Peringatan Bahaya untuk Si “Tukang Tidur”

Penulis:: Darmansyah

Selasa, 17 Februari 2015 | 15:17 WIB

Dibaca: 0 kali

Alarm bahaya kini mengarah ke “tukang tidur.”

Seperti ditulis oleh situs “huffingtonpost” berdasarkan sebuah penelitian terbaru, terlalu banyak tidur ternyata bisa menyebabkan masalah kesehatan yang serius.

Memang, tidur itu ibarat candu.

Anda tak akan pernah terpuaskan oleh yang namanya kenikmatan tidur.Bahkan, untuk beberapa orang, tidur nyenyak adalah sebuah perjuangan, maka mungkinkah ada orang yang kebanyakan tidur?

Kenyataannya itu ada.

Hanya saja sulit untuk menemukan berapa jumlah yang dikategorikan sebagai tiudr yang berlebihan.

Cara paling mudah adalah dengan menghitung jumlah waktu dasar yang dibutuhkan seseorang untuk tidur malam. Kebanyakan orang dewasa membutuhkan antara tujuh hingga sembilan jam untuk tidur malam.

Sudah banyak orang yang tahu bahwa tidak cukup tidur dapat menimbulkan risiko kesehatan tertentu.

Tapi Anda mungkin tidak menyadari bahwa terlalu banyak tidur juga dapat memiliki efek kesehatan yang merugikan.

Para peneliti tampaknya tidak benar-benar yakin mengapa tidur terlalu banyak menyebabkan efek ini, tetapi peneliti menunjukkan bahwa mendapatkan lebih kebutuhanjam tidur dapat merusak kesehatan Anda.

Dalam sebuah studi tahun 2014 lalu, para peneliti menemukan bahwa durasi tidur yang panjang meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami depresi.

Orang yang tidur antara tujuh hingga sembilan jam memiliki kemungkinan mengalami gejala depresi dua puluh tujuh persen.

Sedangkan orang yang tidur lebih dari itu berpotensi empat puluh sembilan persen mengalami depresi.

Dalam studi lainnya di tahun 2012 para ahli menemukan bahwa terlalu banyak atau terlalu sedikit tidur akan membuat fungsi otak menurun.

Perempuan yang tidur lebih dari sembilan jam dan kurang dari lima jam akan mengalami perubahan di otak yang setara dengan proses penuaan di otak selama dua tahun.

Tahun 2013, tim peneliti dari Korea menganalisa kebiasaan tidur ratusan perempuan yang menjalani fertilisasi in vitro.

Mereka menemukan bahwa perempuan yang paling subur adalah perempuan yang tidur tujuh hingga delapan jam tidur setiap malamnya.

Sedangkan perempuan yang sulit hamil adalah perempuan yang tidur selama sembilan hingga sebelas jam lebih.

“Kita tahu bahwa kebiasaan tidur akan mengubah ritme sirkadian, sekresi hormon dan siklus menstruasi. Efeknya pada infertilitas lebih besar karena ada banyak hal yang sulit dikontrol,” kata Evan Rosenblunth, ahli endokrinologi reproduksi.

Dalam sebuah penelitian di Quebec, para peneliti menemukan bawa orang tidur lebih dari delapan jam semalam, berpotensi terserang diabetes tipe 2. Selain itu mereka juga berpotensi untuk mengalami intoleransi glukosa selama enam tahun.

Penelitian di Quebec juga menyebutkan bahwa kebanyakan tidur juga akan meningkatkan berat badan akibat penumpukan lemak.

Orang yang tidur nol hingga sepuluh jam setiap malam, dua puluh lima persen berisiko naik berat badan sebanyak lima kilogram, sekalipun sudah menjaga pola makan dan berolahraga.

Dalam penelitian yang dipresentasikan tahun 2012 melalui American College of Cardiology, tidur lebih dari delapan jam akan berpotensi meningkatkan gangguan jantung.

Peneliti menganalisis data ribuan orang dan menemukan bahwa tidur terlalu lama akan meningkatkan dua kali risiko terserang angina atau nyeri dada dan satu koma satu kali terserang penyakit arteri koroner.

Dalam tinjauan enam belas penelitian di tahun 2010 lalu, peneliti menemukan peningkatan risiko kematian karena sebab apapun. Tidur lebih dari delapan jam semalam dikaitkan dengan risiko kematian satu koma tiga kali lebih besar.

Komentar