia.

Pada Februari tahun lalu, diumumkan bahwa majalah khusus dewasa itu akan mengembalikan foto-foto bugil, selang setahun setelah dihapuskannya gambar-gambar porno itu.

“Itu adalah kelakar April Mob kami tahun lalu. Kami hanya bermain sebuah candaan yang sangat, sangat gila. Kami pikir, ‘Hei, mari hilangkan [gambar] bugil selama setahun dan kembalikan itu April [tahun ini]. Itu lucu kan?” ujar Cooper seraya terkekeh kepada E! News pada April tahun lalu.

Penampilan Ines Rau di halaman depan majalah Playboy edisi November lalu menjadi model transgender pertama yang pernah ada di sepanjang enam puluh empat tahun sejarah eksistensi Playboy. Media tersebut pertama kali menerbitkan foto-foto transgender pada 1991.

Merespons kecaman publik terkait isu tersebut, Cooper mencuit, “Kami harus secara kolektif berjuang untuk sebuah dunia yang lebih terbuka, bukan yang mempromosikan kebencian dan kurangnya penerimaan.”

Pada akhir  Maret lalu, Playboy mengumumkan telah menutup laman Facebook di tengah kecamuk berita Cambridge Analytica yang menggunakan dat informasi pribadi para pengguna situs media sosial itu.

Kompleks resor mewah Playboy Mansion yang menjadi singgasana mendiang Hefner masih dipertahankan hingga kini.

Daren Metropoulos membeli properti tersebut seharga seratus juta dollar pada dua tahun lalu, saat Hefner masih tinggal di sana bersama istrinya.

Sang jutawan berencana untuk menghubungkan kompleks tersebut dengan rumah lain yang dimilikinya di dekat tempat itu.

Setelah Hefner meninggal, melansir Los Angeles Times, Metropoulos menjalin kesepakatan dengan pemerintah kota Los Angeles, AS yang menyatakan bahwa dia tidak akan merusak Mansion itu, serta akan memperbaiki rumah dan bagian depan bangunan itu sehingga bisa semegah versi aslinya.

“Saya sangat tertarik dengan arsitekturnya dan menanti kesempatan penting untuk mengubah bangunan terkeren di negara ini,” kata Metropoulos dalam sebuah pernyataan.

“Seperti yang diketahui Hefner, saya berencana untuk secara teliti memperbarui properti ini dengan kualitas dan standar terbaik,” ujarnya tegas.

Komentar